BOGOR (Lead.co.id) – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) menggelar Seminar Nasional untuk meningkatkan pengetahuan para Pendakwah di era digitalisasi.
Seminar bertema “Transformasi Agama dalam Media Komunikasi di Tatanan Masyarakat Digital” itu berlangsung di Gedung B Kampus IUQI, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (24/3/2022).
Dekan FDKI IUQI, Teddy Khumaedi mengatakan, pendakwah masa kini harus punya kemampuan digital sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang harus diwarnai dengan nilai keislaman.
“Kita jaga legasi para pendahulu dengan sungguh – sungguh mengajak masyarakat kepada kebaikan,” kata Teddy dalam sambutannya di hadapan ratusan mahasiswa IUQI.
Keynote Speaker dalam kegiatan ini yaitu Gun Gun Haryanto selaku Pakar Komunikasi Media & Politic Literacy, Muhammad Said selaku KPID Jakarta, dan Deden Mauli Darajat selaku P2KM UIN Jakarta.
“Penggunaan media digital untuk efektivitas dakwah menjadi keniscayaan. Ini merupakan era baru, media baru yang digunakan banyak orang saat ini,” ungkap Gun Gun Haryanto.
Lebih lanjut Gun Gun menjelaskan, berdasar data penelitian PPIM UIN Jakarta, 54,87 persen pengguna internet memperoleh pengetahuan agama melalui media sosial, blog, dan portal berita.
Berikutnya, mereka mendapat pengetahuan dari buku, saluran televisi, pengajian umum, media cetak seperti majalah, buletin, selebaran, dan lainnya.
“Ini menunjukkan bahwa kita harus memperbanyak konten keislaman yang menguatkan nilai wasathiyah dan kebangsaan, sehingga banyak orang mendapatkan pemahaman keislaman yang rahmatan lil alamin,” kata dia.
Sementara itu, Rektor IUQI, Saiful Falah mengapresiasi dan mendukung kegiatan seminar nasional yang diprakarsai oleh FKDI. Menurutnya, kegiatan itu bisa mendorong mahasiswa untuk lebih berkhidmat dalam dakwah secara digital dengan maksimal.
Lebih lanjut dia mencontohkan dengan selesainya pembuatan film yang bernuansa Islami berjudul “Memilihmu”. Film itu, kata dia, ditayangkan perdana di Cineapolis Lippo Plaza Kebun Raya Bogor.
“Semoga nanti ada film – film islami lainnya yang dihasilkan mahasiswa kami dan pegiat bisnis kreatif,” harap Saiful.
Menurut dia, media digital adalah sarana yang strategis untuk berdakwah. Karenanya, dia mengajak untuk berdakwah menggunakan sarana tersebut sehingga banyak orang yang tercerahkan.
“Mari sama-sama kita ramaikan dakwah dengan menggunakan sarana tersebut, sehingga banyak orang tercerahkan dengan pemahaman keislaman dan keindonesiaan yang penuh kearifan,” ajaknya.
Reporter: Sally Sumeke





