LEAD.co.id | Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Sorong launching Bulan Mutu Karantina 2021, pada Kamis (15/4/2021). Kegiatan yang rutin dilakukan BKIPM KKP sejak tahun 2016 berbeda di tahun ini karena masih masa pandemi Covid-19.
Kegiatan yang mengusung tema “Ikan Sehat Bermutu untuk Mendukung Pemenuhan Protein Masyarakat” bertujuan untuk mengedukasi publik tentang pentingnya mengonsumsi ikan bergizi sekaligus mengajak pelaku usaha perikanan untuk menjaga produknya.
Berdasarkan data yang diambil dalam rentang 12-17 April 2021, jumlah keseluruhan komoditi perikanan yang diekspor dari Papua Barat 40.12 ton dengan nilai Rp 6.431.112,537 atau USD 459.365. Rincian komoditas ekspor diantaranya Ikan Kerapu dan Kerapu Segar (5,97 ton), Udang Beku (25,04 ton), Tuna Loin Beku (9,11 ton). Adapun negara tujuan ekspor Singapura, Hongkong, Jepang, serta US.
Noch menjelaskan, Program Bulan Mutu Karantina Ikan rencananya akan dilaksanakan dalam kurun waktu 2 (dua) bulan, dimulai sejak 14 April hingga 14 Juni 2021.
“Bulan Mutu Karantina Ikan akan diisi dengan sub kegiatan diantaranya Bulan Mutu Peduli Sosial, Bulan Mutu Peduli Lingkungan, serta Bulan Mutu Pelayanan Publik,” sampainya.
Noch merinci, BKIPM Peduli Sosial diantaranya berisi penyediaan produk perikanan yang sehat dan bermutu oleh Stasiun KIPM Sorong melalui penyerahan bantuan kepada masyarakat kelautan dan perikanan.
“Contohnya seperti nelayan, penampung, supplier, pengolah dan pemasar ikan dan hasil perikanan, buruh atau karyawan unit pengolah ikan serta masyarakat lainnya,” tambahnya.
Sedangkan, BKIPM Peduli lingkungan meliputi pelepasliaran ikan endemic dan ikan yang dilindungi, pembersihan pantai dan daerah sentra-sentra perikanan (tangkap maupun pasar) dari sampah plastic dan non organic serta penanaman pohon mangrove dipantai dan transplantasi coral.
Disisi lain, Rudi Laku, S.Pi, MM selaku Asisten III perwakilan pemerintah Kota Sorong yang turut hadir dalam kegiatan pembukaan menyampaikan, produk perikanan yang berasal dari Provinsi Papua Barat, terkhusus Kota Sorong adalah komoditi yang mampu bersaing hingga ke luar negeri.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk dapat mempertahankan kualitas dan kuantitas produksi agar tetap diminati,” jelasnya.
Peningkatan ekspor produk perikanan tidak dapat dilakukan oleh hanya satu instansi saja, sehingga perlu sinergi bersama untuk mewujudkan masyarakat perikanan yang sejahtera.
“Kegiatan ini utamanya dapat membantu pemerintah untuk bersama-sama menggerakkkan perekonomian dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) Covid-19,” pungkasnya.
Reporter: Dzulqaidah
Editor: Aru Prayogi





