BOGOR (LEAD.co.id) – Tim panitia pengarah atau SC Musyawarah Nasional Purna Paskibraka Indonesia (PPI) ke Vlll, yang diketuai oleh Dedy Dharmawan, PPI 82 menggelar rapat verifikasi berkas persyaratan bakal calon ketua, di Selapak Mikro Shop, Jl Ir. H Juanda No. 10 A, Citarum, Kota Bandung, pada Minggu (21/11/2021).
Terkait itu, kontributor Lead berhasil mewawancarai satu dari tim SC tersebut yang merupakan salah satu tokoh PPI dari kota Bogor, Dr. Kun Nurachadijat.
Kun menegaskan bahwa apa yang disosialisasikan oleh tim SC dalam bentuk press conference adalah supporting action bagi terselenggaranya Munas.
Menyikapi munculnya Balon Ketum PPI yakni Gousta PPI 1984, sang incumben, dan Airin, PPI 1992 yang terekam dalam percaturan politik Indonesia sebagai mantan wali kota Tangsel dua periode, menurut Kun adalah bukti bahwa organisasi Purna Paskibraka Indonesia itu kini sudah menjadi salah satu Ormas matang yang sangat diperhitungkan.
Selain secara kuantitas, jumlah anggotanya yang selalu kian bertambah rerata 25.000 orang pertahun, juga secara kualitas PPI ini disesaki oleh mereka yang militan patriotis/nasionalis yang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan beragam profesi.
“Apa yang di press conference kan, itu akan disahkan oleh para peserta Munas PPI kelak di Desember 21, di Riau” terang mantan ketua PPI kota Bogor 1994/1996 dan 2009/2013 ini
“Jadi SC tidak memiliki kewenangan memvonis meloloskan atau tidaknya balon ketum, meskipun hasil verifikasi ada balon yang memenuhi persyaratan dan ada yang tidak memenuhi persyaratan, berdasarkan indikator hasil Rakor pimpinan PPI se Indonesia, tahun 2020 lalu,” tegasnya.
“Ini iklim Demokrasi, dan PPI harus menjadi katalisator Indonesia yang demokratis. Akan set back dan bumerang bagi PPI nya itu sendiri bila PPI malah mengebiri kedemokrasian yang tengah Indonesia bangun,” urai mantan ketua Presidium SMPT 1996-1998, pembidan Reformasi.
Kun berharap, PPI ke depan bisa lebih menjadi salah satu pilar utama bagi keutuhan NKRI, pemelihara dan pengawal cara pandang bangsa, yakni Pancasila.
“Saya sangat berharap agar proses penyelenggaraan Munas Vlll, 3 – 6 Desember 21, di Riau esok, berjalan lancar dan yang dihasilkan kelak akan menjadi tambahan aset bagi bangsa dan negara Indonesia dalam upaya membentuk karakter nasionalnya” ujarnya.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi





