UI Gagas Kampung dan Sekolah Tanggap Bencana

63
0

LEAD.co.id | Puluhan orang mengikuti Forum Diskusi Terpumpun (FDT) mengenai perencanaan kampung dan sekolah tanggap bencana, di kantor kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (20/9/2019).

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dosen dan Mahasiswa Kajian Ketahanan Nasional dan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dengan didasari oleh kerentanan wilayah Cilincing dari bencana kebakaran dan banjir. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan sadar akan urgensi pengetahuan mengenai antisipasi kedua bencana yang rawan tersebut.

“Mengapa Cilincing? Karena Cilincing paling rentan dengan dua bencana ini (kebakaran dan banjir). Jadi luarannya nanti akan ada kampung dan sekolah tanggap bencana,” ungkap Arjun Fatahilah selaku ketua pelaksana, saat ditemui tim selesai acara.

Dalam praktiknya, kegiatan tersebut menggaet beberapa pihak. Sebut saja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, yang diwakili oleh Adi Setyopurno yang menjabat sebagai seksi pencegahan. Selain itu, ada juga Aryono yang mewakili Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara. Kedua pihak tersebut didaulat menjadi pemateri dalam seminar FDT, hingga nantinya bersama-sama masyarakat menentukan lokasi mana yang tepat menjadi kampung dan sekolah tanggap bencana.

“Sebelum bencana terjadi, lebih baik kita melaksanakan pencegahan. Musim hujan bisa berdampak pada banjir, musim kemarau bisa berdampak pada kebakaran. Kita antisipasi hal itu,” tandas Adi dalam materinya.

Kedepannya tim Aksi UI akan melakukan sosialisasi langsung ke kampung dan sekolah yang akan dijadikan posko tanggap bencana. Pembentukan kampung dan sekolah tanggap bencana akan menuntut partisipasi langsung masyarakat dan diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana di daerah Cilincing Jakarta Utara. (Ul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here