Alhamdulillah. Seminar Kembalikan (BDU) Bogor Dayeuh Ulama terlaksana dengan baik, sebagian besar nara sumber (narsum) hadir dengan paparan materi yang cukup menggugah dan menarik. Para pesertanya pun relatif banyak dan beragam, berasal dari sejumlah kalangan profesi dan ormas-ormas, terutama Ormas Islam, baik pria dan perempuan jumlahnya berimbang.
Pun ada beberapa ulama Bogor juga hadir, diantaranya Dr KH Mahyudin Junaidi (tokoh panutan saya dari MUI Pusat), Ustad Daud, Ustad Ray Iskandar, Ustad W Dhani, ustad Imam Syafii, Ustad Irfan tokoh penggerak BDU. Hadir juga dalam seminar BDU yaitu Ketua Orda ICMI Botim/Ketum DMI Kabupaten Bogor, Kang Iwan Kurniawan dkk, budayawan kita, uda S Ramelius dkk, dan Pimpinan Orsat-Orsat ICMI Kota Bogor, Botim, Boteng dll.
Hatur nuhun kang Rd Ace Sumanta (Ketua OC Ssminar, Waket MPW ICMI Orwilsus Bogor) dan Cak Dillah (sekum ICMI Bgr dan moderator seminar BDU) atas share gambar kegiatan Seminar BDU di kampus UNPAK Bogor, Sabtu 29 Juli 2023, kemaren.
Saya mengucapkan selamat dan sukses serta terima kasih atas kerja ikhlas dan cerdasnya. Akan tetapi saya peroleh gambar gambar aktivitas rangkaian seminar BDU justru ngak ada seperti presentasi 5 narasumber, para peserta yang bertanya, etc.
Simbol simbol ICMI sangat kurang disebut dalam acara seminar, bahkan penyebutan ICMI Orwil Khusus sebagai penyelenggara “lupa”. Padahal yg mengundang dipakai kop surat ICMI. Acara pembacaan puisi terlalu banyak memakan waktu, sehingga membuat alokasi waktu presentasi dan diskusi berkurang. Mudah mudahan kedepan, harapannya, tidak terjadi seperti itu lagi, jangan melenceng dari agenda pokok semula yakni seminar BDU.
Demikian saya menyampaikan beberapa kritik dari teman teman peserta Seminar BDU, terutama dari aktivis ICMI Orwilsus Bogor. Jadi acara ini topik Kembalikan Bogor Dayeuh Ulama agak kabur bahkan “tenggelam”, bahkan konten penghargaan literasi lebih mendominasi. Kriteria kriteria penghargaan tersebut kita pun tidak tahu dan tak paham. Sekedar saling mengingatkan kepada kebenaran dan menegakan etika berorganisasi.
Alhamdulillah, sebenarnya cara Seminar BDU dilihat secara keseluruhan cukup bagus dan bermakna, kini tinggal kita menyusun prosiding seminarnya BDU agar jangan sampai gagasan-bagus dan sejumlah rekomendasi “menguap begitu saja ditelan bumi”, terutama materi Keynote Speaker oleh Rektor UNPAK Bogor, Prof Didik Notosujono, bicara bahwa para pemimpin adat dan raja raja Siliwangi-Pakuan itu penganut Islam yang taat, mohon materi sambutannya dan materi 5 pemakalah jangan hilang.
Syukron barakalah.
Penulis adalah Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, pencetus dan penginisiasi pertama kali ide dan opini BDU, dan salah seorang Narsum seminar dengan topik khusus makalahnya “Kembalikan BDU”





