Tanggapan PB HMI Terkait Potensi Terorisme Jelang 22 Mei

142
0

LEAD.co.id | Ketua Umum Pengurus Besar HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Respiratori Saddam Al Jihad mengatakan, sebanyak 29 terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror lantaran berencana meledakkan bom pada 22 Mei, harus diseriusi.

Pasalnya potensi “lone wolf” dalam setiap upaya kerusuhan selalu ada dan bisa menyebabkan potensi banyak korban hanya karena perebutan kekuasaan semata. Lone wolf (serigala sendirian) merupakan istilah teroris yang tidak tersistemik, namun berbahaya dan berpotensi mengakibatkan kerusuhan dan jatuh korban.

Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan ini menjelaskan, ada segelintir pihak yang memanfaatkan emosi rakyat untuk menginginkan kekisruhan demokrasi di Indonesia.

Saddam mengungkapkan, pada 17 Mei Kedutaan Besar Amerika Serikat mengeluarkan peringatan adanya peningkatan risiko terorisme. Sehingga dalam kondisi seperti ini baik negara dan masyarakat harus mempunyai visi bersama untuk menjaga kedamaian dan persatuan demi keberlanjutan Republik Indonesia.

Dia mengajak semua pihak menjaga kedaulatan rakyat dengan menghargai proses demokrasi dan menjauhi kekisruhan politik yang akan merugikan bangsa dan berpotensi memicu disintegrasi bangsa.

“Mari merawat Indonesia, bukan menghancurkan Indonesia,” pungkasnya (Dzl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here