Site icon LEAD.co.id

Pemanfaatan YouTube Sebagai Media Pertukaran Budaya oleh Jerome Poline

YouTube Kids, Tontonan Anak, Media Sosial

Oleh: Dian Maharani

Perkembangan teknologi di era modern telah mengubah berbagai aspek kehidupan kita, termasuk cara kita mengakses dan berbagi informasi serta hiburan. Salah satu inovasi teknologi yang menjadi fenomena global dalam beberapa dekade terakhir adalah YouTube.

YouTube, sebuah platform berbagi video daring, telah mengubah lanskap media dan membawa dampak signifikan dalam perkembangan teknologi saat ini. YouTube telah memberikan pengaruh besar terhadap budaya populer dan mempengaruhi tren di berbagai bidang seperti mode, makanan, dan kehidupan sehari-hari.

Konten kreator populer di YouTube memiliki pengikut yang besar dan
menjadi panutan bagi banyak orang. Selain itu, YouTube juga telah membantu dalam memperluas wawasan dan pemahaman antarbudaya melalui video perjalanan, kuliner, dan dokumenter yang menggambarkan kehidupan di berbagai belahan dunia.

Perkembangan teknologi telah mengubah cara kita mengakses dan berbagi informasi serta hiburan. Perkembangan teknologi memiliki hubungan yang erat dengan pertukaran budaya. Teknologi modern, seperti internet, telekomunikasi, dan media sosial, telah mengubah cara kita berinteraksi, berkomunikasi, dan mengakses informasi dari seluruh dunia.

Hal itu telah membuka pintu bagi pertukaran budaya yang lebih intensif dan meluas antara individu, kelompok, dan masyarakat di seluruh dunia. Berikut ini adalah beberapa cara di mana perkembangan teknologi telah berdampak pada pertukaran budaya:

  1. Akses Informasi: Teknologi informasi memungkinkan akses yang lebih cepat dan mudah ke informasi dari berbagai budaya. Melalui internet, orang dapat menjelajahi dan mempelajari budaya lain, seperti seni, musik, makanan, tradisi, dan sejarah dari berbagai belahan dunia. Ini membuka kesempatan untuk memahami dan menghargai
    keanekaragaman budaya.
  2. Komunikasi dan Interaksi: Teknologi komunikasi seperti email, pesan instan, media sosial, dan video konferensi telah memudahkan orang untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan individu dari budaya lain secara langsung. Ini memungkinkan pertukaran ide, pengalaman, dan perspektif antarbudaya yang sebelumnya sulit dicapai. Melalui platform-platform ini, orang dapat menjalin hubungan dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
  3. Ekspresi Budaya: Teknologi juga memberikan platform untuk ekspresi budaya.
    Melalui media sosial, orang dapat berbagi karya seni, musik, tulisan, dan karya kreatif lainnya dengan khalayak global. Ini memungkinkan budaya lokal untuk diapresiasi dan dikenal secara lebih luas, dan juga memperkenalkan budaya baru kepada orang-orang di berbagai belahan dunia.
  4. Kolaborasi Budaya: Teknologi memungkinkan kolaborasi budaya yang lebih mudah antara individu atau kelompok dari berbagai budaya. Misalnya, musisi dari belahan dunia yang berbeda dapat berkolaborasi dalam proyek musik secara online. Hal ini membuka peluang untuk menggabungkan pengaruh budaya yang berbeda dan menciptakan karya seni yang unik.

Pertukaran budaya melalui Youtube semakin populer karna kemudahannya dalam memperkenalkan dan menyebarkan budaya Indonesia ke ranah luar begitupun sebaliknya. Sperti yang dilakukan oleh youtuber bernama Jerome Polin yang memperkenalkan budaya indonesia di negara Jepang.

Jerome Polin Sijabat, yang dikenal dengan nama YouTube-nya, Nihongo Mantappu, adalah seorang YouTuber, selebriti internet, dan pengusaha asal Indonesia. Ia terkenal karena konten-konten vlognya yang mengenai kehidupan pribadinya sebagai mahasiswa Indonesia di Jepang. Jerome membagikan pengalaman belajar bahasa Jepang, matematika, dan kehidupannya sehari-hari selama berada di Jepang.
Ia menempuh pendidikan di Universitas Waseda, Tokyo, dengan jurusan matematika terapan.

Jerome lahir pada tanggal 2 Mei 1998 di Jakarta dan pindah ke Kota Malang, Jawa Timur, sebelum kemudian berpindah ke Surabaya. Ia memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri, dan setelah mendapatkan beasiswa dari program Mitsui–Bussan Scholarship, Jerome berkuliah di Universitas Waseda, Tokyo, Jepang. Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia lulus pada tahun 2022 dengan gelar Bachelor of Engineering.

Jerome Polin Sijabat merupakan figur inspiratif bagi banyak orang, khususnya para pelajar dan mahasiswa, karena ia berhasil menginspirasi orang lain melalui kontennya yang bermanfaat dan motivasi dalam meraih impian. (Sumber: Wikipedia)

Jeromi polin memanfaatkan platform Youtube untuk mengenalkan budaya indonesiadengan mengunggah vlog yang berisikan aktivitas Jerome bersama teman teman dekat nya di Universitas Waseda, Jepang. Seperti di dalam beberapa video yangsudah kami analisis yaitu :

Pada video yang berjudul “REAKSI TEMEN2 JEPANG DAPAT OLEH2 DARI INDONESIA! (WASEDA MANTAPPU BOYS), teman-teman Jerome yang berasal dari Jepang menunjukkan rasa ketertarikan dan kagum terhadap barang-barang khas Indonesia, seperti baju batik, jam tangan dengan desain huruf aksara Jawa, dan sepatu dengan motif batik.

Mereka mengungkapkan keinginan untuk mencoba baju batik dan ketertarikan terhadap keunikan jam tangan serta kesenangan saat mencoba sepatu dengan motif batik. Reaksi tersebut menggambarkan bahwa mereka awalnya meragukan apakah corak Indonesia cocok untuk mereka sebagai orang Jepang, tetapi setelah mengalami sendiri, mereka menyadari betapa keren dan cocoknya corak tersebut.

Video selanjutnya membahas tentang pendapat teman teman Jepang Jerome terhadap makanan khas Indonesia. Pada video “WASEDA BOYS COBA MAKANAN INDONESIA, LANGSUNG KETAGIHAN”, Jerome mengajak teman-temannya yang berasal dari Jepang untuk mencoba makanan khas Indonesia. Teman-teman Jerome mereview makanan tersebut satu per satu dan menganggap makanan Indonesia memiliki rasa yang unik.

Mereka tertawa saat mengetahui bahwa sate menggunakan kacang sebagai sausnya dan merasa terlalu manis untuk mereka. Mereka menyukai tahu isi karena dianggap terlalu enak. Ayam goreng juga mendapat tanggapan positif karena dianggap lebih garing dan matang daripada ayam goreng di Jepang. Nasi kuning dianggap memiliki rasa rempah yang berbeda dengan yang ada di Jepang. Pisang goreng juga disukai dan mereka bahkan berencana untuk mencoba membuatnya di rumah.

Dalam video kedua yang berjudul “REAKSI WASEDA BOYS MAKAN BUAH ASLI INDONESIA YANG GA ADA DI JEPANG!”, ketiga teman Jerome mencoba buah- buahan asli Indonesia yang dianggap memiliki rasa, bau, dan tekstur yang aneh bagi mereka. Beberapa buah tidak disukai karena bentuk, bau, atau rasa yang tidak sesuai dengan kebiasaan mereka.

Mereka menganggap salak terlalu kering dan rasanya seperti cat dinding, sedangkan rambutan dianggap manis dan segar. Sawo dianggap memiliki bau yang kuat, tetapi rasanya tidak kuat dan terlalu pahit. Duku disukai karena memiliki kandungan air yang tinggi seperti rambutan. Buah naga dianggap memiliki rasa yang tipis dan hambar. Belimbing dianggap pahit dan rasanya tidak jelas.

Pepaya memiliki bau yang kuat dan rasanya tipis, tetapi baunya terlalu menyengat. Srikaya memiliki baunya yang biasa saja, tetapi teksturnya lengket dan rasanya sangat manis. Otsuka, salah satu teman Jerome, menyebutkan bahwa buah-buahan di Jepang umumnya memiliki rasa yang lebih asam, sehingga buah-buahan dari Indonesia terasa terlalu manis bagi mereka.

Respon Jerome Polin terhadap kebudayaan di Jepang pun beragam. Pada unggahan VLOG trip bersama Waseda Boys, ia mengatakan mengalami banyak Culture Shock . Misalnya, seperti pada makanan yang terasa hambar bagia ia yang orang Indonesia yang terbiasa dengan makanan yang memiliki rasa rempah yang kuat, juga saat ia mencoba berbagai makanan yang disajikan masih mentah.

Pada Video unggahan di Youtube yang berjudul ”24 Jam Diatur Roullate“ reaksi Jerome Polin terhadap truk sampah yang datang di jam 4 pagi sangat mengesankan. Bahwasanya, di Indonesia truk sampah bisa di lihat dimana saja dan
kapan saja.

Namun, di Jepang hanya datang pada hari tertentu dan untuk jenis sampah tertentu. Pada V-LOG trip Waseda Boys di Fukaoka, ia mengatakan cara membuat Matcha sangat menarik dan baru baru ini ia mencoba membuat Matcha untuk acara Tradisi Minum Teh di Jepang.

Exit mobile version