Revitalisasi dan Sinergitas Ormawa KM Faperta untuk UNIDA Unggul

oleh -435 views
Revitalisasi, Sinergitas, Ormawa KM Faperta, UNIDA, UNIDA Unggul
Pengurus Himasep Faperta UNIDA bersama Kaprodi Agribisnis Siti Masitoh, SP., MSi, pada tanggal 23 Maret 2022

Oleh: Apendi Arsyad

Alhamdulillah dan syukron atas undangan Panitia Pelantikan Himpro se Faperta UNIDA, Rabu 23 Maret 2022. Terima kasih ananda Natashaa dkk, meminta saya AA untuk memberikan studium general pada acara yang bersejarah bagi mahasiswa Faperta yakni pelantikkan pengurus Himpro2 (Himasep, Himagron, Himapet dan Himarikan).

Saya senang dan bersyukur masih berkesempatan bisa menyaksikan prosesi pelantikan ini. Artinya proses suksesi dan regenerasi kepemimpinan Himpro berjalan baik sesuai siklusnya.

Keempatnya ornawa Himpro.ini saya bersama dosen senior Faperta lainnya yg ikut merintis dan mendirikannya tahun 1988-1990an, ketika itu saya AA menjabat Wakil Dekan satu (urusan akademik) merangkap Wadek tiga urusan kemahasiswaan Faperta UNIDA.
Maksudnya pendirian Himpro tersebut adalah sebagai wadah pengembangan minat dan bakat keprofesian mahasiswa pada program studi dan jurusannya masing-masing.

Wadah pengembangan minat dan bakat keprofesian ini sangat penting dilakukan dalam kegiatan ektrakurikuler (kemahasiswaan) di lingkungan kampus yg kreatif dan inovatif.

Hampir dapat kita katakan, bahwa fungsi dan peran kegiatan proses belajar-mengajar (pbm) berupa kegiatan kurikuler spt kuliah, praktikum, responsi, praktek kerja lapang, dan penelitian ilmiah untuk penyusunan karya skripsi tidaklah cukup untuk meraih tingkat kompetensi kesarjanaan.

Gelar sarjana Pertanian (Sp) menuntut adanya kemampuan (to ability) baik hard skill (penguasaan iptek) maupun soft skill (imtaq dan akhlaq mulia) dengan standar kompetensi yang sudah digariskan Sistem pendidikan nasional dan Kemenaker RI (SKNI), yakni kompetensi personal, akademik, life skill, dalam sistem sosial-kemasyarakatan yg begitu kompeks, terutama di era distrupsi yang bercirikan VUCA (viobility, uncerntainty, complexity and agility).

Di kampus program peningkatan kualitas kompetensi ini ada 3 jalur yg harus dan wajib dijalani para mahasiswa yaitu sbb:

1. Kurikuler spt yg telah dijelaskan yakni kuliah tatap muka mahasiswa dengan Dosen, menyelesaikan atau lulus minimal 144 SKS dengan sejumlah mata kuliah sesuai kurikulum dan silabusnya yang ditetapkan Ditjen Dikti Kemendiknas RI;

Baca :  Tingkatkan Sinergitas, Kodim 0736/Batang Laksanakan Sisrendal Binter

2. Kokurikuler spt praktikum di laboratorium, asistensi dan responsi di kelas-kelas memantapkan pemahaman materi kuliah; dan

3. Ekstrakurikuler spt kegiatan organisasi kemawasiswaan (ormawa) dan kegiatan lapangan/di lingkungan masyarakat spt Himpro, UKM, BLM, BEM/Senat, dan KM/Presma melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat, Belajar Merdeka dan kampus Merdeka, kemah bakti mahasiswa di desa, etc.

Peran dan fungsi Ormawa BEM dan KM Faperta, akan sangat menentukan mutu dan keunggulan kampus UNIDA. Dengan maraknya berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus semakin menarik dan dinamis.

Dengan dinamika kampus, mahasiswanya semakin peka, peduli, kritis, analitik, kreatif, inovatif dan produktif, entrepreuner, etc, yang memang watak ini sangat dibutuhkan untuk melahirkan sosok dan vigur pemimpin, pelopor, dan agen pembaharu (agent of change) bagi kemajuan masyarakat bangsa dan negera.

Tapi jika Kampus tidak ada kegiatan kemahasiswaannya alias sepi, maaf seperti kondisi lingkungan “tanah perkuburan”, maaf jangan diharapkan lahirnya kader pemimpin umat, bangsa dan negara di kampus ini.

Apalagi jika kampusnya “abal-abal”, tidak disiplin dan tidak tertib menjalankan kode etik atau azas-azas Akademiknya, misal mahasiswa tidak kuliah tapi nilai bagus diobral mudah dan murah. Itu namanya “STIA”, “sekolah tak ijazah ayak”. Itu lebih parah lagi, merusak mutu lulusan pendidikan tinggi. Jika itu yang dilakukan berdosa dan berkhianat terhadap misi mulia pendidikan tinggi.

Ornawa di kampus seharusnya bisa berbuat, dengan melibatkan anggonya para mahasiswa. Berikan pemahaman dan sosialisasi apa hakekat, makna dan fungsi serta peran menjadi seorang mahasiswa sebagai manusia (insan) terdidik dan terpelajar.

Mahasiswa harus mampu memadukan kekuatan iman dan taqwa (imtaq) dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam dirinya (integrated), tidak dalam suatu pribadi yang terpecah (split personality).

Berikan pemahaman kepada mahasiswa, ada 3 jalur dan pendekatan proses pembelajaran (edukasi) yang harus ditempuh mahasiswa di lingkungan kampus spt disebutkan diatas, sehingga tingkat partisipasi mahasiswa aktif dalam kegiatan kemahasiswaan terus berkembang dan dinamis.

Baca :  Pergantian Danrem, Walikota Bogor Tekankan Pentingnya Sinergitas

Status dan peranan kegiatan kemahasiswaan spt di Himpro di kampus, amatlah penting dan strategis untuk peningkatan kompetensi keprofesian (hard skill), termasuk mendidik dan melatih kemampuan manajerial dan kepemimpinan.

Para aktivis Himpro seharusnya bisa merancang program dan kegiatan yang relevan dgn basic needs mahasiswanya, sesuai minat, bakat dan kesejahteraan sosialnya (social walfare) di jurusannya. Kepemimpinan Ornawa Himpro terus dididik, dilatih dan ditatar (diklatar) oleh Dekanat lewat program LKMM dll, dimana pihak Rektorat dan Dekanat menyiapkan insprastruktur sapras dan budget program diklatar Kader Kepemimpinan yang kuat. Dengan kata lain harus ada “political will” dalam program Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pembinaan dan pengembangan Ormawa yg sehat, terarah dan terukur serta bertanggungjawab.

Para mahasiswa/wi aktivis kampus harus banyak yang tersentuh dan terjangkau program LKMM, diklatar tersebut. Pada gilirannya, para personal terpilih secara demokratis dan menggunakan akal sehat (common sense) di wadah Ormawanyanya, maka Pengurus Himpro, BEM dan KM akan memiliki keterampilan dalam memimpin dan mengelola program dan kegiatan perioritas unggulan.

Dengan SDM yang telah dirancang (design) kaderisasinya, maka barangtentu akan mampu memilih berbagai pendekatan dan strategi, agar kegiatan terlaksana dan dapat dirasakan manfaatnya oleh para anggotanya baik langsung maupun tak langsung. Kampus pun semakin dinamis, tidak sepi lagi seperti taman kuburan, yang menyeramkan.

Salah satu strategi pelaksanaan program dan kegiatan Himpro, adalah sinergitas, yakni mau dan mampu bekerjasama (berkaloborasi) dengan berbagai pihak (stakeholders) di lingkungannya.

Banyak sumberdaya yang tersedia di sekitar kita baik berupa sumberdaya informasi, pendanaan, peluang pasar, sapras dll. Misalnya sumberdaya informasi, bisa diidentifikasi dari isu-isu strategis/ public policy of agriculture sector, semisal “organic farming”, urban farming dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yg kini dikembangkan Pemkot Bogor.

Ini menarik untuk dikerjasamakan baik dalam kegiatan penelitian skripsi mahasiswa, penelitian Dosen sarana praktek kerja lapang (pkl) mahasiswa, seminar keprofesian mahasiswa atau kegiatan pengabdian penguatan sistem kelembagaan KWT dan UMKM Pertanian dalam aspek permodalan dan pemasaran, dll.

Baca :  Sekda Syarifah Minta Percepat Revitalisasi Pasar

Untuk berkolaborasi, bekerjasama, bermitra, barang tentu menuntut sikap mental mau dan mampu bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas antar sesama komponen bangsa, karena Allah AWT.

Apabila hal ini dilakukan bersungguh-sungguh oleh Civitas akademika (Civa) UNIDA, maka Ornawa Himpro, BEM, BLM dan KM/Presma UNIDA akan semakin menguat peran dan fungsinya dalam lingkungan kampus dan nonkampus dalam makna penguatan (revitalisasi) yang sesungguhnya dan mendukung pencapaian tujuan dan target organisasi, izin operasional pun keluar dan kemudian status akreditasi prodi B (baik) diperoleh dari Kemendiknas RI pada beberapa waktu kemudian. Walaupun UNIDA baru beberapa tahun berdiri.

Soal kalaborasi ini, saya AA punya pengalaman sebagai Sekretaris Tim Persiapan UNIDA thn 1986, banyak yang kami usahakan kerjasama dengan Lembaga milik pemerintahan, Balitbantan spt BPT, BPPLPP, BET Kementan RI, termasuk kerjasama dengan IPB, Pemkab dan Pemkot Bogor, dll diawal berdirinya di daerah Ciawi Kabupaten Bogor.

Begitu juga ketika saya menjabat Dekan Faperta UNIDA tahun 1989-2001, dst budaya kerja kemitraan dengan bekerjasama dengan pihak-pihak lain (main stakeholders) banyak kami lakukan, termasuk dengan NGO pertanian luar negeri (Mr Suherlawan) yang potensial, terus kami lakukan, sehingga Faperta dan kampus Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor, terus eksis dan berkelanjutan sebagai hasil dari sebuah sinergitas dan kolaboratif Civanya hingga sekarang era millenial, zaman Now, tetap mutlak dilakukan.

Sekian dan terima kasih atas segala perhatiannya. Hidup dan bangkitlah mahasiswa Indonesia untuk kemajuan dan peradaban dalam wadah NKRI yang berdaulat, adil dan makmur bersama, bukan makmur orang perseorangan.

 

Penulis adalah Pendiri dan Dosen UNIDA, Berbagai jabatan struktural di UNIDA, Konsultan K/L, Pegiat dan Pengamat Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *