Terima Kasih dan Rasa Syukur

oleh -380 views
Terima Kasih, Rasa Syukur, Apendi Arsyad, Edward Arfa
Onga H. Edward Arfa SH bersama cucunya Arka dan Arsya [File: Apendi Arsyad]

Oleh: Apendi Arsyad

Assalamualaikum akang Dr Iwan Setiawan
yang baik hati. Terima kasih atas ulasan dan komentar akang Iwan tentang tulisan-tulisan saya di medsos Lead.co.id, yang menarik dan menyentuh hatiku. Mohon izin saya membalas dan menarasikan sebatas saya mampu.

Mohon maaf juga narasi yang bersifat pengalaman pribadi ini, kurang berkenan bagi pembacanya. Yang jelas niat saya murni untuk berbagi tentang apa dan bagaimana “the happiness family”, atau istilah lainnya dalam Dinnulislam disebut Keluarga yang berkasih sayang (Sakinah mawaddah Warohmah”), etc.

Segala hal yang diungkapkan akang Iwan sebagai Sahabat yang sdh lama tak bertemu, dalam tulisannya yang agak panjang. Ada beberapa butir pesan moral di WA japri, yang mengapresiasi jalan hidup saya, sungguh hal ini menyenangkan hati. Semuanya itu Saya memberikan jawaban kata “Alhamdulillah” segala puji hanya bagi Allah SWT semata.

Kemudian kita wajib berterima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa, membantu dan menolong dalam mengisi jalan hidup saya dan kita. Mereka telah mengantarkan hidup kita tergolong sukses, seperti yang diungkapkan Akang Dr. Iwan Setiawan itu.

BerkatNya jualah kita menjadi orang yang “sukses begini” merupakan sebuah anugerah atas karuniaNya, alhamdulillah.

Oleh karena itu atas nikmat dan rahmat semuanya itu, rasa syukur kepada Allah SWT, dan seraya berterima kasih kepada antar sesama yang telah membantu dan pernah menolong dalam dinamika perjalanan kehidupan saya dan kita adalah wajib kita lakukan, sehingga kita selamat hidup di dunia dan insyaAllah di kehidupan akhirat kelak, setelah kita mati meninggalkan alam fana ini menghadap Allah SWT Amiin YRA.

Baca :  Mengapa Warisan Budaya Melayu-Islam-Nusantara Termarginalkan ?

Kehadiran saya dan isteri dari “kota hujan” Bogor City (Beutenzorge) ke rumah ongaku EA di Kota Tanjung Pinang, itu merupakan refleksi sikap dan rasa berterima kasih dan bersyukur saya kepada Allah SWT.

Segala pekerjaan dengan kesibukan yang begitu padat, tengah saya jalani buat membahagiakan ongaku EA yang berusia 80 tahun, orang yang amat saya hormati, terpaksa saya singkirkan dan tinggalkan semua pekerjaan itu buat sementara, demi bisa hadir di acara bahagia Milad 80 tahun ongaku EA itu.

Jujur saya berkata, saya juga menikmati dan merasakan kebahagiaan, apa yang dirasakan onga EA aku itu, apabila sedang berada ditengah-tengah dan disamping ongaku EA pada saat acara ultah 80 tahun itu.

Cukup lama saya berbicara, dan memberikan sambutan ultah 80 tahun ongaku EA. Pada saat momentum sambutan Ultah 80 tahun itulah segala naluri kefitraanku keluar dari tutur kata, dengan berbagai narasi, yang saya ungkapkan dengan hati yg tulus dan lapang dada, serta pikiran yang jernih dan hati yang lega.

Baca :  Siapa Sebenarnya Si "Kambing Hitam" itu ? dan Ciri-cirinya

Pada saat itu acara Launching dua buku yang ditulis ongaku EA, rasa haru, rasa kagum, rasa hormat, rasa bangga, dan rasa sayang dan cinta kepada ongaku EA “tumpah ruah”. Saya ungkapkan dgn retorika yang tidak dibuat-buat, spontan saja keluar dari lubuk hati yang dalam.

Ekspresi wajahku, ketika “berpidato” yang memang diberikan kesempatan yang luas oleh ongaku EA, saya manfaatkan sebaik-baiknya. Saya melihat beberapa yang hadir seperti adinda Sardison, ST, MT (Ketum FIKCI, Kadis PMD Prov. Kep. Riau), dan KH. Dr. Bambang Marjono (Ketum MUI Prov. Kepri, anak angkat ongaku EA) menyimak dengan khusuk isi sambutanku dalam acara Milad onga EA 80 thn pada malam itu. Ketika “berpidato” itulah nada sedih, nada haru, nada senang dan bahagia pun keluar dimulutku campur aduk, tanpa sadar.

Saya percaya bahwa apa yang aku lakukan, itu digerakkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, yang memiliki dan menguasai alam jagat raya ini. Pada saat saya berpidato di acara Milad ke 80 di resto seafood Sei 6 Tg Pinang City, saya melihat wajah ongaku EA menyimak dengan baik “isi pidato” dan senang serta nampaknya cukup berbahagia, sambil tertegun.

Baca :  Panorama Alam Pesisir, Laut dan Pulau-pulau Kecil Indonesia Kaya-Raya dan Mempesona

Saya tahu apa perasaannya onga EA ku itu, setelah adiknya AA memberikan kata sambutan. Beliau onga EA berkata, ..”..aku bangga melihat sepak terjang, kiprahnya di masyarakat adikku ini…”, dan dia juga sayang sama adiknya Dr. Ir. H. Apendi Arsyad MSi ini, dengan beberapa argumentasi dan fakta yang disampaikannya. Ungkapan ini beberapa kali sempat saya dengar. Begitu pun aku, terkadang bahkan terucap kata-kata sayang dan bangga dengan ongaku EA ini, baik saya ungkapan dalam untaian kata baik lisan maupun tulisan-tulisanku di medsos.

Begitulah suasana hati, perasaan, dan pikiran yang menyelimuti kami sekeluarga dalam acara Milad ke 80 thn (tgl 30 Desember 1941 sd 30 Desember 2021, saat ini). Apakah ini salah satu sumber kebahagiaan yang Allah SWT anugerahkan itu?. “Nikmat Tuhan yang Manakah yang kamu dustakan ? (QS Ar Rahman).

Mohon doanya, semoga kami bisa menjadi orang berterima kasih antar sesama dan bersyukur kepada Allah SWT, Amiin YRA.

Akhirulkalam, saya memohon kepada Allah SWT, semoga ongaku EA sehat, panjang umur,.murah rezeki, berbahagia bersama keluarganya dan hidup berkah, serta pada waktunya nanti “husnul khotimah”Wabillahit taufiq walhidayah wr wb.

Harmoni Suites Hotel, Nagoya Batam City, Room 312.

 

Penulis adalah Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *