Sang Bintang di Langit

oleh -444 views
Sang Bintang di Langit, Literasi Kota Bogor, Rida Nurdiani, Cita cita
Rida Nurdiani, Pegiat Literasi Kota Bogor

Oleh: Rida Nurdiani

Pada umumnya, orang menyukai bintang dan rembulan di langit. Selain mengandung makna filosofis juga sebagai pribahasa dalam menggantungkan cita-cita setinggi langit. Adalah wajar hal tersebut diungkapkan. Hanya manusia sebagai makhluk berakal yang memiliki cita-cita.

Dalam narasi yang kubuat ini adalah non-fiksi dimana terjadi saat ini bagi diriku. Sudah menjadi nenek tentu, dikaruniai 2 anak laki-laki dan kini dianugrahi 3 cucu perempuan semua dari anak laki-laki.

Cucu pertama cukup lincah dan aktivitasnya lumayan tinggi karena tumbuh dari dirinya sendirinya. Cucu yang berikutnya adalah lahir kembar 2 putri. Tentu orang tuanya sangat sumringah. Begitu juga saya amat senang walau menambah tenaga untuk menjaganya. Benar kata pepatah “menyayangi cucu lebih dari anak sendiri”.

Hal tersebut terbukti, tak mengenal jika sang bayi ingin nenen atau tidak betah karena pipis atau apapun yang terjadi menyangkut ke cucu. Langsung bergerak dan siaga. Bahagia tentu mengalahkan rasa cape dan lelah. Aku PNS dan guru di SMPN 20 Kota Bogor, belum lagi disibuki tugas kuliah S2. Semoga semuanya lancar-lancar saja.

Tatkala malam tiba, terkadang si kembar meronta dan menggoda sambil menangis, ingin digendong. Anehnya jika sudah digendong terdiam dan tertidur dipangkuanku. Tentu tatkala menggendong tak terasa sembari di gerak-gerak dan bernyanyi sebisanya. “Dung indung.. gera geude gera jangkung….”. Terkadang kubergumam seperti membacakan puisi dengan lirik sekenanya. Ha…ha…indah hidup ini jikalau dirasakan dengan penuh keikhlasan.

Baca :  Forum Sastra Bogor Adakan Kegiatan di Hari Puisi Indonesia 2022

Keluarga itu ibarat mutiara yang tentu saja harus dijaga dan dirawat atau diperlakukan seperti mutiara. Semua tergantung dari kebersihan jiwa dan pikiran kita. Jika ada kesulitan itu teknis semata bisakah kita mengatasi semuanya. Mungkin juga kita harus sabar hadapi cobaan. Apalagi bagi ibu-ibu karier, kesibukan yang luar biasa tetap kita harus bisa mengatasi.

Pekerjaan adalah pilihan yang bisa kita kerjakan. Tidak juga harus berhenti berhenti. “Pepatah mengatakan “Ditinggalkan sayang.. dikejar malang….”. Banyak cara yang bisa dilakukan jika mampu mengatasi dan membagi waktu dengan keluarga. Komunikasi dan terbuka merupakan cara ampuh. Begitu juga keluarga jika sudah diberikan pemahaman dan pengertian akan menjadi satu tujuan yaitu, keluarha yang “sakinah, mawadah, warohmah”.

Belum lagi jika ada tugas kantor ke luar daerah tugas karier dan tuntutan komunikasi akan  menghentikan kebekuan cara pandang dalam menyikapi persoalan. Tidak menjadikan “kapal pecah!” bahkan akan ternikmati dibuatnya hingga menuju dermaga dengan selamat.

Saya terkadang tidak diam tatkala waktu istirahat di sekolah, sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah bisa membagi waktu saat jam istirahat tiba. Mengurus organisasi Forum Sastra Bogor atau organisasi lainnya semua bisa dilakukan penuh tanggungjawab. Rasa sabar dan berfikir positif akan menjadi obat yang membuat diri kita sehat dan tetap mengasah kecerdasan dengan banyak membaca.

Baca :  Festival Sastra Anak Bangsa

Oleh karena itu, di kotaku dimana aku tinggal juga diamanahi sebagai pegiat literasi. Menerima diskusi bahkan terkadang menjadi pembaca puisi dan presentase dalam seminar yang dimintakan sebagai nara sumber. Wah.. seperti order saja… belum diminta jadi juri dan membahas tema dialog di radio yang telah ditentukan oleh RRI Bogor (live).

Maka komunikasi via Hp atau membuka WAG akan menambah ilmu dan informasi baru. Cita-cita tidak boleh terhenti, “gantungkan cita-citamu di atas langit anak-anak?”. Begitu ungkapnya saat ada di depan kelas.

Guru adalah pilihan profesi yang sangat tepat buatku. Guru bisa melakukan pekerjaan di luar profesi alias menambah ilmu baru dan pengalaman baru. Guru adalah pekerjaan yang mulia jika kita lakukan penuh keikhlasan dan sesuai harapan. Tidak boleh kita melakukan profesi tersebut penuh sia-sia.

Budayawan Bogor sering kali menyampaikan uga atau kalimat bijaksana dari Raja Sunda dalam berbagai kesempatan, “Di nu kiwari ngancik nu bihari seja ayeuna sampeureun jaga”. Apa yang kita rasakan dan nikmati hari ini adalah pekerjaan orang atau generasi masa lalu, dan apa yang kita kerjakan hari ini adalah bekal untuk anak cucu kita ke depan.

Tidak pernah berhenti dalam berpikir yang positif, bekerja yang bermanfaat untuk generasi akan datang. Jadilah kita lilin yang mampu memberikan penerangan untuk orang lain di tengah kegelapan. Cinta dan cinta seiring dengan kebaikan menuju kebajikan. Katakata bijak terungkap kembali di tengah situasi yang kurang normal, covid 19. Kita tetap saling menjaga dengan penuh rasa silih asih, rasa silih asah dan silih asuh.

Baca :  Perpustakaan Mencetak Generasi Emas

Di sekolah tentu anak-anak menerima hambatan belajar di rumah. Terkadang kita sebagai guru harus bisa menerima kekurangan orang lain. Kita tetap bijak penuh kecermatan dalam memahami sutuasi dalam kondisi apapun.

Keluarga adakalanya menjadi prioritas utama, yakni mengedepankan pendidikan bagi anak-anak. Aku tentu bersyukur ke dua anak-anakku menyandang pendidikan sarjana (S-1) dan sudah bekerja di Perusahaan BUMN. Dari sini pendidikanku untuk magister S-2 agak telat, namun tetap semangat untuk menjadi contoh bahwa belajar tidak boleh terhenti sampai di sini. Long life education bahwa terus menerus untuk menambah ilmu pengetahuan.

Tentu sangat nampak bagi seseorang yang mengenyam pendidikan tinggi dalam cara bergaul, etika maupun saat berbicara. Begitu juga dalam mengelola emosi dan memahami persoalan sehingga bisa dilakukan secara arif dan bijaksana. Maka dari itu, keluarga tetap diutamakan keluarga dan tatanan kehidupan serta karier juga menjadi prioritas. Maka jadikanlah keluarga adalah surga serta universitas dalam meraih cita-cita.

 

Penulis adalah tokoh literasi di Kota Bogor, pernah mendapat Tanda Kehormatan dari Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo berupa “Satyalancana Karya Satya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *