Site icon LEAD.co.id

Shuttle Diplomacy Indonesia: Konsisten Bersama Rakyat Myanmar

Indonesia, Kudeta Myanmar, KBRI Yangon,

Warga Myanmar berunjuk rasa di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar pada Selasa, 23 Februari 2020 [File: The Irrawaddy]

LEAD.co.id | Pemerintah Indonesia telah mengklarifikasi pertemuan terkait situasi Myanmar yang memicu protes di Kantor Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Yangon. Indonesia menyatakan sikap, akan bersama dengan rakyat Myanmar.

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa, pertemuan yang menuai polemik itu merupakan bagian shuttle diplomacy (sikap menegahi) dari Indonesia untuk membahas dan mencari penyelesaian terbaik bagi situasi di Myanmar.

“Indonesia memilih untuk tidak berdiam diri. To do nothing is not an option,” sebut Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi dalam Press Briefing hasil kunjungan ke Bangkok, pada Rabu (24/2/2021).

Sebelumnya, Warga Myanmar ramai ramai mendatangi KBRI di Yangon, pada Selasa (23/2). Sumber The Irrawaddy melaporkan, demonstran mengecam rencana Indonesia yang dinilai telah mendukung pemilihan ulang oleh junta militer.

Protes terjadi sehari setelah kantor berita Reuters melaporkan bahwa, Indonesia mendorong negara tetangga di Asia Tenggara (ASEAN) untuk menyetujui rencana aksi rezim militer mengadakan pemilihan baru dan menyerahkan kekuasaan.

Laporan itu telah menyebabkan para aktivis pro-demokrasi Myanmar semakin curiga terhadap intervensi Indonesia karena akan merusak tuntutan mereka.

“Kami tidak perlu pemilihan lagi ! … Hormati suara kami ! … Kami ingin pemerintah kami kembali !,” teriak para demonstran yang berkumpul di depan KBRI di Yangon.

Netizen juga mengecam rencana Indonesia yang dinilai “konyol” dan “sama sekali tidak dapat diterima”.

Merespon kecaman itu, Menlu Retno menyatakan bahwa, keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar merupakan hal utama yang harus dilindungi. “Keinginan rakyat Myanmar harus didengarkan,” tambah dia.

Dia juga menyampaikan, posisi Indonesia konsisten dengan “keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar, memulihkan transisi demokrasi yang inklusif, dan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip yang ada di dalam Piagam ASEAN”.

Seperti disebut dalam laporan Reuters, Pemerintah Indonesia sempat ada rencana kunjungan ke Naypyidaw, namun terpaksa harus dibatalkan.

Retno menyebut, kunjungan itu untuk menyampaikan pesan dan posisi Indonesia secara langsung. Dia menegaskan bahwa, Indonesia akan bersama dengan rakyat Myanmar.

“Indonesia concern terhadap perkembangan situasi di Myanmar; kemudian safety and wellbeing of the people menjadi prioritas nomor satu,” sebut Retno.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Kemlu RI, The Irrawaddy, Reuters

Exit mobile version