Oleh: Amirrulloh
Dalam pengembangan umat di era globalisasi ini telah terjadi penurunan moralitas insan dari segi rohani maupun jasmani. Rendahnya kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) merupakan kendala yang serius dalam pembangunan ini masih kita rasakan. Permasalahan permasalahan potensial dalam pembangunan khususnya pembangunan perdesaan di bidang pertanian tidak terlepas dari bidang pendidikan.
Dengan iklim yang tidak menentu membuat lahan sawa/kebun kekeringan atau kebanjiran berakibat gagal panen yang terus-menerus dan masyarakat/tani dengan SDM yang terbatas belum mampu untuk mengelola lahannya secara optimal, sehingga hasil pertaniannya dijual dengan harga rendah kepada tengkulak sampai sawah/lahan yang dimilikinya dijual untuk kebutuhan hidup keluarganya. Kini banyaknya petani yang beralih profesi dan anak-anak petani tidak ingin menjadi petani/generasi petani.
Dalam rangka mendukung program pemerintah khususnya pendidikan formal, Yayasan Cendekia Indonesia (YCI) bersinergi dengan Badan Koordinasi Alumni Institut Pertanian Bogor asal Jawa Barat (BKA IPB JABAR) berusaha secara optimal turut serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas khususnya di perdesaan, dalam upaya tercapainya SDM melalui pendidikan formal yang memiliki ketangguhan dengan dasar iman, ilmu dan amal dalam menggapai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sejahtera dan bermartabat.
Keinginan masyarakat desa binaan untuk memudahkan putra-putri mereka bersekolah Gratis dekat dari rumah dan setelah pulang sekolah dapat membantu orang tuannya bekerja di kebun/sawah (pertanian).
Melihat hal itu, Yayasan Cendekia Indonesia tahun ini mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahfidz Quran Berbasis Agripreneur. Berhubung Ruang Kelas Belajar (RKB) SMK belum tersedia, untuk sementara menggunakan ruang kelas SMP bergantian.
Insyaa Allah kami berusaha secara optimal dalam memfasilitasi amanah yang Bapak/Ibu berikan untuk meningkatkan kualitas SDM anak perdesaan ini. Untuk mengoptimalkan SDM ini tentunya tidak mudah, jika tidak didukung dengan fasilitas pendidikan dalam menunjang pelaksanan KBM yang kondusif.
Dari amanah terebut, SMP/SMK Pelita Cendekia – YCI turut terdorong meningkatkan fasilitas pendidikan, baik melalui kesejahteraan guru dan melaksanakan Pembangunan RKB serta Perluasan Tanah Wakaf/Hibah dengan tentunya dapat mendukung proses KBM tersebut. Untuk itu, dalam mengoptimalakan KBM dilaksanakan secara terjadwal langsung di sekolah dan memperhatikan kesehatan.
Untuk kenyamanan KBM, dalam pemanfaatan waktu tersebut diperlukan segera pembagunan RKB dan fasilitas lainnya dengan harapan nanti, pembanguan RKB terlaksana dengan baik dan tentunya akan meningkatkan kualitas SDM di perdesaan yang mendukung program pemerintah dan kegiatan lembaga.
Dalam momentum Bulan Suci, 21 Ramadhan 1443 H Yayasan Cendekia Indonesia (YCI) mengadakan Kegiatab Santunan Yatim / Dhuafa dan Peresmian Gedung SMP Pelita Cendekia dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid dan Pesantren Cendekia Nurul; Kahfi – Yayasan Cendekia Indonesia (YCI), di Blok Goa Gudawang Cipining Desa Argapura Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengundang Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS. (Dewan Pakar MPP ICMI / Menteri Kelautan dan Perikanan RI masa Presiden Gusdur dan Megawati / Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan RI), Prof. Ir. H. Dodik Ridho Nurrochmat. M.Sc.F. (Wakil Rektor IPB University) dan Prof. Dr. Ir. H. Yonny Koesmaryono,
M.Sc (Ketua Senat Akademik IPB University), membersamai untuk menyaksikan ikhtiar bersama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang adil, makmur, aman, sejahtera, serta di ridhoi Allah SWT melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari).
Dalam Sambutan Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS, “Mohon Do’a restu serta dukungannya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan pada ikhtiar kami untuk membangun dan membantu generasi penerus bangsa untuk bisa melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya”.
Pendidikan formal di perdesaan menjadi salah satu agenda besar bangsa ini yang diarahkan untuk tempat lahirnya generasi yang tanguh dengan dasar iman, ilmu dan amal. Peran dan fungsinya sebagai pencetak insan kamil maupun salahsatu kekuatan pendidikan formal saat ini tentunya tak bisa dihilangkan.
Banyaknya lembaga-lembaga yang seharusnya dapat sebagi andalan pengembangan ilmu pengetahuan, ternyata belum mampu secara optimal. Hal ini dirasakan di desa binaan, persoalannya adalah kurangnya fasilitas, startegi pengembangannya dan SDM.
Fasilitas pendidikan SMP dan SMK/Sederajat di sekitar daerah binaan yang ada jarak tempuhnya jauh, sehingga orang tua yang akan menyekolahkan putar-putrinya ditingkat tersebut merasa keberatan karena memerlukan banyak biaya.
Di satu sisi mereka ingin anaknya bersekolah dan berhasil, disisi lain mengharuskan putra-putrinya membantu mereka untuk berkerja di kebun/sawah dan ada juga yang berdagang.
Dilihat hal tersebut di atas menunjukan masyarakat di desa binaan secara ekonomi rata-rata kurang mampu dan dibuktikan juga masih banyak putra putri mereka tidak bersekolah karena tidak mampu memakai/membeli seragam sekolah.
Maksud dan tujuan dari kegiatan Yayasan Cendekia Indonesia (YCI) ini untuk meningkatkan sarana dan prasarana Pendidikan di perdesaan diantaranya adalah:
- Membantu pemerintah menyediakan sarana pendidikan untuk memperluas peluang dan meningkatkan belajar bagi masyarakat perdesaan dalam meningkatkan kualitas iman dan taqwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Pengadaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kemampuan pencapaian optimalisasi hasil belajar mengajar yang berbasis Tahfidz dan Berwawasan Agrowisata/Agroindustri berjiwa Entrepreneur (kewirausahaan) yang diharapkan hasilnya dapat diterapkan dalam pemanfaatan potensi daerah dan pasar yang berkesinambungan.
- Keberadaan lokasi sekolah yang strategis berdekatan dengan Wisata Goa Gudawang memberikan solusi bagi terwujudnya program yang telah ditetapkan sehingga diharapkan dapat lebih kongkrit tercapai pemerataan dan perluasan pendidikan serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar.
- Dengan tercapainnya pemerataan sekolah gratis dan pencapaian optimalisasi hasil belajar mengajar di sekolah diharapkan dapat memberikan peluang strategi peningkatan mutu pendidikan bagi siswa/anak-anak perdesaan/tani yang secara ekonomi kurang mampu dan termotivasi mencintai dalam pemanfaatan potensi daerah serta menjadi generasi petani religi handal dalam menghadapi tantangan zaman.
- Membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila, berbudi pekerti luhur serta sehat jasmani sosial, cerdas dan terampil, sehingga mempu membangun dari keluarga dan bangsannya dengan harmonis.
- Ikut berpatisipasi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat untuk mencapai keadilan sosial menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berkelanjutan.
Penulis adalah Ketua Yayasan Cendekia Indonesia (YCI) dan Ketua Umum MASIKA ICMI Pengurus Wilayah Khusus (PWK) Bogor






