SORONG (LEAD.co.id) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mengantongi identitas sejumlah pelaku dan dalang bentrokan antar kelompok di Sorong, Papua Barat. Bentrokan maut ini mengakibatkan 18 orang tewas.
“Pelaku dalam kasus tersebut sudah teridentifikasi, namun belum dilakukan penangkapan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, pada Rabu (26/1/2022).
Ahmad menjelaskan, para pelaku diduga bertanggung jawab atas meninggalnya 18 korban jiwa dalam bentrokan tersebut. Kemudian, mereka juga dalang pembakaran tempat hiburan malam di lokasi kejadian.
“Untuk penyebab terjadinya kebakaran terhadap gedung karaoke masih dilakukan pedalaman dan penyidikan,” katanya.
Sebelumnya, Kapolsek Sorong Ary Nyoto Setiawan mengatakan, bentrokan terjadi pada Senin malam 24:Januari 2022. Akibat bentrokan itu, klub malam Double O dan sebuah kendaraan hangus terbakar
“Bentrokan terjadi tadi malam (Senin) pukul 11 malam. Ini konflik berkepanjangan dari bentrokan Sabtu,” kata Setiawan pada Selasa (25/1/2022).
Pihaknya mengaku mencoba mengevakuasi sebanyak mungkin orang, tetapi setelah petugas pemadam kebakaran memadamkan api, ditemukan beberapa mayat di klub malam tersebut.
Menurut dia, bentrokan terjadi akibat kesalah-pahaman antara kedua kelompok yang bertikai. Polisi mengaku telah mencoba menengahi antara kelompok itu dengan memanggil para pemimpin mereka.
Ahmad Ramadhan mengatakan, saat ini situasi di Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur sudah terkendali usai. Polisi, kata dia, telah berupaya agar peristiwa itu tidak terulang.
“Yang terpenting adalah Polda Papua telah mengendalikan situasi, tentu bagaimana kasus ini tidak berkembang,” kata Ahmad.
Ahmad mengatakan, kini petugas di lapangan sedang mengejar para pelaku yang terlibat dalam bentrokan, termasuk dalang di balik peristiwa itu.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi





