Sambut Tahun Baru, IKRAR Bahas Proyeksi Pendidikan 2021

oleh -549 views
Tahun Baru, IKRAR, Webinar, Proyeksi, Pendidikan
IKRAR menyelenggarakan Webinar terkait Proyeksi Pendidikan 2021

LEAD.co.id | Dalam rangka menyambut Tahun 2021, Ikatan Alumni Luar Negeri (IKRAR) menyelenggarakan webinar bertajuk “Learning Outlook: Boosting Education Quality From International Perspective” melalui aplikasi Zoom, Minggu (27/12/2020).

Acara tersebut diadakan atas kolaborasi dengan PPI Dunia, Mata Garuda LPDP dan Indonesian Diaspora Network Global (IDN Global).

Kegiatan tersebut mengundang 4 narasumber dan 1 keynote speaker di antaranya Dr. Dwi Larso selaku Wakil Direktur LPDP selaku keynote speaker, dan para pembicara yaitu: Bramantyo Suwondo mewakili Komisi X DPR RI, Said Zaidanyah sebagai Presiden IDN Global, Choirul Anam selaku Koordinator PPI Dunia, dan Satya Hangga Yudha W.P. sebagai Sekjen Mata Garuda LPDP.

Sebagai pembuka acara, Hakam Junus selaku Inisiator IKRAR, menyampaikan bahwa IKRAR ke depannya akan menjadi wadah bagi para putra/putri Indonesia alumni universitas luar negeri lintas almamater, lintas negara tujuan studi dan lintas generasi dalam berkontribusi untuk Indonesia. 

“Kegiatan ini merupakan rangkaian acara IKRAR untuk membahas isu-isu strategis nasional dalam tajuk Indonesia Outlook ditahun 2021 yang dimulai hari ini dari sisi pendidikan, lalu akan dilanjutkan ke sisi ekonomi dan ekonomi syariah, Pancasila dan keberagaman di Indonesia, peranan generasi milenial di dalam kepemimpinan nasional, hingga menuju pada Konres Pertama IKRAR di tahun 2021”, lanjut Hakam. 

Baca :  Pendidikan yang Lelah

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Tim Dewan Transisi IKRAR, James Reinaldo Rumpia. Menurutnya, webinar pendidikan yang dibuat sebagai wujud perhatian IKRAR terhadap aspek pendidikan Indonesia. 

“Acara ini tidak hanya berfokus pada perspektif namun juga tantangan dan prospek pendidikan Indonesia di tahun 2021,” ujar James.

Acara dibuka oleh Dr. Dwi Larso menekankan pentingnya kualitas dan kuantitas pendidikan. Utamanya di saat pandemi, pendidikan Indonesia sangat membutuhkan urun angan dari banyak pihak.

“Mahasiswa alumni luar negeri harus menjadi solusi pendidikan di Indonesia dan LPDP siap untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan baik disektor pendidikan tinggi dan sektor pendidikan non-formal khususnya bagi para penyandang difable dengan mengutamakan pemerataan penyebaran penerima beasiswa di seluruh wilayah Indonesia” pungkas Dr. Dwi Larso

Baca :  800 Siswa ikuti MLPS Jaya Buana

Selanjutnya, Bramantyo Suwondo selaku pembicara kedua menjelaskan ada 4 masalah pendidikan yakni rendahnya kualitas pembelajaran, infrastuktur yang minim, rendahnya kualitas guru, dan kesenjangan pendidikan. 

“Pada saat Covid-19 melanda Indonesia, hal ini memperburuk kondisi pendidikan di Indonesia yang mengakibatkan terjadinya learning loss,” Tandas Bramantyo.

Seterusnya, Presiden IDN Global mendorong adanya transfer knowledge antara alumni luar negeri dengan masyarakat Indonesia.

“Dengan banyaknya lulusan luar negeri diharapkan bisa meningkatkan hard skill dan soft skill bagi para generasi muda Indonesia, khususnya di perguruan tinggi ” ungkap Said Zaidansyah, Presiden IDN Global.

Berikutnya, Koordinator PPI Dunia, Choirul Anam menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang masuk era bonus demografi. Di mana penduduk usia produktif menjadi mayoritas. 

“Dengan adanya bonus demografi, hal ini perlu dimanfaatkan oleh Indonesia sebagai momentum titik balik kebangkitan pasca pandemi, untuk meningkatkan produktivitas bangsa, pelajar-pelajar Indonesia di PPI merupakan asset yang siap mendukung pemerintah dalam hal ini” ujar Choirul Anam.

Baca :  MoU DD dan ITB Ahmad Dahlan, Tingkatkan Pendidikan Migran Indonesia

Terakhir, Satya Hangga Yudha W.P selaku Sekjen Mata Garuda LPDP mendorong agar dunia pendidikan bisa beradaptasi dengan segala keterbatasan yang ada akibat pandemi.

“Menyambut tahun 2021, dunia pendidikan perlu menyiapkan sistem pembelajaran di awal tahun sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tungkas Hangga.

Sebagai penutup, semua pembicara sepakat agar kementerian pendidikan dan kebudayaan mempunyai peta gerak (roadmap) pendidikan Indonesia yang jelas pasca pandemi usai. 

Hal ini diperuntukkan agar masyarakat bisa melihat secara gamblang terkait arah pendidikan Indonesia mendatang.

IKRAR sendiri merupakan sebuah wadah berjejaring bagi alumni Perhimpunan Pelajar Indonesia di level Dunia (PPI Dunia) dan PPI Negara yang berjumlah 60 negara tujuan studi mahasiswa Indonesia diseluruh dunia dan WNI alumni luar negeri lainnya. 

IKRAR berdiri atas inisiasi kepengurusan PPI Dunia periode 2019/2020 dan dengan dukungan dari Simposium PPI Dunia 2020 yang dihadiri oleh perwakilan dari 60 PPI Negara.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: IKRAR/ Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *