Oleh: Apendi Arsyad
Terima kasih kmd Uwai di Pku City, yang telah menposting sebuah lagu Melayu Riau tempo doeloe, enak nian lantunan syair lagunya didengar di telinga, membuat kita tersenyum-senyum.
Juga yang menarik dilihat sejumlah gambar yg menjadi background postingan video lagunya, berupa permainan tradisional di perkampungan desa Melayu Riau. Gambar-gambar tersebut, mengingatkan saya bermain-main teman sebaya, semasa kecil di desa Kampung Baru Cerenti Kabupaten Inderagiri Hulu Riau (kini setelah reformasi, sejak thn 1999 telah berubah menjadi Kabupaten Kuantan Singingi).
Enak betul didengar dendangan lagu Melayunya, memang merdu suaranya. Bait demi bait syair lagu Melayu yang didendangkan membuat hati ini menjadi terhibur, tersenyum dan pikiran pun melayang ke kehidupan masa tempo doeloe, mengenang kehidupan masa kecil di kampung, desa tempat kita dilahirkan, dididik dan dibesarkan.
Memang lagu Melayu Riau, syairnya sedap, ada pesan akhlaq dan moralnya yg islami, yang mengisahkan kehidupan bermain sesama teman di masa kecil, kanak-kanak tempo doeloe di kampung, desa tempat kelahiran.
Berbagai permainan tradisional muncul gambarnya dalam video tersebut seperti: main gasiang, main bola di pasir pinggir sungai, mandi terjun-terjunan sesama teman di tebing sungai (ingat jembatan besi sungai Lingkaran dekat rumah di Bukit Gudang Cerenti).
Ada pula diposting gambar permainan karung dan botol, lomba sepatu bakiak, bermain klereng, duit-2an dari kertas bungkus rokok, tembak-2an/perang-2an menggunakan “senjata” pelapa pisang, bermain tali dengan melompat-lompat menggunakan seutas tali, bermain “stengkak”, engrang (bermain bambu yg berkaki tinggi), dan lain-lain.





