Sekilas Info SBH Pelabuhan Ratu Sukabumi

oleh -713 views
Kenangan, Perjalanan, Cidolog, Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Oleh: Apendi Arsyad

Alhamdulillah, setelah selesai menunaikan tugas akademik Pengabdian pada Masyarakat (PPM) oleh para dosen Agribisnis Faperta UNIDA, Bogor kemaren Minggu 19 Desember 2021 di desa Cidolog, Kecamatan Cidolog Kabupaten Sukabumi. Kami rombongan peserta PPM setelah bertemu dengan para petani Pepaya California selama 3-4 jam di desa Cidolog Sukabumi berangkat ke Pelabuhan Ratu. Bakdah magrib kami menuju pelabuhan Ratu untuk menginap dan istirahat di Grand Inna Samudera Beach Hotel (SBH) yang sudah dipesan beberapa kamar untuk beristirahat.

Perjalanan Cidolog ke Pelabuhan Ratu memakan waktu lk 7 jam, tiba pukul 00.30 WIB malam di SBH. Saya dkk istirahat sejenak di kamar, setelah bebersih diri dan sholat fardhu, sebahagian sempat bertadharus Al Quran sebelum tidur ke peraduan.

Alhamdulillah kebagian kamar 611, karena capek, lelah tidur pun nyenyak sekali, sehingga adzan subuh “Allahu Akbar….” pun tak terdengar di telinga. Biasanya saya bangun tepat waktu, tetapi kali terbangun dari pembaringan agak “bablas”, astaghfirullahal aziem.

Pagi di hari itu, saya bangun sholat sunnah dan fardhu subuh, kemudian minum kopi “old town” yang lezat, dibawa dari rumah. Selanjutnya, lantas saya nongkrong di teras kamar hotel 611 yang menghadap ke laut, sambil memandang samudera lepas dengan deru ombak bersahutan-sahutan, dan dari kejauhan tampak perahu nelayan Pelabuhan Ratu bersusun-susun, sedang menangkap ikan di lautan Samudera Hindia.

Baca :  Regenerasi, Pengobatan Mak Erot Terus Dipertahankan

Kemudian saya menatap ke arah pantai bagian kiri, terlihat daerah pelabuhan dan kota Pelabuhan Ratu, ibu kota Kabupaten Sukabumi yang indah menawan di kelilingi bukit dan alam pegunungan yang indah. Tak lama kemudian mentari pun muncul di arah timur, sehingga membuat kawasan sekitar hotel Grand Inna SB mulai ada kehidupan.

Satu persatu pengunjung dan tamu bermain di lahan pesisir SBH hotel, dan kolam renang hotel yang cantik yang dihiasi dua patung “2 orang wanita cantik tanpa busana” mulai diiisi oleh para tamu hotel. Saya pun tidak melewatkan momen ini untuk berfhoto selfie, ada pemandangan yang amat langka dan menghibur, sexy, yang jarang kita temukan diluar sana.

Saya pun tak tahu nama patungnya, saya tanya ke petugas penjaga taman dan kolam hotel mengapa wanita ini “telanjang”, tanpa busana nongkrong di tepi kolam renang. Dia, petugas jawab singkat sambil tersenyum ke saya, keduanya kepanasan karena hembusan panas Samudera. Oh gitu gumamku, sambil beristifgfar.

Lantas saya tak melewati kesempatan berlibur ini, sambil rehat, merenggang otot dan syaraf yang sdh lama terkuras berpikir dengan jadwal yg ketat seperti kegiatan workshop, muktamar, munas dan seminar dari hotel ke hotel, dan turun ke daerah-daerah dalam bulan Ber-ber (Oktober sd Desember 2021, tugas jasa konsultan/TA utk serapan anggaran belanja, dan tugas organisasi), dan selama beristirahat di SBH begitu nikmat sekali rasanya, segar dan pikiran lepas.

Baca :  Update Banjir Sukabumi: Dua Orang Ditemukan Meninggal

Saya berkelilingi ke pojok pojok hotel, sambil menghirup udara segar dan menyapa para petugas yang bekerja sambil mengumpulkan informasi, terutama kamar karomah sakti yang melegenda Ratu pantai selatan, Nyi Roro Kidul (NRK). Tak lama kemudian pimpinan rombongan berpesan pkl 11.00 wib siap2 di kamar, dan ceck out pada waktunya.

Alhamdulillah, saya bisa berada di kamar 611 SBH tepat pkl 11.00 wib. Lk 1.5 jam saya rehat dulu, krn sempat olah raga jalan kaki sebagaimana kebiasaanku selama lk 2.0 jam, setelah istirahat mandi, kemudian sholat zhuhur dan ashar jamak dan terakhir di kamar hotel menulis artikel ini.

Tepat pkl 12.00, pesan WA pimpinan rombongan pesannya terbaca di Hpku, agar kami bersiap-siap ceckout, keluar kamar hotel, untuk pulang kembali ke Bogor. Dan selama dalam perjalanan pulang di jalan berharap bisa mendapatkan air kelapa muda, juz dan makan enak masakan Padang di Kota Sukabumi dengan aneka menu yang lezat dan bergizi.

Alhamdulillah segala sudut Grand Inna- Samudera Beach Hotel (SBH) alhamdulillah bisa dijelajahi dengan berjalan kaki di pagi hari, termasuk pasir putih dan karang hitam di sepanjang areal pantai (coastal area) dan tumpukan bebatuan hitam Geopark di bibir pantai Samudera Hindia, begitu sedap dipandang mata. Indahnya alam Samudera Indonesia kita ini dengan deburan ombak bersahut-sahutan, dan angin pun sepoi-sepoi basah, serta nyiur melambai-lambai tampak dari kejauhan teras kamar hotelku. Segala sudut hotel dengan galeri fhoto pahlawan bangsa Soekarno pun ikut dibidik, sambil menikmati lukisan tua lainnya di ruang-ruang pojok SBH

Baca :  Pelatihan Youtuber Sasar Santri Sukabumi dan Cianjur

Satu yang tak sempat didatangi adalah kamar 308 Ratu Selatan Nyi Roro Kidul, karena antri masuknya, lk 1 jam berada di kamar ditarif atau dibandrol lk Rp 1.1 juta per event.

Kata petugas SBH, biasanya pengunjung ramai pada malam Jumat kliwon. Mereka mengadu peruntungan dengan memohon dan meminta sesuatu. Itu pun kita harus mendaftarkan diri dulu, jika ingin masuk ke kamar 308 ini, pesannya dan antri jauh hari sebelumnya, ternyata laris manis. Perbuatan ini merupakan hal yang sangat paradoks (musyrik) dengan ajaran kampus “bertauhid”, Universitas Djuanda Bogor, hanya meyakini hanya satu Tuhan Allah SWT, dan Muhammad SAW utusan Allah, Laillahaillah Muhammadarasullullah.

Demikian sekilas info, selama nginap di Grand Inna, Samudera Beach Hotel (SBH) Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat. Demikian narasi “sekilas info SBH Pelabuhan Ratu” sekedar untuk diketahui. Mana tahu ada manfaatnya. Terima kasih atas segala perhatiaan dan kesabarannya.

 

Penulis adalah Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor; Konsultan K/L negara; Pegiat dan Pengamat Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *