Yahya Cholil Staquf Pimpin PBNU, PB HMI Sebut Kemenangan Umat

oleh -225 views
Yahya Cholil Staquf, Muktamar NU, PBNU, PB HMI, Kemenangan Umat
KH Yahya Cholil Staquf mencium tangan KH Said Aqil Siroj saat Muktamar NU ke-34 di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, pada Jumat, 24 Desember 2021

JAKARTA (LEAD.co.id) – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai terpilihnya Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026 merupakan kemenangan umat.

“Kemenangan Gus Yahya merupakan kemenangan umat dan kemenangan atas kebersamaan NU,” kata PJ Ketua Umum PB HMI, Romadhon Jasn dalam keterangannya, pada Jumat (24/12/2021).

Romadhon mengatakan, Muktamar NU ke-34 di Lampung berhasil digelar dengan keteduhan dan penuh hikmat. Terlebih, kata dia, Gus Yahya sapaan Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU melalui jalan yang demokratis.

“Terpilihnya Gus Yahya perlu diapresiasi karena melalui tahapan Muktamar yang berjalan dengan baik, demokratis dan sejuk, serta prinsip musyawarah mufakat dijunjung tinggi,” kata dia.

Baca :  Wendi Juli Putra: Mari Persiapkan Kongres HMI ke XXXI di Palembang

Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU dalam Sidang Pleno V Muktamar NU ke-34 yang dipimpin Ketua Panitia Pengarah Muhammad Nuh, di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, pada Jumat (24/12).

“Kyai Haji Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2021-2026,” kata Muhammad Nuh dengan mengetuk palu.

Dalam penghitungan suara akhir,Yahya Cholil Staquf mendapat 337 suara, sedangkan Said Aqil Siroj menempati mendapat 210 suara dan satu suara abstains. Artinya, suara yang masuk 548.

Selain Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, KH Miftachul Akhyar juga telah ditetapkan kembali sebagai Rais Aam PBNU oleh 9 kiai yang menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), pada Kamis (23/12).

Baca :  PB HMI Desak Pemerintah Ungkap Pelaku Pembakaran Hutan

Romadhon meyakini bahwa, kedua tokoh PBNU tersebut dapat membawa gerak kemandirian Warga NU untuk dunia sebagaimana tema Muktamar NU “Menuju Satu Abad NU, Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia”.

“PB HMI meyakini dibawah kepemimpinan kedua Tokoh tersebut dapat membawa gerak kemandirian warga NU untuk perdamaian dunia,” ucapnya.

Romadhon meyakini bahwa, NUdi bawah Gus Yahya akan dapat hadir sebagai organisasi yang berdiri di tengah tidak mengikuti arus ke kiri ataupun ke kanan. Pihak PB HMI juga siap berkolaborasi dengan PBNU untuk mengawal perubahan di masyarakat.

Baca :  Peran LAPMI Wujud Komitmen HMI dalam Berdemokrasi

“PB HMI siap berkolaborasi dengan PBNU dalam mengawal perubahan di tengah masyarakat. Islam rahamatan lilalamin harus diartikulasikan lebih praktis dalam kerja-kerja kemanusiaan,” tutupnya.

Muktamar NU ke-34 ini secara resmi dibuka oleh Presiden Jokowi di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (22/12). Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi dukungan NU terhadap penanganan Covid-19.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Nadhlatul Ulama yang telah membantu pemerintah dalam menenangkan umat, menenangkan masyarakat dalam masa pandemi ini,” ujar Jokowi.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *