LEAD.co.id | Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibuslaw Cipta Kerja masih terus menuai polemik. Sebagian pihak menilai adanya kepentingan dari kelompok tertentu terhadap RUU yang dibahas secara diam-diam tersebut.
“Kalau saya pelajari memang ini, banyak kepentingan dari sejumlah kelompok agara RUU Omnibuslaw Cipta Kerja segera terealiasi,” kata Ketua LSM Mitra Rakyat Bersatu, kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).
Seharusnya, lanjut dia, Pemerintah melihat fakta yang saat ini terjadi, jangan memaksakan diri, apalagi kondisi sekarang dalam penanganan kasus Covid-19 yang terus merangkak naik.
Ia menjelaskan, perusahaan yang ada di negara ini, mengalami penurunan yang sangat drastis atau mungkin bisa di katakan kolaps, artinya, dengan adanya kepentingan sejumlah kelompok bisa memanfaatkan investor asing yang masuk ke negeri ini.
“Nah, di sini nantinya peran legislatif melihat kondisi yang real, kalai rakyat yang sudah bicara, layaknya di terima, dan pikirkan jangan asal merancang undang-undang yang sudah merugikan masyarakat,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua DPP SPN Iwan Kusmawan mengatakan, kalau rancangan ini terjadi polemik, mungkin belum memahami atau membaca draft RUU Omnibuslaw Cipta Kerja.
“Seharunya baca terlebih dahulu draft tersebut, jang sepotong-potong, wajar kalau RUU ini banyak yang menolak,” ujar dia.
Menurutnya, lahirnya draft tersebu memang tidak transparant alias sembunyi-sembunyi, makanya menuai kritik dan penuh penolakan khsusunya di kalangan buruh, di sisi lain isinya juga sangat kontra produktif dengan Undang Undang yang ada, pembahasannya terkesan dipaksakan, terkesan menggugurkan kewajiban.
“Pembahasannya saja sangat memaksakan diri, apalagi bangsa ini sedang dilanda bencana yang besar, dan Pemerintah kan sedang dalam penanganan Covid-19, kan sangat aneh dan tidak masuk akal,” kata dia.
Ia menambahkan, lebih baiknya pembahasan ini dibatalkan, jangan diteruskan, yang seharusnya berpikir bagaimana memecahkan kasus penyebaran Covid-19, yang saat ini masih menghantui masyarakat.
“Fokus dulu, sampai kasus Covid-19 ini tuntas, jangan memakasakan diri, dan melambung ingin membahas yang sudah merugikan masyarakat,” pungkas dia.





