Pemuda Mengamuk Saat di Tilang, Ternyata Membakar STNK

0

LEAD.co.id | Pemuda yang mengamuk saat ditilang beberapa waktu lalu kini amankan oleh Team Vipers Satuan Reskrim dan Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan, Jum’at (8/2/19).

Pemuda tersebut diketahui berinisial AS (Adi Saputra) 21 tahun asal Kota Bumi, Lampung yang bekerja sebagai penjual kopi di Jalan Letnan Soetopo, depan pasar Modern BSD, Kota Tangerang Selatan, selain merusak motor pemuda yang menjadi viral, juga telah membakar surat tanda nomor kendaraan (STNK).

 

Adi Saputra yang pada akhirnya di tetapkan menjadi tersangka karena pengrusakan dan penghilangan barang bukti oleh Polres Tangerang Selatan.

Kapolresta Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan.S.IK.MSI. di dampingi Kasat Lantas Polres Tangsel AKP. Lalu Hedwin, Kasatreskrim Polres Tangsel.AKP. A. Alexander.SH.S.IK. MM.MSI, pada waktu Konferensi Pers di Mako Polres Tangsel Jalan Promoter 1 BSD, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Tangsel menyampaiikan Kepada awak media bahwa, Tim Vipers Satreskrim dan Satpolantas telah mengungkap tindakan pidana yang dilakukan tersangka Adi Saputra.

Baca :  Baznas Tangsel Terima Bantuan Logistik Dari YCPI Untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Menurutnya, saat mengemudikan kendaraannya pelaku tidak memiliki SIM, tidak dilengkapi STNK, juga tidak memasang plat Nomor kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, dan melawan arus, jelas.AKBP Ferdy Irawan. Dari hasil penusuran polres Tangsel bahwa motor yang dirusak diduga hasil tindakan pidana penipuan atau penggelapan oleh tersangka D yang saat ini DPO, tutur Kapolres.

Lanjut Ferdy menjelaskan, motor yang berada di tangan Adi Saputra di ketahui adalah kepemilikan Nur Ichsan yang menggadaikan motor berikut STNK kepada tersangka D, namun tanpa seizin pemilik kendaraan, dijual melalui Media Sodisl seharga 3 juta rupiah.

Baca :  Antisipasi Banjir, Warga Cipondoh Makmur Adakan Kerja Bakti

“Plat nomor kendaraan B 6395 GLW yang terpasang pada motor tidak sesuai dengan plat nomor yang dipakai yaitu B 6382 VDL yang dipasang setelah dibeli dari rekannya Endi melalui COD medsos,” katanya oleh awak media

Sementara, Adi Saputra asal Kota Bumi  Lampung ini mengaku menyesali perbuatannya di hadapan petugas kepolisian sambil menangis sembari sungkem dan mencium tangan Bripka Oky, petugas Satpolantas yang menilang dirinya kemarin.

Dalam permohonannya Saya Adi Saputra, memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya bapak dari kepolisian karena perbuatan saya yang tidak terpuji, dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya juga berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah menegur saya agar tertib berlalulintas dalam berkendaraan, dan semoga permohonan maaf saya dapat diterima. ucap Adi saat Konferensi Pers di Mapolres Tangerang Selatan

Baca :  Peresmian Gedung dan Masjid Polres Tangerang Selatan Oleh Kapolda Metro Jaya

Akibat perbuatan tersangka dikenai pasal 263 KUHP, pasal 372 KUHP  atau pasal 378 KUHP jo pasal 480 KUHP dan atau pasal 233 KUHP atau 406 KUHP dengan ancaman hukuman sampai dengan enam tahun penjara dan Undang -Undang tentang Lalulintas. (Ahmad Sanusi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here