BOGOR (Lead.co.id) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor Periode 2021 – 2024 telah resmi dilantik, di gedung DPRD Kota Bogor, pada Kamis (24/2/2022). Pelantikan dilakukan dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Kota Bogor.
Puncak peringatan HPN 2022 Kota Bogor tersebut telah digelar selama dua hari. Hari pertama atau Rabu (23/2), diisi pameran foto bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor. Hari kedua, dilaksanakan pelantikan pengurus PWI Kota Bogor yang dipimpin oleh Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat.
Prosesi pelantikan disaksikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Ketua DPRD Kota Bogor dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Bogor lainnya. Hadir sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor serta organisasi kepemudaan dan Kadin Kota Bogor.
Ketua PWI Kota Bogor, Aritha Utama Surbakti menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan puncak peringatan HPN dan pelantikan pengurus PWI di lembaga wakil rakyat Kota Bogor.
Dalam momentum pelantikan pengurus PWI di ruang Paripurna itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengaku teringat tahun 2019 saat dilantik sebagai Ketua DPRD. Karena itu, dia juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas peringatan HPN yang dipusatkan di gedung tersebut.
“Kegiatan puncak HPN yang dipilih oleh PWI memiliki arti yang cukup dalam, pameran foto lomba foto dan lomba video dan juga kesenian sunda, pameran foto untuk mengingatkan kita bahwa kita sudah melewati berbagai upaya masa sulit masa berat ditengah pandemi,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya. Menurutnya, pelantikan pengurus PWI itu dilakukan di tempat yang sakral atau ruang paripurna DPRD Kota Bogor. Karena, di lokasi tersebut nasib warga diputuskan.
“Ruangan ini tuh sakral, di sini nasib warga diputuskan, kalau di balaikota cuma direncanakan, cuma dibahas dan dikoordinasikan, tapi diputuskan di sini, jadi ini betul-betul sakral,” ujarnya.
Profesionalitas Wartawan
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat menyampaikan, profesionalitas wartawan saat ini sudah mulai dikritik. Karenanya, usai dilantik dan disumpah, para pengurus PWI Kota Bogor harus menjalankan fungsi dan tugas secara profesional sesuai kode etik jurnalistik dan UU Pers.
“Kita juga ada banyak aturan yang mengatur di antaranya adalah Undang Undang (UU) Pers. Selama anda menjalankan itu, saya yakin Anda bisa profesional,” kata Hilman usai prosesi pelantikan PWI Kota Bogor.
Dia menambahkan, salah satu kritik yang disampaikan kepada wartawan, adalah lemahnya media terhadap isu lingkungan, kurangnya tulisan yang ramah terhadap disabilitas dan kebudayaan. Karenanya, dia meminta jurnalis untuk memenuhi tanggung jawabnya, bukan sebatas mengejar klik.
“Saya berharap banyak teman-teman pers jurnalis di sini, mulai berpikir ulang lagi kalau pers bukan konten kreator. Anda itu jurnalis, jurnalis itu punya tanggug jawab, itu bukan hanya sekedar mengejar klik tapi juga tanggung jawab yang lebih besar,” tambah dia.
Hilman juga berharap, PWI Kota Bogor bisa saling bahu dan membantu bersinergi untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, dia juga mengingatkan tentang semangat jurnalistik untuk menjaga fungsi dan tugasnya.
“Karena kalau pers tidak bisa mengkritik memberikan masukan itu bukan fungsi pers,” kata Hilman.
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi





