Ayah Hebat dalam Rangka Hari Anak Nasional

oleh -938 views
Ayah Hebat, Hari Anak Nasional, Apendi Aesyad

Oleh: Apendi Arsyad

Topik webinar yang digelar pada malam ini (Jumat, 29 Juli 2022) oleh MPP ICMI Pusat bidang VI yang dikoordinasikan Waketum MPP ICMI, ibu Prof Riri Fitri Sari, dengan topik Talk Show “Ayah Hebat Lindungi Anak Indonesia”, bagus sekali ini. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, yang jatuh Senin 1 Agustus 2022, 3 hari yang akan datang.

Saya AA sangat mengapresiasi forum Webinar ini, kumpulan para cendekiawan muslim (ICMI) untuk berdiskusi, dan saya sangat tertarik untuk ikut serta nimbrung, paling tidak menyimak pemikiran dan pesan-peserta moral dan etik dalam wacana “ayah hebat” tersebut.

Apalagi narasumber yang diundang bicara adalah orang-orang hebat seperti Prof Arif Satria, Rektor IPB University, yang juga Ketua Umum MPP ICMI, dan Gubernur Jawa Barat Kang Dr M Ridwan Kamil atau yang mewakilinya, dan Dr Priyo Budi Santoso Waketum MPP ICMI dan mantan Wakil Ketua DPR RI, politisi Cendekiawan muslim yang memiliki jam terbang cukup lama.

Baca :  Hancurnya Ekosistem DAS Kuantan dan Singingi, Riau

Ketiganya orang tokoh nasional ini adalah manusia sukses dalam karier kepemimpinannya yang berbasis memadukan imtaq dan ipteks, memiliki kemampuan penalaran saintifik yang mendalam dan sekaligus berakhlaq mulia. Patut disuri-tauladani, terutama dalam soal mendidik anak-anaknya di rumah tangga (informal education), itu pandangan selintas saya.

Artinya mereka memiliki pemahaman, penguasaan dan pengamalan iman, ilmu dan amal secara holistik, sistematis dan terintegrasi, atau dengan ungkapan populer lainnya “berilmu amaliah dan beramal ilmiah”.

Oleh karena itu, forum diskusi malam ini semakin menarik untuk disimak dari ketiga tokoh ini agar kita bisa menggali berbagai pemahaman konsep dan mengambil pelajaran dari pengalaman (lesson learn), yang sukses dalam mendidik anak-anaknya dalam kehidupan berkeluarga.

Baca :  Sedikit Kritik Seminar Bogor Dayeuh Ulama

Kita paham bahwa dimana ayah berperan penting dan strategis dalam proses pembentukan watak (karakter) anak-anaknya. Selain ibunya anak-anak merupakan madrasyah pertama dan utama bagi pemenuhan kebutuhan material dan spiritual anak-anak dalam kehidupan rumah tangga yang berpendidikan sukses.

Banyak para ilmuwan, akademisi dan pakar pendidikan berpendapat, bahwa ayah adalah sosok atau vigur terdekat, yang menjadi “panutan dan idola” keluarga, orang yang diguguh dan ditiru segala ucapan dan perbuatannya (human behavior) yang baik-baik dari anak keturunannya.

Begitu pun sebaliknya, jika seorang ayah tidak bisa atau mampu menjadi suri-tauladan kepada anak-anaknya, maka anggota keluarga berpeluang besar mengalami kegagalan dalam menghasilkan anak yang terdidik dan terpelajar.

Baca :  "New Normal Society" di Era Covid 19

Kita sangat paham bahwa keberhasilan mendidik anak adalah salah satu kunci pokok, bisa terbangunnya keluarga yang berbahagia, keluarga yang berkasih sayang (sakinah mawaddah warohmah), yang menjadi idaman dan dambaan semua orang.

Ingat saja, ketika ada surat undangan acara pernikahan dan resepsi (walimaan), dari keluarga mempelai kepada kita, sudah bisa dipastikan mereka pihak keluarga untuk memohon didoakan, agar sepasang pengantin tersebut, dianugerahi Allah SWT menjadi keluarga “sakinah mawaddah warrohmah”.

Begitu pun, selama hidup di dunia ini, kita mendambakan zuriath yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga anak-anak sholeh/sholehah yang kita bisa mendoakan keselamatan untuk kedua orangtuanya yang telah berada di alam baqa (akhirats).