Sesore Angkatan Kedua, Latin Kembali Luluskan Inovator Muda

oleh -468 views
Sesore, Latin, Inovator Muda, Inovator

BOGOR (Lead.co.id) – Graduasi Sesore telah dilakukan secara daring pada Minggu (20/2/2022) setelah para inovator mengikuti proses pembelajaran sejak Oktober 2021. Kegiatan ini merupakan salah satu gerakan untuk mencetak generasi inovatif mengawal Visi Sosial Forestri 2045.

Sesore (Sekolah Sosial Forestri) adalah program yang digagas oleh Lembaga Alam Tropika Indonesia (Latin). Tahun ini, Sesore telah berhasil meluluskan angkatan kedua sebanyak 14 inovator muda.

Uniknya, graduasi kali ini juga meluluskan bukan hanya peserta berasal dari Indonesia, namun juga pemuda dari Timor Leste. Masing-masing peserta membuat inovasi untuk sosial forestry sesuai dengan minat dan bidangnya.

“Sebanyak 33 Inovasi berhasil dilahirkan dari para inovator SESORE Batch 1 dan 2. Harapanya para inovator muda  ini akan mampu membuat dan mengimplementasikan solusi inovatif sosial forestri. Terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang mendukung penuh kegiatan ini,” ungkap Dwi Rahmad Muhtaman, selaku Ketua Badan Pengurus Yayasan Latin.

Baca :  Profesional dan Inovasi, DD Klinik Sapa Warga Ciledug dan Sekitarnya

Dia menambahkan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antar berbagai lembaga dan pegiat sosial forestri. Selain Latin, kegiatan ini didukung Inspirit, Inspirasi Tanpa Batas dan banyak tokoh dari akademisi, profesional, pemerintahan dan para aktivis lingkugan hidup.

Kepala Sesore, Yekti Wahyuni menambahkan, saat ini sudah ada 33 anak muda yang sudah diluluskan. Banyak ide yang muncul dari pengembangan pengembangan platform digital, penggunaan big data, pengelolaan wisata, dan pengembangan wilayah sosial forestri, dan. Selain itu ada juga pengembangan produk lokal dengan memanfaatkan pengetahuan lokal.

Baca :  Kabupaten Bogor Optimis Juarai Anugerah Inovasi Indonesia 2020

Menurutnya, inovasi sosial forestri harus bisa mengikuti perkembangan era saat ini. Muncul banyak inovasi dalam misalnya crypto dan blogchain sosial forestry. Hal ini penting untuk dikembangakan karena inovasi ini sangat berguna bagi visi ‘Wakanda’ Sosial Forestri 2045. Wana Kaya Sembada atau Wakanda adalah gagasan yang dikembangkan oleh LATIN yang foksunya pemanfaatan hutan untuk keadilan sosial masyarakat.

Hadir juga dalam kegiatan ini adalah Prof Damayanti Buchori, Guru Besar IPB University yang memberikan pidato kebudayaan yang mengupas tentang sinergi dan hubungan manusia dengan alam serta bahasan  isu lingkungan hidup. Lalu, ada Dani Wahyu Manggoro, dari Inspirit sebuah lembaga pengembangan sumberdaya manusia yang punya komitmen melahirkan pemimpin inovatif.

Baca :  Pot Kombu, Inovasi SV IPB untuk Indonesia

“Kita hidup dalam dunia yang semakin kompleks. Berbagai permasalahan yang sulit diurai solusinya terus muncul. Krisis yang kita alami ini bukan krisis teknologi, namun problem sosial budaya. Jadi solusinya bukan hanya teknologi namun dengan memanfaatkan  budaya dan kearifan tradisional,” ungkap Prof Damayanti.

Dirinya mengingatkan para lulusan untuk selalu bisa reflektif dan memahami kekuatan dan nilai mendasar dalam diri. Tidak usah takut menjadi berbeda dari yang lain. Bukan hanya terkesima dunia yang saat ini terus berkembang. Namun, penting untuk berpegang pada nilai dan proses-proses yang mendasari perkembangan tersebut.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *