Sweet Seventeen Si Bungsuku Fathia

oleh -1,149 views

Alhamdulillah saya sangat bangga dan beruntung mendapatkan gadis Kota Madiun pada thn 1987, dan kami menikah tepatnya tanggal 14 Juni 1988, sekitar 34 thn yang lalu. sehingga kami dianugerahi Allah, hidup berbahagia dalam keluarga, insyaAllah tetap menjadi keluarga “Sakinah Mawaddah warohmah” sampai khayat di kandung badan, Aamiin-3 YRA, yang menjadi harapan dan idaman setiap orang.

Kini Fathia duduk di kelas 2, menjadi siswi MAN 2 Kota Bogor, rajin belajar dengan angka nilai rapor dari sejumlah mata ajarannya sangat baik. Fathia juga rajin sholat dan mengaji bertadarus Al Quran, serta aktif di beberapa kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, juga pintar bernyanyi. Gitar ayahnya sering dibawa ke sekolah utk latihan bernyanyi

Baca :  Memorial Bang MSK

Alhamdulillah, menurut penglihatanku sehari-hari, si bungsu pintar bergaul antar sesama siswa-siswi di sekolah. Faktanya sering saya lihat si bungsu belajar kelompok di rumah temannya atau teman-temannya datang ke rumah, atau acara kumpul-kumpul spt Ultah, dll, si bungsu tidak ketinggalan bisa hadir bersama teman-temanya, bertempat di rumah temannya, resto, mal dan atau di sekolah. Aktif juga dalam kegiatan seni suara, dan bakti sosial (baksos) yang diadakan organisasi Orsis MAN 2 Kota Bogor seperti mengantarkan dan menyalurkan makanan dan sembako kepada kalangan kaum fuqoro masakin, dll.

Baca :  Pamit Pulang Ongaku EA

Saya tahu pertemanan si bungsuku Fathia, karena saya sering mengantarnya ke tempat-tempat tersebut, terutama setiap pagi ke sekolah MAN 2 yang berlokasi jln Raya Pajajaran Baranang Siang Kota Bogor.

Jujur saya berkata, adanya putri bungsuku, saya dan istri tidak merasa kesepian, ada yang menemani di rumah atau acara undangan pesta perkawinan dll, ketika kedua kakaknya tidak berada di rumah karena ada tugas atau diajak teman sepermainannya.

Si bungsu Fathia adalah ibarat “matahari” bagi kehidupan ibunya dan juga saya ayahnya. Setiap saya mengantarkan ke sekolah, sepanjang perjalanan di dalam mobil sambil nyetir kenderaan, saya menyempatkan mengobrol santai dengan anakku Fathia.

Baca :  "New Normal Society" di Era Covid 19

Saya bertanya tentang sekolahnya-mata pelajaran apa dan siapa gurunya?, tentang siapa2 temannya?, rencana dan cita-citanya apa? menampung keluhan-2nya, serta berbagai nasehat yang saya sampaikan buat kebaikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *