Pemkot Bogor Siaga 24 Jam Usai Puluhan Santri Terpapar Covid-19

oleh -356 views
Pemkot Bogor, Siaga 24 Jam, Santri Bina Madani, Positif Covid-19, Pesantren Bina Madani
Para Santri menjalani test PCR yang difasilitasi oleh Pemkot Bogor di Pesantren Bina Madani, Kp Bakom Sari, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, pada Minggu, 6 Juni 2021 [File: W. Supriatna/ LEAD.co.id]

BOGOR (LEAD.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiagakan tim dari Satpol PP, Kepolisian dan TNI untuk melakukan pengawasan selama 24 jam usai sebanyak 32 santri di Pindok Pesantren (Ponpes) Bina Madani dinyatakan terpapar Covid-19.

“Kami siagakan tim untuk melakukan pengawasan terhadap Ponpes (Pondok Pesantren) ini,” Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim kepada tim LEAD.co.id saat di lokasi, pada Minggu (6/6/2021).

Dedie menegaskan, setiap warga maupun santri dan pengurus Pesantren Bina Madani yang keluar masuk harus didata terlebih dahulu oleh Satgas Covid-19 agar penyebaran Virus Corona bisa dikendalikan.

Baca :  Pemkot Bogor Serahkan Lahan di Cilendek Barat Untuk GKI Yasmin

Sebelumnya, sebanyak 32 Santri Bina Madani, Kota Bogor dinyatakan terpapar Virus Corona (Covid-19) setelah menjalani Test Swab Antigen yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, pada Kamis (3/6).

Tes Swab itu dilakukan terhadap 200 santri karena telah balik dari mudik lebaran di kampung halamannya. Sebanyak 32 santri yang terpapar Covid-19 langsung melakukan isolasi mandiri, dan sebagian dijemput oleh keluarganya.

Mendengar laporan tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama jajarannya pada Jumat (5/6) langsung mendatangi Pesantren dan meminta petugas untuk melaksanakan penyemprotan (sterilisasi) lokasi.

“Saya langsung perintahkan ke jajaran Satgas Covid-19 untuk terus melakukan pengawasan dan membuat posko bersama, bagi siapa saja yang keluar masuk harus didata,” tegas Bima.

Baca :  Pemkot Ngaku Tak Undang Wartawan, PWI Semakin Heran

Saat ini, seluruh Santri di Pesantren Bina Madani yang berlokasi di Kp Bakom Sari, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor ini menjalani test PCR yang difasilitasi oleh Pemkot Bogor.

“Hari ini kita lakukan test PCR oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor, untuk memastikan santri lain tidak terpapar,” kata Dedie.

Pasca libur lebaran kemarin, pihaknya mengaku khawatir dengan terjadinya penyebaran virus ini. Pasalnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan penyebaran Covid-19, bisa karena kerumunan atau dari kampung halaman (mudik).

“Ada kemungkinan terjadi penyebaran, ataupun kembalinya para santri, bisa juga di wilayahnya itu zona merah, hingga menjadi cluster,” ujar dia.

Baca :  Lestarikan Kebudayaan Sunda, DPRD Kota Bogor Bersinergi Dengan Pemkot Bogor

Dedie mengungkapkan, Satgas Covid-19 sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pondok Pesantren untuk memastikan hasil PCR yang dilakukan Pemkot Bogor bagi para Santri di Kampung Bakom Sari tersebut.

“Hasil test swab antigen yang selama ini, yang sudah kita tangani sebanyak 24 sudah di BPKP Ciawi dalam karantina,” ungkap dia.

Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *