Ayah Hebat dalam Rangka Hari Anak Nasional

oleh -939 views
Ayah Hebat, Hari Anak Nasional, Apendi Aesyad

Keluarga Sakinah “mawaddah warrohmah” adalah salah satu misi ICMI dengan program 5 K (kualitas) yang terus kita perjuangkan dalam masyarakat dan keluarga Indonesia, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional yakni manusia yg Indonesia Seutuhnya.

Kita ingat pula, bahwa keluarga merupakan tiang (pilar) utama untuk kokoh dan utuhnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara NKRI.

Keluarga merupakan juga unit terkecil dalam sistem sosial yang sangat menentukan kemajuan masyarakat yang beradab dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Presentasi Prof Arif Satria pada malam ini, saya simak, sangatlah menarik menjelaskan pengalaman mengasuh anak di rumah, terutama romantika mendidik anaknya yang berkebutuhan “khusus”.

Sungguh menarik beliau jelaskan, menggunakan konsep sains pendekatan “Grit”, yang mengaitkan “parenting” dengan variabel “interest”, “hope”, etc ..etc, and “best practice” yang memunculkan “grit culture”, dengan pergeseran “mindset” yang maju dan baik.

Baca :  Integrated DAS Kuansing Management

Maaf, saya tak sempat mengurai lengkap dan mendalam dalam tulisan ini. Saran saya lebih baik dan bijak, bisa membaca langsung materi Pptnya.

Dengan dibahasnya topik “Ayah Hebat” pada webinar ICMI malam ini dalam rangka memperingati Hari Anak Indonesia thn 2022, maka pikiran saya menerawang ke waktu yang lalu, ketika saya menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor tahun 2013-2019.

Pada tahun 2016, saya pernah mengundang Wali Kota Bogor bapak Dr. H. Bima Arya Sugiarto di Sekretariat Wandik, untuk berbicara topik “Ayah Hebat” di media “forum focus group discussion” (FGD) yang dihadiri para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan Kota Bogor.

Baca :  Rusaknya Mutu Pendidikan Tinggi, Akibat Hilangnya Karya Ilmiah

Munculnya gagasan diskusi “ayah hebat” di Wandik Kota Bogor, diperoleh ilhamnya dari pidato bapak Dr. Bima Arya, Wali Kota Bogor di beberapa forum guru/PGRI di Kota Bogor.

Ketika itu, saya pernah membaca pula di mass media, dan mendapat informasi tentang peran dan fungsi ayah dalam pendidikan anak-anak dalam keluarga, yang dideklarasikan Mendiknas RI bapak Dr Anis Baswedan.

Salah satu issu strategis yang menonjol dalam konsep pengembangan “Ayah Hebat” dalam prakteknya adalah mengantar anak ke sekolah, menghadiri acara di sekolah diantaranya di saat mengambil raport nilai mata pelajaran anak kita, dan konsultasi soal perkembangan pembelajaran anak didik dengan guru wali kelas dan atau guru bimbingan konseling, juga ayah adalah tempat curhat anak-anaknya, sediakan waktu santai buat anak-anak di rumah maupun luar rumah (makan di resto dan atau bertamasya keluarga) dll.

Baca :  Pamit Pulang Ongaku EA

Bahkan, Mendiknas RI, bapak Dr. Anis Baswedan, yang kini Gubernur DKI Jakarta, memberikan tauladan, mengantar anaknya ke sekolah dengan kendaraan jenis Vespa, sebagaimana gambarnya dimuat di beberapa koran nasional, media cetak, yang patut disuri-tauladani oleh para ayah, yang sibuk bekerja dan padat acara.

Walaupun sesungguhnya, atau barang-tentu gambaran bagaimana praktek “Ayah Hebat” tidak sesederhana itu permodelannya. Sifatnya demikian komplek, karena menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar anak manusia (basic human needs), dan ditambah lagi permasalahan pendidikan keluarga (informal education), yang harus dipenuhi dan dipecahkannya oleh kepala keluarga yakni “ayah hebat”.