LEAD.co.id | Keributan antar Ormas (organisasi kemasyarakatan) kembali terjadi di Kota Bogor antara oknum anggota Pemuda Pancasila (PP) dengan Barisan Benteng Raya Pajajaran (BBRP). Akibat itu, empat (4) orang korban melapor ke Polresta Bogor Kota, pada Kamis (11/3/2021).
Amin Abidin, anggota Ormas BBRP (saksi) mengaku diserang usai menghadiri undangan acara dari salah satu anggota ormas PP. Penyerangan dilakukan oleh 50 orang diduga anggota PP, saat dia dan sejumlah temannya mampir di Pos Cipaku, Bogor Selatan, pada Rabu Malam (10/3).
Menurutnya, sebanyak 4 orang dari Ormas BBRP mengalami sesak nafas, luka memar di wajah dan Kaki. Korban langsung dilarikan kerumah sakit PMI untuk melakukan perawatan dan visum.
Ketua DPC BBRP Kota Bogor Umar Dani menyayangkan insiden tersebut. Dia juga mengeluhkan pengurus PAC PP setempat yang ada di lokasi kejadian namun tidak dapat menghalau aksi anarkisme tersebut.
“Saya Selaku ketua DPC BBRP Kota Bogor menyerahkan sepenuhnya ke pihak yang berwajib,” kata Umar kepada Infokriminalcom.
Atas pelaporan itu, pihaknya berharap aparat Polresta Bogor Kota dapat menangani masalah ini secara obyektif agar ke depan terjadi masalah yang serupa di Kota Bogor.
Imam Rusmana, Ketua yayasan lembaga bantuan hukum (YLBH) Balad Pajajaran Jawa Barat yang mendampingi pelaporan kasus ini mengaku telah mengetahui indentitas para pelaku penyerangan tersebut.
Dia juga meminta pihak Kepolisian menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. “Kami akan tetap lakukan pengawalan kasus ini,” sebut dia menegaskan.
Saat berita ini diterbitkan, Tim LEAD.co.id masih berupaya mengkonformasi ke pihak terkait.
Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi





