Ayah Hebat dalam Rangka Hari Anak Nasional

oleh -940 views
Ayah Hebat, Hari Anak Nasional, Apendi Aesyad

Pengalaman mendidik anak dalam keluarga: mengapa, apa dan bagaimana yang dinarasikan mas Prof Arif Satria, Ketum ICMI Pusat; wakil bapak Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, salah seorang pejabat Pemprov. Jabar; dan mas Dr Priyo Budi Santoso – Waketum MPP ICMI, sangatlah menarik untuk kita simak dan renungkan bersama selaku ayah di rumah tangga, dan izinkan saya menyimpulkan narasi yang mereka presentasikan.

Bahwa mereka, narasi para nara sumber telah menjawab dengan cerdas tentang kebutuhan dan permasalahan berdasarkan sistem nilai dan norma (value and norms system), dan pola budaya yang berbasis Dinnulislam (QnS) dan didukung konsep saintifik, paham teori, konsep dan prakteknya dalam mendidik anak- keturunannya (zuriath).

Mereka telah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi generasi penerus yang baik, insyaAllah menjadi generasi muda berwatak kuat dan cerdas, yang pantas disuri-tauladani dalam berkehidupan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Ingat generasi muda yang berwatak baik menjadi tumpuan harapan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara yang kokoh dan kuat.

Baca :  "The Circular Economy" dan Peran SG - CEO Kencana Group

Dalam soal konsep “Ayah Hebat” ini, saya sendiri juga terus belajar dan belajar, tiada hentinya untuk mendidik anak-anakku di rumah.

Saya mempunyai anak 3 orang putri dan 1 istri, yang cantik, sehat dalam pandangan mataku. InsyaAllah juga mereka anak-anakku, alhamdulillah cerdas dan berprestasi di sekolah dan lingkungan masyarakat bahkan si sulungku, Annisa Hasanah, SP, MSi, kini mahasiswa program Doktor di Kyoto University, Japan, sponsorship Monbusho Pemerintah Jepang.

Anakku pernah meraih beberapa penghargaan nasional dan internasional dengan karya inovasinya bernama “Ecofunopoly”: Learning Green by Playing: papan permainan (board game) edukatif berbasis lingkungan, meningkatkan pengetahuan pemain (9 thn +) seputar lingkungan hidup dan pemanasan global.

Subhanallah, walhamdulillah karya inovatif anakku, telah mendapat pengakuan dan appresiasi Lembaga Internasional seperti United Nation (PBB) dan World Bank: salah seorang the winner dari 6 wanita di dunia dalam program Her SDGs 2021; Best Project Danamon Young Leaders Award, Japan Enivironmental Education Forum, UNEP- BAYER Young Environmental Envoy Germany, Ashoka Young Changemaker-Japan, Creativity in the Study Award Germany, Wildlife Conservation Society, Indonesia Sociopreuner Challenge (ISoC): Technopreunuership Surya University, YSEALI Future Seeds Grant from USA, Impact ASEAN Youth Innovation Challange in Bangkok-Thailand, Australia ASEAN Emerging Leaders in Australia, etc, etc yang telah menglobal.

Baca :  Halal Bihalal 1443 H: Kodel memang Beda

Hal-hal yang disebutkan itu, barang tentu sangat membanggakan kami selaku ayah dan mamanya. Alhamdulillah, saya dan istriku ada sedikit punya pengalaman belajar (lesson learned) mengenai apa dan bagaimana kiat-kiat menjadi seorang ayah yang terus belajar berperan, berfungsi dan bertanggungjawab dalam pendidikan anak di lingkungan keluargaku. Maaf saya pun agak sulit menarasikan secara rinci, panjang lebar uraiannya dalam tulisan ini.

Maksudnya, saya bernarasi singkat ini, bukan “membangga-banggakan” tetapi hanya sekedar ingin berbagi pengalaman “experience sharing” semata, mana tahu ada manfaatnya bagi para pembaca sekalian.

Sebenarnya pengalaman mendidik anak itu, begitu kompleknya dan tidak linear sifatnya. Sistem nilai dan norma serta kaidah-kaidah sosial-budaya begitu rumit (komplek) dan sifat kontingensi, tergantung situasi-kondisi yang mempengaruhi kualitas pendidikan anak-anak dalam rumah tangga kita, apabila kita lihat dan analisa dari beberapa perspektif sainteks.

Baca :  Bedah Buku: Jihad Intelektual untuk Kemajuan Indonesia

Untuk narasi pengalaman saya AA selaku ayah (parent) mendidik keluargaku, berlatih mengaplikasikan konsep “Ayah Hebat”, paling tidak mengantar anak-anak ke sekolahnya seperti yang disuritauladani bapak Dr Anis R Baswedan dan dianjurkan bapak Wali Kota Bogor, yang saya narasikan di atas.

Bisa dibaca beberapa artikel saya pernah saya tulis, yang sudah dishare di medsos Lead.co.id, diantaranya “Sweet-seventeen si Bungsuku“, etc. Hal itu untuk hanya sekedar berbagi pengalaman yang baik dan bermanfaat serta meningkatkan kualitas literasi, maaf tidak untuk hal yang lain.

Selamat dan sukses bagi rekan-rekan MPP ICMI yang telah berhasil membahas issu strategis “parenting” bagi keberhasilan mendidik anak-anak dalam keluarganya, dan terima kasih kepada narasumber yang telah menginspirasi dan mencerahkan kita. Syukron barakallah, Aamiin YRA.

Penulis adalah Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, Pegiat dan Pengamat Sosial, serta Pendiri-Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor