LAMPUNG (LEAD.co.id) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, Yahya Cholil Staquf menyampaikan dua agenda besar NU dalam menyongsong abad kedua sebagaimana tema Muktamar “Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia”.
“Pertama, membangun kemandirian warga. Kedua, meningkatkan peran dalam pergulatan NU untuk mendukung perdamaian dunia,” sebut Gus Yahya dalam acara penutupan Muktamar NU seperti dikutip NU Online, pada Jumat (24/12/2021).
Gus Yahya sapaan akrab Ketum PBNU terpilih itu mengatakan, pada dua agenda besar itu, sebenarnya NU telah memiliki rintisan yang kuat dan berharga. Namun, hal yang perlu dilakukan adalah menjahit berbagai macam inisiatif yang selama ini sudah dilakukan.
Menurut dia, NU perlu melakukan pengembangan di bidang ekonomi rakyat, pendidikan, dan layanan-layanan kesehatan. Hal itu harus menjadi suatu agenda nasional untuk meningkatkan kualitas hidup warga NU secara khusus, dan rakyat pada umumnya.
“Sedangkan pergulatan untuk berkontribusi dalam perdamaian dunia, NU pun telah berhasil melakukan berbagai macam inisiatif yang semakin diapresiasi oleh masyarakat internasional,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu.
Muktamar NU kali ini berlangsung selama tiga hari, 22-24 Desember 2021, di empat lokasi berbeda di Provinsi Lampung, yakni Pondok Pesantren Darussa’adah, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Universitas Lampung, dan Universitas Malahayati.
Dalam Sidang Pleno V Muktamar NU ke-34 di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, pada Jumat (24/12), Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU. Sidang Pleno itu dipimpin oleh Ketua Panitia Pengarah, Muhammad Nuh.
“Kyai Haji Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2021-2026,” kata Muhammad Nuh dengan mengetuk palu.
Selain Gus Yahya ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, KH Miftachul Akhyar juga telah ditetapkan kembali sebagai Rais Aam PBNU oleh 9 kiai yang menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), pada Kamis (23/12).
Muktamar NU ke-34 yang secara resmi dibuka oleh Presiden Jokowi pada Rabu (22/12), kini telah telah ditutup oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di UIN Raden Intan, Bandarlampung, pada Jumat (24/12).
Ma’ruf Amin mengapresiasi NU yang sukses menjalankan Muktamar dengan damai dan penuh kesejukan. Ia yakin, organisasi ini bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa ini di berbagai bidang.
“Khittah Nahdliyah (garis perjuangan NU) adalah Khittah Nabawiyah (garis perjuangan para nabi), dan Khittah Nabawiyah adalah Khittah Ishlahiyah (garis perjuangan perbaikan),” ujarnya.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi





