Prof Fuad Amsyari: Cendekiawan Muslim Sejati

oleh -892 views
Fuad Amsyari, ICMI, Cendikiawan Muslim
Letjen H Alamsyah Ratu Perwira negara, Apendi Arsyad, Erwin Sya Msuar dan Prof H Anton Tinur Djaelani di Ruang Yayasan PSPi, di Ciawi, Bogor, 6 Maret 1986

Prof Dr dr Fuad Amsyari, pendiri ICMI, Dosen FK UNAIR dan Toko muslim Masjid Al Fallah, Surabaya. Terima kasih atas kiriman tulisan dakwah Islamiyah kepada saya. Tulisan tersebut berisi pesan luhur bahwa cukup besar tantangan ajaran Islam, yang dibawa Muhammad SAW sebenarnya bisa merubah kehidupan dan peta dunia sebagaimana fakta sejarahnya. Akan tetapi untuk era zaman Now, era digital, apakah mungkin bisa terjadi kembali seperti di zaman Khalifahirrosidin?

Prof Amsyari mengungkapkan dalam artikelnya, beliau agak pesimis, disebabkan pola beribadah umat Islam lebih menitik beratkan kepada ritual-ritual “bid’ah” yang mengada-ada kurang sejalan dengan spririt kandungan ayat-ayat suci Al Quranul Kariem, serta umat Islam tidak konsisten (istiqomah) menjalankan syariah Islamiyah sehari-harinya, terlebih dalam memilih pemimpin negara seperti Presiden, berkecenderungan sosok yang nasionalis sekuler. Menarik memang pesan dakwah Prof Amsyari, dan patut menjadi perenungan kita.

Pendapat dan pemikiran seperti itu, beliau sampaikan dalam forum komunitas muslim di New York Amerika baru-baru ini. Saya berpendapat pesan artikel dakwah Islamiyah tersebut, sekali menarik dan bahkan menggelitik kita untuk terus berpikir mencari solusi, mengapa kehidupan umat Islam berada pada posisi “marginal” terombang-ambing dalam arus sekularisasi dan kafirunisasi.

Alhamdulillah artikel tersebut sangat mencerahkan isinya bagi mereka yang sesungguhnya mau dan mampu memahaminya, insyaAllah bermanfaat untuk membangun sebuah kesadaran, agar umat Islam bangkit tidak menjadi mangsa kafirun dan munafiqun yang anti syariah Islam.

Saya sependapat dengan ide-ide mendasar (paradigmatik) dalam artikel tersebut, agar ummat Islam Indonesia merubah pola pikirnya (mindset), kemudian berikhtiar bagaimana meningkatkan kualitas SDMnya dengan menggeser orientasi ritual bidah ke ibadah-ibadah yang sejalan dgn spirit dan akidah Islamiyah yang bersumber pada Al Quran dan Assunnah (QnS), serta kita wajib waspada dgn gerakan-gerakan sekularisasi yang menghambat kemajuan ummat dan bangsa. Oleh karena itu kita teruslah berdakwah tanpa henti berbuat “amar makruf nahi mungkar” demi membela agama Islam untuk kemajuan umat dan bangsa.

Baca :  Mengenang Prof Sjafri Mangkuprawira dan Wakaf Bukunya

Masih ingat pak Prof Amsyari, saya Apendi Arsyad, pernah menjadi Ketua OC Seminar Nasional dan Forum Silaturrahmi Cendekiawan Muslim se Indonesia, “Menyongsong Masyarakat Industri dan Informasi”, yang mengambil tempat di Ciawi Bogor, yakni kampus Yayasan Pengembangan Islam (YPSPI) BHP Universitas Djuanda Bogor, tanggal 8-9 Maret 1986.

Prof Amsyari dari kampus UNAIR Surabaya, juga hadir bersama para Cendekiawan Muslim dari seluruh Indonesia, lebih kurang 200 orang dari berbagai latar belakang dan profesi, terutama jejaringan sosial “KAHMI Connection”, yang waktu kita “risau dan galau” melihat kondisi umat Islam Indonesia di era Orde Baru, dalam posisi terpinggirkan (marginal).

Forum silaturrahmi Cendekiawan Muslim tahun 1986, bersepakat melahirkan perkumpulan Forum Komunikasi Pembangunan Indonesia (FKPI) yang dipimpin oleh bpk Letjen (Purn) Achmad Tirtosudiro dan alm.bpk Adi Sasono, masing-masing selaku Ketua dan Sekjennya, sedangkan bpk Letjen (Purn) H.Alamsyah Ratu Perwiranegara (Menag dan Menko Kesra RI) diminta sebagai Ketua Dewan Penasehat FKPI.

Baca :  Selamat dan Sukses Prof Samsuridjal Djauzi

Beberapa tahun kemudian FKPI bermetamorfosis menjadi Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) yang didirikan di Kota Malang Jawa Timur, 7 Desember 1990, yang didahului Simposium Nasional “Umat dan Bangsa Indonesia Menyongsong Abad XXI.

Salah seorang Cendekiawan Muslim yang hadir di Malang thn 1990 itu adalah Bpk Prof.Dr Fuad Amsyari, seorang vigur dan sosok Cendekiawan Muslim asal Surabaya yg kritis dan vokal membela kepentingan ummat dan dakwah Islam, yang saya kenal.

Saya sering bertemu di forum nasional ICMI, Silaknas, Rakornas dan Muktamar ICMI, tetapi 2-3 tahun terakhir ini di era pandemi Covid 19 saya jarang bahkan tidak bertemu dgn beliau lagi. Tapi alhamdulillah, pada hari ini Rabu (9 November 2022), saya sungguh agak terkejut.

Saya mendapat pesan melalui WA, beliau japri saya dengan artikel yang beliau tulis tentang berdakwah di New York, USA, yang isinya sangat menggugah. Syukron, hatur nuhun bpk Amsyari atas sharing ide-idenya, sekalian menyambung silaturrahmi dan komunikasi antar kita, yang sempat terputus akibat pandemi Covid 19.

Saya sebagai yunior bpk.Prof.Amsyari, barang tentu banyak belajar dengan bpk sbg senior di ICMI yg sama-sama kita dirikan tanggal 7 Desember 1990 di kampus Universitas Brawijaya Malang Jatim, sekitar 32 yang tahun lalu. Mudah2an bpk Fuad bisa hadir di forum Silaknas ICMI, Milad 32 ICMI, yang rencananya diselenggarakan tanggal 3-4 Desember 2022 di Jakarta, di Gedung BPPT, ruang Prof BJ Habibie.

Baca :  Doa dan Perenungan buat Ongaku EA

Saya kebetulan diberi amanah oleh Ketum MPP ICMI, Prof Arif Satria sebagai salah seorang Wakil Ketua SC Silaknas ICMI thn 2022, sedang Ketua SCnya mas Dr.Priyo Budi Santoso.MP. Saya juga telah menulis saran dan masukan untuk Silaknas ICMI thn 2022, berjudul “Pesan Ideologis untuk Silaknas ICMI thn 2022” sudah dipublish di media sosial Lead.com.id beberapa waktu lalu.

Syukron Prof Amsyari atas kiriman artikelnya via WA japri kepada saya AA. Izinkan pula saya share beberapa tulisan saya sendiri untuk bpk Prof. Fuad Amsyari, seorang tokoh muslim, dokter yg saya kagumi, kritis, gigih berdakwah dan tetap istiqomah mensyiarkan ajaran DinnulIslam di tengah umat Islam di era destrupsi zaman Now.

Semoga bapak selalu sehat walaffiat, panjang umur, berbahagia selalu dan tetap bersemangat untuk menebar kebaikan dan kebajikan di tengah umat dan bangsa. Prof Dr dr Fuad Amsyari MKes yang saya kenal adalah seorang vigur Cendekiawan Muslim Indonesia yang sejati.

Salam buat keluarga dan para Sahabat Cendekiawan Muslim di Surabaya. Mohon maaf apabila ada kekhilafan dan kesalahan saya, terutama ungkapan bahasa yang tak berkenan dalam tulisan ini. Semoga Allah SWT memberkahi kehidupan kita, Aamiin-3 YRA
Wabilhit Taufiq Walhidayah Wr Wb.

Ciawi Bogor, 10 November 2022
Penulis adalah Pendiri-Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Wasek Wankar MPP ICMI; dan Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pegiat dan Pengamat Sosial