SmartyPay, Mata Uang Kripto dari Anak Bangsa

oleh -304 views
SmartyPay, Mata Uang, Kripto, Anak Bangsa

BOGOR (LEAD.co.id)- Mata uang kripto atau crypto currency belakangan ini semakin meningkat popularitasnya di tingkat Internasional, begitu juga di Indonesia. Di Indonesia, investor asset kripto sudah mencapai lebih dari 5 juta orang, meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya.

Setidaknya ada beberapa hal yang harus dicermati oleh para peminat mata uang kripto, yaitu penggunaan teknologi digital kriptografi, transaksi yang diverifikasi dan dicatat dalam program blockchain, skema ekonomi (fokenomy) pada whitepaper dan underline project atau proyek aset kripto tersebut.

“Jadi sebaiknya pilihlah mata uang kripto yang memiliki beberapa hal tersebut di atas,” kata Founder dan CEO SPY, Yanton Wirawan saat memberikan sambutan dalam Grand Launching di Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor, pada Jumat (24/12/2021).

Menurutnya, di tengah keriuhan pasar mata uang kripto, masyarakat Indonesia bukan hanya menjadi penonton atau konsumen saja melainkan sudah ada beberapa mata uang kripto dari anak bangsa, dan di antaranya telah menggunakan teknologi blockchain. Salah satunya SPY yang merupakan kependekan dari SmartyPay.

Baca :  Paku Alam X: HMI Menjadi Organisasi Persatuan Antar Anak Bangsa

“SPY diluncurkan sekitar Bulan Juli yang lalu dan peminatnya semakin meningkat. Pada periode pra penjualan (pre-sale), sudah ada lebih dari 2.400an holders SPY yang tercatat di Binance Smart Chain (BSCscan),” ungkapnya.

Yanton menyebut, SPY telah melantai di empat bursa trading atau exchanger mata uang kripto, yaitu di DigiAsset Indonesia, serta di bursa luar negeri seperti di HotBit, CoinsBit, dan CoinTiger.

“Bisa dipastikan peminat SPY akan meningkat pesat karena mereka bisa membeli langsung di platform perdagangan online apalagi SPY telah lolos audit keamanan Smart Contract dari perusahaan audit, Techrate. SPY di Bulan Desember ini juga akan dipasarkan di exchanger Latoken dan BKEX,” tuturnya.

Baca :  Mengenang Sumpah Pemuda, Gali Nilai Luhur untuk Anak Bangsa

Untuk Real Project Underline – Smarty Sejahtera Indonesia, tambah Yanton, SPY mampu menarik perhatian para peminat mata uang kripto, meski baru diluncurkan tiga bulan yang lalu. Hal itu karena SPY didukung teknologi blockchain dan proyek aset yang telah lebih dulu berjalan sejak empat tahun lalu.

Sementara token kripto lain, baru memulai proyek aset setelah mata uangnya diluncurkan, berbeda dengan SPY, Founder dan CEO SPY. Yanton sendiri telah mempersiapkan proyek aset sejak 4 tahun lalu di Kota Bogor berupa usaha perdagangan retail dan grosir dengan menggabungkan konsep berbelanja offline serta online.

“Perusahaan tersebut adalah PT Smarty Sejahtera Indonesia (Smarty), yang mengintegrasikan berbagai sistem transaksi dengan platform digital untuk mengubah pengeluaran menjadi penghasilan agar lebih menguntungkan bagi pelaku usaha dan juga konsumen,” ujarnya.

Konsep berbelanja tersebut didukung dengan jaringan warung serba ada di beberapa kota, platform belanja digital di Google Play, marketplace dan aplikasi toko kasir (POS: Point of Sales) Smarty yang semuanya telah terintegrasi. Setiap orang yang menggunakan POS Smarty untuk bertransaksi, akan mendapat imbal berupa poin yang bisa dikonversi menjadi SPY.

Baca :  Mengenang Sumpah Pemuda, Gali Nilai Luhur untuk Anak Bangsa

Pada kesempatan itu, Smarty memperkenalkan berbagai fitur mulai POS Mini yang bisa digunakan untuk pelaku usaha hanya dengan menggunakan smartphone android-nya, serta teknologi Decentralize Finance (DeFi) dan kartu Non-Fungible Token (NFT) yang bisa dimanfaatkan oleh para pemilik SPY untuk mendapat tambahan aset kripto. Smarty juga berencana akan mengembangkan Play to Earn (P2E) gaming.

“Semua fitur tersebut akan menjadi keunggulan dari Smarty dan Token SPY. Smarty secara formil juga akan meluncurkan Token SPY yang telah beredar sejak Juli lalu,” ungkapnya.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *