Saatnya Peternak Naik Kelas di Tengah Pandemi Covid-19

0
Tebar Hewan Kurban, Peternak, Dompet Dhuafa
Program Tebar 999 Hewan Kurban bergulir sejak 1994, kemudian di 1998 ditetapkan menjadi Tebar Hewan Kurban (THK)

LEAD.co.id | Tebar Hewan Kurban (THK) telah mengubah budaya berkurban di Indonesia. Sejak 1994, Dompet Dhuafa berhasil mengubah paradigma tentang zakat, telah mengubah budaya dan perilaku para pekurban. Dalam rangka memberikan kemudahan dan kepuasan kepada para pekurban, Tebar 999 Hewan Kurban bergulir sejak 1994, kemudian di 1998 ditetapkan menjadi Tebar Hewan Kurban (THK), telah didaftarkan di Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI 2016, Selasa (21/7/2020).

Dengan program tersebut, Idul Adha (Kurban) tidak hanya dirasakan oleh kawasan-kawasan perkotaan saja, namun juga secara merata menyebar ke pelosok-pelosok Indonesia. Bahkan ke pulau-pulau kecil yang sulit sekali untuk diakses. Program Tebar 999 Hewan Kurban meluncur dengan ide segar, yaitu para pekurban hanya menyerahkan sejumlah dana kepada Dompet Dhuafa untuk membeli hewan, sekaligus memberi kepercayaan untuk menyembelihnya di tempat-tempat terpencil.

Baca :  Budhy Tekankan Kesetiakawanan Sosial dalam Melewati Masa Pandemi

“Dalam perjalanannya THK tetap dengan idealisme awalnya yaitu memberdayakan peternak. Hewan kurbannya tetap disembelih di pelosok desa dan kawasan terpencil (kini juga ke mancanegara). Seluruh dagingnya diterima oleh para mustahik. Tahun ini, kami berketetapan untuk memotong rantai pasok bandar besar dan blantik. Jika mereka berminat membantu, mereka bisa jadi investor, dengan porsi keuntungan yang kami atur besarannya. Jadi, semangatnya adalah memberdayakan peternak,” jelas Zainal Abidin Sidik, selaku ketua THK Dompet Dhuafa 1441 H.

Kini, memasuki usia Dompet Dhuafa yang ke 27 di tahun 2020 ini, Program THK terus bergulir. Namun tentu dengan perubahan dan inovasi-inovasi baru lainnya. Terlebih THK tahun ini berada di tengah situasi yang sangat tidak biasa, karena masa wabah pandemi Covid-19 belum berakhir.

Baca :  Dompet Dhuafa Panen Perdana Padi Organik di Tengah Corona

Dalam hal ini, aspek ekonomi dan kesejahteraan para peternak maupun penerima manfaat menjadi sorotan yang sangat penting. Dalam perjalanannya THK tetap dengan idealisme awalnya yaitu memberdayakan peternak. Hewan kurbannya tetap disembelih di pelosok desa dan kawasan terpencil (kini juga ke mancanegara) serta Seluruh dagingnya diterima oleh para mustahik. Untuk memenuhi target THK 2020, ribuan domba, kambing dan sapi tengah dipersiapkan oleh para mitra peternak.

“Tentu saja, ada bagian keuntungan untuk investor, tapi porsi keuntungan terbesar dialokasikan untuk para peternak. Kami memang mengelola THK sebagai sebuah bisnis. Bisnis yang memberdayakan sesama dan tetap bermanfaat bagi banyak orang. Kolaborasi yang kami inisiasi, insyaa Allah menguntungkan semua pihak yang terlibat. Terpenting, para peternak naik kelas,” tutup Zainal.

Baca :  1000 Paket Sembako Siap Dibagikan: Bentuk Nyata Kepedulian Bersama

Sumber: Humas DD
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here