Pemikiran Kritis dan Solutif Dr Aceng Hidayat Tertuang dalam Buku Senandika

oleh -624 views

Oleh: Ace Sumanta

Kamis, 29 Desember 2022 di Gedung IPB Internasional Convenion Center (IICC) Botani Bogor di hadapan Rektor IPB Prof Dr Arif Satria, SP MSi yang juga Ketua Umum MPP ICMI pusat dan sejumlah Rektor yang diundang Profesor, Doktor dan pengurus ICMI Orwilsus, Orda dan Orsat juga budayawan, para dosen pakar ekologis, DR Ir Aceng Hidayat, MT membedah buku berjudul “Semandika” yang bertajuk Pandangan Kritis Mengenai Pedidikan Tinggi dan Pertanian”.

Dr Ir Aceng Hidayat, MT yang juga ketua ICMI Orwilsus Bogor dengan gamblang mengeluarkan pendapatnya baik berupa kritikan, solutif maupun teknis untuk peradaban IPB dan Indonesia ke depan.

Sebelum acara bedah buku (launching) buku “Senandika” dimulai berkenan menyampaikan sambutan kritis dan solutif yaitu Prof Dr Arif Satria, SP, MSi dengan menyampaikan data kemajuan IPB secara nasional maupun internasional. IPB sudah banyak berkiprah dalam berbagai manfaatnya di dunia pertanian dan penelitian.

Baca :  Diah Hadaning Dalam Kaca Bening

“Untuk menghadapi gelombang revolusi itu, perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi pertanian, harus menyiapkan diri. Ia tidak boleh lagi menjadi hanya Menara Gading, yang menjulang tinggi, yang asyik dengan dunianya sendiri, dan abai terhadap realitas di luaran sana”, ungkap Arif Satria lebih jauh menyoroti pemikiran Dr Aceng Hidayat yakni dalam penelitiannya sebagai dokumen pemikiran.

Bukan hanya foto-foto sebagai dokumentasi peristiwa atau juga seperti diary sebagai dokumentasi perasannya”, ujar Arif Satria yang diberikan tepuk tangan meriah. Begitu juga yang mewakili Pemerintah Kota Bogor adalah Sekda Kota Bogor yang menjadi Alumni IPB Dr Ir Hj Syarifah Sofiah D, MSi.

Tiga dimensi identitas yang selalu dibahas dan diwujudkan untuk Kota Bogor yaitu Kota Bogor, Heritage City, karena banyak sejarah yang dijadikan pelajaran berharga dari masa lalu untuk diterapkan penuh bijaksana dan lebih baik ke depan. Identitas ke dua di Kota Bogor adalah Smart City yang amat bermanfaat untuk lebih berkelanjutan. Juga yang ketiga adalah Green City.

Baca :  Puisi Lara Menuju Pintu-Mu

Ditinjau dari pembangunan apapun di Kota Bogor harus memperhatikan Green City termasuk Green Transfortasion. Banyak manfaat dalam lokakarya ini sengingga Ibu Sekda Kota Bogor mengikuti sampai akhir lokakarya.

Sebelum para panelis maka penulis buku “Senandika” untuk diminta pandangannya. Menurut Dr Ir Aceng Hidayat, MT yang juga sebagai Sekretaris IPB University. Bahwa, “Universitas yang memiliki komitman untuk menyiapkan SDM kompeten sesuai bidangnya, tapi memiliki kesadaran tinggi atau urgensi pembangunan berkelanjutan (kader-kader lingkungan militant) dan pengembangan Sains dan Teknologi (Saintek) yang mendukung pencapaian pembanguman berkelanjutan/SDGs”.

Baca :  Lentera Adat Melayu

Kosep Universitas yang berkelanjutan adalah: Dimensi ekologis, Dimensi organisasi/perkembangan ekonomi, bisnis dan finasial, reputasi akademik juga karya inovasi kemanfaatan dan terakhir adalah dimensi kelembagaan dan kepemimpinan.

Moderator yang digawangi Prof Arief Daryanto sebagai Dekan Sekolah Vokasi IPB Univercity dengan lugas penuh kehati-hatian dalam mengimbangi pemikiran dari para panelis yang terdiri dari: Prof Dr Didin Damanhuri Guru Besar IPB, Prof Asep Saefudin sebagai Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, dan Dr Naufal Mahfudz sebagai Direktur PT BLST IPB.

Tanggapan dan masukan dari para dekan dan alumni IPB dengan antusias dan amat bermanfaat untuk dikembangkan. Setelah acara pokok Penyair ICMI Ramilus tampil dalam membacakan puisinya tentang perjalanan Dr Ir Aceng Hidayat MT. Acara sukses berkat Ketua Panitia, Prima Gandhi, SP MSi dan rekan-rekan.