Success Story Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Astuti Lestari : Dari Impian Menjadi Kenyataan

180
0

Lead.co.ad| Tuti Tarmini, adalah ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) “Astuti Lestari”. Dirinya sering dipanggil bu Astuti, anak dari keluarga petani dan pedagang bunga potong bernama Hj. Alit Kartifah. Tuti mempunyai 7 bersaudara, semuanya mampu dikuliahkan oleh orang tuanya. Dari situ dirinya mulai berfikir bahwa, menjadi  petani bukanlah pilihan yang salah.

Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), bu Astuti melanjutkan ke Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya (kini menjadi Politeknik Nasional Bandung Raya), dimana saat ini dirinya menjadi salah satu Instrukturnya. “Di sanalah wawasan dunia pertanian saya mulai terbuka dan mulai memiliki mimpi mimpi yang Alhamdulillah satu persatu mimpi itu bisa terwujud,” terang bu Astuti.

Dari kecil bu Astuti sering di ajak ke kebun dan pasar bunga, bahkan ke perkebunan anggrek Jakarta dan Bogor. Keluarga petani bunga potong ini juga sering memasok hasil panennya ke H. Itjang Hidayat, di pasar Bunga Jl Wastu, Kencana, Bandung. “Setiap habis lebaran, Natal dan hari kemerdekaan RI, ibu dan bapak sering membeli kebun dan sawah, bahkan membeli atau menukarkan mobil dengan model yang lebih baru,” lanjut Astuti.

Baca :  Kunjungi P4S Tranggulasi, Kapuslatan Himbau Tingkatkan Kompetensi

Mula mula, bu Astuti punya impian Ingin  Menjadi Pemasok bibit bunga Di Cihideung dengan bibit Hasil Kultur Jaringan. Untuk mewujudkan hal tersebut, dirinya melakukan penelitian skripsi di BALITHI Cipanas, bersama ibu Darliah (Alm). Namun demikian, hasil penelitian tersebut belum bisa diterapkan karena terkendala masalah sarana dan prasarana  yang sangat mahal, serta kontaminasi yang sangat tinggi. Menyadari hal tersebut, bu Astuti tidak patah semangat, malahan dirinya ikut membantu mahasiswa bimbingan Ibu Lia Sanjaya yang melakukan penelitian Teknologi Short Day Plan pada tanaman Krisan.

“Sambil menyelesaikan skripsi tahun 1994, Ilmu tersebut saya terapkan pada usaha yang baru saya rintis dan  Alhamdulillah berkembang dan terus berkembang”, terang bu Astuti.

Baca :  Pusat Pelatihan Petani Milenial Ekspor Beras Organik ke Swiss

Menurut bu Astuti, seiring dengan berkembangnya usaha tanaman hias, mulai banyak sekali yang melakukan kunjungan, berlatih, dan magang di tempatnya. Kemudian, pada tahun 2000 dirinya mulai dibina oleh Pusat Pelatihan Pertanian, dan pada tahun 2010 P4S Astuti Lestari mendapat Sertifikasi dan penguatan P4S berupa Sarana Pembelajaran dari Kementerian Pertanian (BPPSDMP) melalui Pusat Pelatihan Pertanian. Setelah mendapat sertifikasi, dirinya tidak ragu lagi untuk mewujudkan impian yang kedua, yaitu Membina Generasi muda dan masyarakat dalam  mengembangkan potensi daerah.

“Saya selalu dilibatkan oleh  Pusat Pelatihan Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Andalas,  Direktorat Hortikultura dan sekolah-sekolah, baik itu sebagai narasumber, dosen tamu, instruktur maupun pembimbing, pembina dalam pengembangan tanaman hias dan potensi daerah,” kata bu Astuti.

Menurut bu Astuti, atas usahanya menjadi seorang petani tersebut, impiannya kini telah tercapai. Ketersediaan benih tanaman hias berkualitas kini bukan lagi masalah, karena  putra  putri Indonesia sudah berkarya di PT East West Seed Indonesia, walaupun konsultannya masih dari negeri Kincir Angin. Sedangkan Ibadah haji, rumah kecil dengan halaman luas yang ditanami berbagai tanaman buah, mobil impian, jelajah  nusantara, negeri impian (Belanda dan Bangkok), bahkan yg tidak menjadi impian pun sudah sempat saya singgahi seperti Swiss, Jerman, Paris, Belgia, Hongkong dan lainnya, semua itu adalah berkah dari menjadi seorang Petani.

Baca :  Pandu Rahayu, Petani Milenial Sukses Menjadi Enterpreneur P4S

“Impian saya berikutnya adalah ingin menggali potensi daerah Bandung Barat dan membuat Taman Pesona Bandung Barat bersama rekan rekan di Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Penyuluh Swadaya didukung oleh Dinas Pertanian dan Bapak Bupati Bandung Barat. Semoga impian saya berikutnya diberi jalan dan kemudahan oleh Allah SWT. Aamin,” tutup bu Astuti. (MSA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here