LEAD.co.id | Elemen masyarakat mengeluhkan lambatnya kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dalam penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19). Pasalnya, belum ada penampakan dari pihak Dinkes melakukan sterilisasi di pemukiman padat penduduk.
IN (27), salah seorang warga kelurahan Sempur, kota Bogor Tengah, mengeluhkan belum adanya penyemprotan (sterilisasi) dari Pemda setempat di wilayahnya. Padahal, lanjut dia, Bogor Tengah ini merupakan pemukiman padat penduduk, bahkan pernah ada kasus positif Corona dari mahasiswa yang kost disitu.
Lebih lanjut, dirinya mengaku heran dengan pola penanganan kasus Corona oleh Pemerintah Kota Bogor yang kebanyakan himbauan dari pada tindakan kongkrit, bahkan pihak Dinkes Kota Bogor belum melakukan apa apa. Padahal, kata IN, Kota Bogor telah ditetapkan sebagai wilayah Zona Merah terkait COVID-19, tapi kinerja Pemkot lambat.
“Kota Bogor itu termasuk ketinggalan dibanding kota lain seperti Surabaya, Jakarta. Mereka sudah ada tindakan seperti penyemprotan, pembatasan, dan lain lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bogor Tengah, H. Adam Malik merespon lambatnya kinerja Pemkot Bogor di bidang kesehatan masyarakat. Dirinya juga mengeluhkan pihak Dinkes Kota Bogor yang mengabaikan kepentingan masyarakat.
“Warga jangan dibuat panik dengan lambatnya penanganan penyebaran virus Corona. Seharusnya Dinkes Kota Bogor segera melakukan sterilisasi pemukiman warga padat penduduk. Dinkes jangan lambat,” tegas mantan Presiden Mahasiswa UIKA Bogor ini.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt Kepala Dinkes Kota Bogor belum membalas konfirmasi dari tim LEAD.co.id.





