Oleh: Dr Apendi Arsyad
Bismillahirrahmanirrahiem….
Pagi ini Rabu tanggal 30/6-2021, saya sempat membaca koran Harian Umum (HU) Kompas, terbaca olehku pada halaman paling belakang “Sosok Samsurizal Djauzi”, dengan judul yang menarik dan menyentuh hati “Bekerja untuk Kemanusiaan”. Dengan kalimat ini semakin membuat penasaran dan tertarik untuk membaca tulisan dari mbak Atika Walujani Moerdjiono/wartawati Kompas tersebut, hingga selesai membacanya.
Memang saya pernah terbaca di HU Kompas beberapa hari lalu bahwa bapak yang hebat ini, termasuk salah seorang yang mendapat dan menerima penghargaan Harian Kompas sebagai Cendekiawan Berdedikasi tahun 2021. Bahwa yang saya tahu, itu sebuah penghargaan yang sangat selektif, kompetitif dan prestisius, yang ada di negeri ini
Saya mengucapkan selamat atas kesuksesan bapak Prof. Samsuridjal Djauzi (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Ketua Wanhat PPSN, konsultan dan pemimpin beberapa Yayasan Sosial, serta Kolumnis HU Kompas, etc). Saya merasakan ikut senang dan bangga atas prestasi bapak ini, karena saya salah seorang peminat dan penggemar membaca artikel-2 bapak Djauzi di harian Kompas pada kolom Konsultasi Kesehatan. Kita paham bahwa informasi kesehatan merupakan kebutuhan dasar (human needs) bagi setiap manusia, termasuk saya. Dengan pengalaman bapak yang begitu luas dan mendalam ilmu kedokterannya (saintis senior dan pesialis penyakit dalam/internist), dan diperkuat dengan penguasaan ilmu humanioranya yang mumpuni, semakin membuat saya suka “ketagihan” membaca karya ilmiah dan populer bapak Djauzi. Artinya saya tidak pernah melewatkan artikel2 yang bapak tulis di harian Kompas dengan narasi dan bahasa yang mudah dicerna pikiran dan masuk ke relung hati. Apalagi di saat-2 kita menghadapi pandemi Covid 19 yang telah lk 1,5 tahun berlangsung, yang membuat rakyat dan umat manusia gunda, merana dan sengsara, maka artikel di kolom Konsultasi Kesehatan HU Kompas sangat ditunggu-tunggu para pembaca setianya, termasuk saya salah seorang pelanggannya.
Dengan membaca artikel bapak Djauzi di HU Kompas, membuat saya mengenal namanya dengan baik, ingin bertemu, bersalaman dan berduskusi dengan orangnya, tapi sayang belum kesampaian juga. Pernah suatu waktu saya melihat bapak Prof.Samsuridjal di sebuah acara/ kegiatan diskusi forum Pusat Pengajian Strategi Nusantara (PPSN) di kampus UI Salemba Jakarta, dimana saya diajak sahabat saya alm. Dr.dr.H.Adi Teruna Effendi, Sp PD/Internist-senior, bergabung dan ikut aktif di grup diskusi PPSN tersebut, yang diketuai bapak Prof.Dr.Ir.Sar Sardy, MEng.Sc. Ketika itu bapak Djauzi bergegas untuk meninggalkan arena diskusi, dugaan saya ada kesibukan lain, sehingga saya gagal menghampiri bapak untuk bersalaman dengan berjabat tangan untuk mengenal lebih dekat dengannya.
Alhamdulillah, Rabu pagi ini (30/6-2021) Tuhan Allah.memberikan kesempatan kepada saya untuk mengenal lebih dekat siapa sebenarnya bapak Samsuridjal Djauzi itu yang saya kenal pemikirannya selama ini?. Setelah saya simak artikel Sosok Samsuridjal Djauzi: “Bekerja untuk Kemanusiaan”. Terus terang saya berkata jujur, saya AA kagum dengan karakter dan watak bapak yang hebat tersebut, dengan pengalaman yang luas dan kerja-2 pengabdian kemanusiaan (sosial) yang mantap dan luar biasa. Tidak berlebihan rasanya saya berkata bahwa Bapak Prof.Dr.dr.Samsuridjal Djauzi SpPD-KAI, FACP, yang lahir di Bukit Tinggi Sumbar 3 Mei 1945, “urang awak” ini merupakan sosok atau vigur yang sangat pantas dan layak menjadi suritauladan, tokoh panutan (roles model) bagi kita semua.
Sejumlah fakta dinarasikan oleh wartawati Harian Kompas bahwa bapak Djauzi memiliki sejumlah pengalaman pengabdian seperti kepeloporannya dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Indonesia, Pemimpin RS Kanker Darmais Jkt, mengajar dan membimbing mahasiswa FKUI dan PTS lainnya sebagai.kader-2 dokter yang berperikemanusiaan, peneliti dan penulis karya ilmiah sains kedokteran internis yang produktif dan di publikasikan dalam jurnal-2 ilmiah nasional dan internasional, aktivis IDI dan penasehat/pakar organisasi profesi; penulis Konsultasi Kesehatan HU Kompas yang rutin- produktif, dan beliau juga masih meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk memgelola Yayasan Sosial untuk membina para pemuda desa dalam bidang kewirausahaan dan kesehatan. Hal ini yang membuat saya kagum dengan sosok yang berakhlaqulkarimah ini, bapak Samsuridjal Djauzi.
Allah SWT juga menganugerahi kepada Beliau, sebuah keluarga yang penuh diselumuti rasa kasih-sayang (sakinah mawaddah warohmah) antar sesamanya, keluarga bahagia dengan melahirkan.dan berhasil mendidik anak dan cucu-2nya.menjadi orang-2 hebat.yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negaranya. Semangat bekerja untuk kemanusiaan sudah mendarah daging di dalam keluarganya, dimana putra-putrinya menjadi dokter spesialist. Begitu.pun 3 dari 5 cucunya bapak Djauzi mengikuti jejak kakeknya sebagai pengabdi kemanusiaan, yakni mereka belajar di FKUI Jakarta, “kreen and mantuul” sebuah fenomena yang sangat langka kita temukan di masyarakat…Subhanallah walhamdulilah walaillahaillah wallahu Akbar….Selamat dan sukses bapak Samsuridjal Djauzi, vigur idolaku dan insyaAllah juga panutan kita semua.
Semoga Allah SWT melindungi dan menolong hamba-2Nya yang beriman, bertaqwa kepada Allah SWT dan gemar berbuat kebajikan untuk kemanusiaan.. Amiin-3 YRA.
Mohon maaf jika ada kata dan bahasa yang saya gunakan kurang berkenan di hati para pembaca sekalian.
Penulis adalah Pendiri-Dosen/Assosiate Professor pada Prodi Agribisnis Faperta Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, Pendiri-Ketua Wankar ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri-Ketua Dewan Pembina Yayasan Pengembangan Insan Cita Bogor, Aktivis Ormas dan LSM, serta Pemerhati Sosial/ anggota PPSN





