Aksi Teror di Gereja Makassar, Masyarakat Diminta Tidak Panik

oleh -267 views
Terorisme, Makassar, Panik, Polri,
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam saat memimpin pasukannya di lokasi kejadian aksi teror, di depan Gereja Katedral, Jalan Kartini, Makassar, pada Minggu, 28 2021 [File: Humas Polri]

LEAD.co.id | Sebanyak 14 orang dikabarkan menjadi korban akibat ledakan di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (28/3/2021). Diduga, ledakan ini merupakan aksi teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua orang.

Pihak Kepolisian menduga, pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor saat melakukan aksinya. Mereka diduga langsung meninggal dunia usai melancarkan aksi teror tersebut.

“… kita mendapatkan informasi bahwa ada 2 orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam pernyataannya.

Argo menjelaskan, kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor dengan pelat nomor DD-5984-ND. Setelah pelaku berada di pintu Gereja Katedral Makassar, ledakan terjadi usai dicegah oleh sekuriti gereja.

Baca :  Penembakan Laskar FPI Melanggar HAM, Polri Bentuk Tim Khusus

Ledakan terjadi pada pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Selain potongan tubuh manusia, di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Merespon peristiwa itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar.

“Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Jenderal Sigit.

Kapolri menyebut, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus para jaringan-jaringan tersebut.

Baca :  Presiden Apresiasi Peran Polri dalam Penanganan Pandemi

Irjen Argo Yuwono menyebutkan, ada 14 orang mengalami luka-luka yang telah dilarikan ke rumah sakit akibat ledakan ini. Sebanyak 3 orang dirawat di RS Stella Marris Makassar, para korban mengalami luka di bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki.

Sedangkan 7 korban lainnya dilarikan ke RS Akademis Makassar. Para korban terluka akibat terkena serpihan, korban mengalami luka di bagian betis dan ada pula yang mengalami luka di paha.

“Kemudian ada juga 4 orang di RS Pelamonia ini juga akibat serpihan, ini juga mengenai pada paha, betis, juga ada mata kaki yang kena serpihan-serpihan kemudian ada juga bagian muka. Jadi ada 14 ya korban, artinya yang sekarang masih dalam perawatan saat ini ditangani oleh dokter,” ujar Irjen Argo.

Baca :  Listyo Sigit Prabowo Resmi Dilantik sebagai Kapolri

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam menduga bom yang meledak di depan Gereja Katedral Makassar berjenis high explosive. Namun, menurut polisi, kerusakan yang ditimbulkan dari bom bunuh diri itu tidak terlalu parah.

“Kalau jenis ledakan sementara bisa dikatakan high explosive karena daya ledaknya cukup tinggi,” sebut Irjen Merdisyam saat di lokasi kejadian.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Div Humas Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *