Soal dana pembinaan dan pembinaan kebudayaan ini, saya pernah mendapat informasi melalui webinar IKKS se Indonesia dari Kepala Dinas Pariwisata Riau abang Yose Rizal dan abang Dr.Indra/Kadisbudpar Kuansing, bahwa jika tak salah saya mengutip, kata bang Yoserizal, bahwa sebenarnya banyak dana-dana APBN tersedia untuk pembinaan dan pengembangan kebudayaan tradisional daerah, akan tetapi selama ini usulan (proposal) program dan kegiatan seni budaya dari daerah Kabupaten yang masih sangat kurang, diterima oleh pihak Kementerian terkait.
Jadi persoalan kita saat ini adalah perlu adanya tenaga ahli sumberdaya manusia-birokrat dibantu tenaga pendamping konsultan bekerjasama dengan Toko masyarakat (Tokmas) / Budayawan untuk merancang proposal “desain program dan kegiatan seni dan budaya lokal- tradisional”, yang akan diwujudkan dalam bentuk sebuah proposal “Pembinaan minat-bakat Seni-budaya Generasi muda Kuansing” yang objektif dan rasional sesuai kebutuhan, yang selanjutnya proposal bisa diajukan komunitas masyarakat Seni-Budaya tersebut ke Pemerintah Pusat melalui Disparbud Kuansing dan Provinsi Riau.
Tokmas budayawan atau seniman, seperti yang sudah ada di Cerenti yang bisa diajak berunding oleh pejabat Dinas, tokmas budayawan Cerenti diantaranya adalah abang H. Syafrizal bin Syafii, adinda Yusrizal bin Rajinan, Rose binti Syafrizal dkk untuk mewujudkan gagasan pembinaan dan pengembangan Seni-Budaya daerah ini.
Gagasan pengembangan Sanggar Seni Teater dan Lukis pernah saya sampaikan kepada bang Syafrizal Syaf beberapa tahun lalu, ketika saya pulang ke Cerenti, akan tetapi hingga sekarang belum ada sentuhan Pemkab Kuansing sama sekali terhadap usaha-usaha yang dikerjakan adinda Yusrizal dan abang Syafrizal Syaf dengan Sanggar Seni-Sastra “Studio 16 YSR’ yang kini sdh bermilad ke 25 thn di Cerenti.
Mereka ini membina kader-kader muda sastrawan Melayu Cerenti, dan giat melakukan atraksi seni-budaya, menekuni pengembangan sastra daerah, tspi masih dalam skala kecil, terbatas dan atas swadaya, modal dan biayanya sendiri.
Padahal Sanggar Seni Lukis dan Drama (Teater) dan Seni suara (olah vokal) yang telah dilakoni para seniman Cerenti seperti bang Syafrizal Syaf (pensiunan guru PNS) dan adinda Yulizar AMd (guru kesenian SMAN Cerenti) telah melahirkan banyak karya lukisan, puisi, kader-kader seniman muda, rekaman video dengan para penyanyi anak-anak muda Melayu yang berminat dan berbakat.
Alhamdulillah itu semua mereka sudah laksanakan dgn baik dan sangat hasilnya yang bagus, dan video rekaman sudah menghiasi banyak media sosial di negeri ini.





