Penjahat Kelamin Ditangkap: Dua Kali Buang Mayat Perempuan

0
Penjahat Kelamin, Pembunuhan, Mayat Perempuan
Petugas Gabungan berhasil mengungkap kasus pembunuhan dua perempuan yang mayatnya di buang di wilayah hukum Kota Bogor dan Kabupaten Bogor [File: Detik}

LEAD.co.id | Aparat Kepolisian berhasil menangkap MRI, pelaku pembunuhan spesialis perempuan. Pembunuh berdarah dingin ini dua kali membuang mayat perempuan, pertama Sukaresmi, Kota Bogor dan kedua di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Dalam pengungkapan kasus ini, pihak Polresta Bogor Kota bekerjasama dengan Polres Bogor. Pasalnya pelaku melakukan aksinya dua kali, di wilayah hukum Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

”Tim Gabungan Reserse berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita muda terbungkus plastik hitam di (jalan raya) Cilebut, Tanah Sareal, Kota Bogor,” ungkap Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, pada Kamis (11/3/2021).

MRI, pemuda asal Bojonggede ini membunuh dua perempuan dengan modus yang sama. Kepolisian menyebut motif pelaku ingin melakukan kencan (seks) dan menguasai barang milik korban.

Baca :  HPN 2019, Presiden Resmi Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis

Korban pertama bernama Diska Putri (17), siswi SMK Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang mayatnya ditemukan terbungkus plastik hitam di Jalan Cilebut, Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Kamis (25/2). Sedangkan korban kedua yaitu Elysa Lisnawati (23), mayatnya ditemukan di Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (10/3).

Usai menyisir berbagai tempat, Polisi akhirnya menangkap MRI di tempat persembunyiannya, pada Rabu (10/3/). Kapolresta Bogor menjelaskan, pelaku pembunuhan dua perempuan ini ditangkap di Kota Depok, setelah tim reserse bekerja keras mengejar pelaku.

“MRI berada di persembunyiannya pada Rabu malam sekitar pukul 19:30 WIB,” kata Susatyo.

Baca :  Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Megamendung

Sebelumnya, warga Bogor dikagetkan dengan temuan mayat perempuan di depan toko material di Jalan Raya Cilebut, RT 02/03 Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, pada Kamis (25/2). Mayat tersebut ditemukan terbungkus kantong plastik hitam denhan kondisi kaki terikat.

Tidak cukup disitu, masyarakat kembali digemparkan dengan temuan mayat perempuan di Kampung Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, pada Rabu pagi (10/3). Mayat tersebut ditemukan tanpa identitas dan terdapat bercak darah dari mulut.

“Dari hasil pemeriksaan di dapati bercak darah dari mulut korban dan tidak terdapat identitas apapun yang di ketemukan,” ujar Kapolsek Megamendung AKP Susilo.

Baca :  Gelombang Protes Pembunuhan George Floyd Semakin Meluas

Kepolisian mengungkap, perkenalan MRI dengan korban dilakukan melalui media sosial. Setelah berkomunikasi beberapa kali, pelaku kemudian mengajak bertemu.

“Korban sempat dibawa jalan-jalan ke Puncak, kemudian dibawa ke penginapan, kemudian korban dihabisi,” kata Susatyo.

Pihak kepolisian memaparkan, saat ini penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut. Pasalnya, dikhawatirkan masih ada korban lain yang belum terungkap atas aksi penjahat kelamin ini.

“Khawatir ada korban lain, kita masih mendalami motif lainnya dengan memeriksa atau menelusuri jejak digital dari tersangka,” katanya.

Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here