Site icon LEAD.co.id

Testimoni Kumpulan Puisi Akrostik dari Prof Ismudi Muchsin

Apendi Arsyad, Puisi Akrostik, Ismudi Muchsin

Oleh: Apendi Arsyad

Entah saya dapat mimpi apa?. Sore itu tanggal 6 Oktober 2022, saya membaca pesan WA japri dari guruku, Prof. Ismudi Muchsin bahwa beliau memberitahu saya, akan diterbitkan Kumpulan Karangan Puisinya dalam waktu dekat. Kemudian saya diminta untuk memberikan semacam testimoni atau sambutan pada buku karyanya itu.

Terus terang setelah membaca pesan WA japri tersebut, hatiku pun begitu senang dan mengejutkan atas adanya permintaan dari salah seorang kasepuhan dosen FPIK IPB University, yang kini sudah memasuki masa purna bakti (pensiun) sejak thn 2006 yang lalu.

Semasa saya menjadi mahasiswa FPIK IPB tahun 1981-1986, Prof. Dr. Ir. H. Ismudi Muchsin.MSc adalah Dekan saya dimulai sejak thn 1984, dan Dekan FPIK sebelumnya, almarhum Prof. Dr. Muhammad Eidman, MSc. Saya masuk FPIK tahun 1981, sedang Prof Ismudi Muchsin sedang menjalani program studi magister dan Doktor di Institut National Politegnique Perancis.

Berdasarkan status saya sebagai mahasiswanya, dan beliau adalah dosen saya, dan juga sekaligus Dekan, sehingga ijazah tanda bukti kelulusan sarjana saya di FPIK IPB, Prof Ismudi lah yang menanda-tanganinya. Hal ini membuktikan bahwa jarak usia kami terpaut memang sangatlah jauh.

Selanjutnya, saya baca riwayat hidup beliau, Ismudi lahir pada tahun 1941 di Desa Tegalsari Kedu-Temanggung, Jawa Tengah, dan lulus SMAN di Magelang tahun 1959, dan saya pun waktu itu baru lahir ke dunia pada thn 1959 itu. Begitulah jauhnya jarak usia kami berdua, tapi alhamdulillah faktor usia bukan menjadi kendala dalam berinteraksi sosial.

Akan tetapi entah kenapa ?, saya sebagai salah seorang mantan muridnya, ada tawaran dari guruku itu untuk bertestimoni cukup membuat saya penasaran.

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, saya mencoba menjawab secara hipotetik. Mengapa bpk Ismudi berbuat baik demikian yakni sbb:

(1). Hubungan saya dengan beliau ketika menjadi aktivis mahasiswa di Sema C IPB dan beliau Dekannya, pola komunikasi kami sangat baik dan lancar;

(2) semasa saya aktif di kepengurusan HMI Komisariat Faperikan (FPIK) IPB dan Cabang Bogor, saya sering bersilaturrahmi dengannya, karena beliau seorang alumni HMI yang aktif di MD KAHMI Bogor, dan;

(3). Ketika saya aktif sebagai Ketua Dewan Pendidik Kota Bogor tahun 2013-2019.

Ketiga hal ini dugaan saya, Prof Ismudi tetap setia menjalin hubungan silaturrahmi yang baik dengan saya selaku mantan muridnya, dan meminta saya bertestimoni-memberikan sambutan pada karya Kumpulan Puisinya, yang sebanyak 110 gubahan puisi dengan 121 halaman, cukup banyak memang. Barang tentu, hal ini merupakan sebuah penghargaan dan kehormatan seorang guru kepada saya muridnya, dengan hubungi silaturrahmi yang tak terputus.

Terima kasih saya ucapkan kepada guruku (dosenku) Prof Ismudi Muchsin atas kesempatan yang telah diberikannya kepadaku muridnya, ini merupakan suatu fenomena teramat langka, alhamdulillah.

Saya pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini, dengan membaca berulang-ulang sambil berupaya mengerti dan paham makna karya sastra-puisi Akrostik Prof Ismudi ini, yang sangat bervariatif dan banyak kategori puisi, serta tema-tema puisinya, yang beliau karang selama tahun 2020-2021 yang lalu.

Ciri khas dari karya sastra-puisi guruku ini, nampaknya begitu unik yaitu adalah sbb:

(1). Tema-tema puisinya sangat bervariasi dan cukup luas spektrum maknanya spt (a). Manusia Makhluk Sosial ada 8 puisi; (b) Ke-IPB-an, 14 puisi; (c) Tokoh-tokoh IPB ada 4 puisi, (d) Kebangkitan Nasional 19 puisi, (e) Kepahlawanan, 12 puisi, (f) Kebangkitan Perempuan, ada 5 puisi, (g). Sumberdaya Alam dan Lingkungan, ada 12 puisi; (h). Keagamaan, ada 10 puisi, dan (i). Serba-serbi, ada sebanyak enam puisi. Kemudian ditutup dengan dua bait puisi, yang mengekspresikan kerendahan hati pengarangnya disampaikan kepada para pembaca sekalian.

(2). Gubahan karya sastra-puisi guruku ini, diinspirasi oleh firman-firman Allah dalam kitab suci Al Quran, sebagai besar untaian bait-bait puisinya ada catatan kaki berupa kutipan rujukan ayat-ayatnya. Artinya karya sastra-sajak ini, sarat dengan pesan moral, etik dan ideologis, yang berorientasi akhlaq mulia dalam berbagai dimensi dan perspektif seperti: Keagamaan-iman dan taqwa, sejarah perjuangan nasional, karakter kepahlawan, gerakan gender, konservasi sumberdaya alam dan lingkungan (SDAL), kehidupan kampus dan almamater, kesuritauladanandari para tokoh pendidik kampus bagi almamaternya, dll.

Dengan istilah lain, kumpulan sastra-puisi ini akan berfungsi, selain sebagai peningkatan kemampuan literasi, juga peningkatan kapasitas edukasi bagi anak didik kita. Apalagi, menurut informasi, buku puisi ini, nantinya direncanakan akan disebarluaskan di berbagai Perpustakaan sekolah-sekolah Dikdasmen di Kota Bogor, saya menyambut baik atas adanya niat mulia tersebut; dan

(3). Kumpulan puisi karya guru ini, juga merupakan bisa menggugah perasaan dan kesadaran kaum lansia-usia sebagai sarana peringatan dan menunjukan kebesaran illahi, Allah SWT tempat kita semua kembali, tanpa kecuali, insyaAllah karya sastra puisi bisa mempertebal rasa keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sebagai bekal hidup di hari akhirat, Aamiin-3 YRA.

Saya sangat mengappresiasi atas terbitnya buku Kumpulan Puisi Akrostik ini karangan guruku bpk Prof.Ismudi Muchsin, yang akan diterbitkan oleh PKSPL IPB University, dalam rangka menyambut Hari Ruaya (reuni) Alumni FPIK-IPB University pada tgl 19 November 2022 di ICC IPB University, Baranang Siang Kota Bogor, menjadi semakin semarak dan penuh makna.

Harapannya kehadiran buku karya sastra ini bisa memberikan kontribusi dan makna bagi dunia pendidikan kita, yang masih menuntut suguhan bacaan-bacaan bermutu untuk membangun karakter anak didik-bangsa kita yang baik di tanah air, Indonesia.

Kita pun sangat sadar bahwa hidup di dunia yang fana ini, kehadiran agama (dinnulIslam), ilmu pengetahuan-teknologi (iptek) dan seni (sastra) merupakan kebutuhan mutlak bagi insan-manusia, dimana agama akan menuntun manusia hidup menjadi terarah, dengan iptek hidup manusia menjadi mudah, dan dengan sastra (sajak, puisi) hidup manusia menjadi indah (berestetika), begitulah kata-kata orang bijak.

Akhirnya saya menilai dan berpendapat bahwa guruku Prof Ismudi Muchsin ini adalah memang sesungguhnya seorang guru-besar (dosen) yang bijak-bestari. Selamat dan sukses guruku, sehat lahir-bathin dan berbahagia selalu.

Amaroossa Grande Hotel, room 1506, Bekasi, 26 Oktober 2022.

Penulis adalah Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor 2013-2019; Pendiri-Dosen / Asosiate Professor Universitas Djuanda Bogor; Pegiat dan Pengamat Sosial

Exit mobile version