Pertemuan Budayawan, Merespon Penataan Batutulis hingga CGM 2020

oleh -315 views
Budayawan, Merespon Walikota Bogor, CGM
Pertemuan Para Budayawan Sunda, di Palataran Pakujajar Sipatahunan (tempat alm. Ma Ageung), Kota Bogor, Selasa petang (4/2/2020)

LEAD.co.id | Para Budayawan Sunda menggelar pertemuan di Palataran Pakujajar Sipatahunan (tempat alm. Ma Ageung), Kota Bogor, Selasa petang (4/2/2020). Pertemuan ini merespon pernyataan Walikota tentang “bebenah” (penataan) Situs Batu Tulis hingga kegiatan Bogor Street Festival CGM 2020.

“Dulur-dulur di mandala ieu, pamugi aya dina panangtayungan Allah Swt. Aamiin. Patali sareng surat walikota ngeunaan ngabebenah situs batu tulis dianggap perlu ngariung pokeun nangtukeun lengkah kahareupna,” tulis edaran yang tertanda Budayawan Tjetjep Thoriq.

Tim LEAD.co.id melaporkan, hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya pemerhati Budaya Sunda Atma Wirya, Tjetjep Thoriq, Gatut Susanta, ki Bambang Ragajati, ki Ace, Abob (putra ma Ageung), Mama Arif, hingga panitia CGM Arifin Himawan.

Baca :  Suasana Persiapan Bogor Street CGM 2020

Saat dihubungi Tim Redaksi LEAD.co.id, Pemerhati Budaya Atma Wirya menyampaikan bahwa, kesimpulan pada pertemuan tersebut diantaranya, semua Budayawan sepakat dan wajib untuk guyub (kebersamaan). Setiap kegiatan apapun tidak perlu menonjolkan kelompok masing masing dan perlu didiskusikan, sehingga tidak terjadi buruk sangka dan negativ thinking.

Mereka meminta Pemerintah Kota Bogor, agar para Budayawan diikutsertakan terkait spesifikasi team pengelolaan Cagar Budaya.

“Budayawan tidak bodoh. Rata rata Sarjana dan tidak sebodoh yang dipikirkan,” ungkap Atma.

Para Budayawan mengharuskan Pemerintah Kota Bogor agar terbuka. Sedangkan terkait masalah budaya perlu didiskusikan dengan para budayawan, terutama Dinas Parawisata.

Baca :  Menteri Wishnutama: Gaungkan Seperti Bogor Street Fest CGM 2020

Namun, mereka sepakat untuk mencari kesamaan bukan mencari perbedaan. Karenanya, ika ada perbedaan selalu didiskusikan dengan argumen yang kuat dari beberbagai segi sehingga timbul kesepakatan. “Seperti pengertian Samida,” tambahnya lagi.

Karenanya, nantinya setiap Minggu atau setiap waktu berdasarkan kesepakatan akan dilakukan pertemuan para Budayawan beserta pihak yang terkait.

Selain itu, mereka juga menyepakati agar organisasi kebudayaan yaitu DK3B perlu direvisi dan menghidupkan fungsi visi misinya sehingga menjadi media komunikasi yang intens dengan pemerintah setempat.

Sedangkan terkait Bogor Street Festival CGM 2020, antara panitia dengan kasundaan sudah ada kesepahaman dan kesepakatan. Diharapkan Hotel, Mall, Restoran dapat terlibat lebih untuk nilai kasundaannya seperti musik kasundaan dan lainnya.

Baca :  Para Budayawan Demo Tolak Komersialisasi Kebun Raya Bogor

“Ini kedepannya tidak menunjukan budaya etnis Tionghoa tapi kasundaannya berbaur harmonis dalam segala kegiatannya,” terang Atma kepada LEAD.co.id usai pertemuan tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *