Bentrokan Pengungsi Meletus di Perbatasan Belarusia-Polandia

oleh -382 views
Pengungsi, Perbatasan Belarusia-Polandia, Belarusia, Polandia

POLANDIA (LEAD.co.id) – Bentrokan meletus antara pengungsi yang terdampar dan penjaga perbatasan Polandia di perbatasan Polandia-Belarusia, pada Selasa (16/11/2021). Petugas Polandia menyerang para pengungsi dengan meriam air dan gas air mata.

Menurut Kementerian Pertahanan Nasional Polandia (MOD), para pengungsi di perbatasan Kuznica yang mencoba menyeberang ke Polandia dilaporkan melemparkan batu ke petugas Polandia. Kemudian, para petugas merespon dengan menggunakan meriam air dan gas air mata.

“Para migran menyerang tentara dan penjaga kami dengan batu dan mencoba memaksa pagar untuk sampai ke wilayah Polandia. Pasukan kami menggunakan gas air mata untuk menggagalkan agresi para migran,” kata MOD seperti dikutip Al-Jazeera.

Baca :  Jumlah Pengungsi Terus Meningkat, Dunia Semakin Tak Peduli

Marta Szymanderska dari Grupa Granica, sebuah koalisi LSM yang menanggapi krisis kemanusiaan di perbatasan mengatakan, penggunaan kekuatan oleh Polandia tersebut tidak dapat dibenarkan karena ada prosedur hukum yang harus digunakan sejak awal.

“Tindakan pasukan Polandia tidak hanya ilegal tetapi juga tidak manusiawi,” sebut Marta.

Penjaga Perbatasan Polandia mengatakan, para migran ilegal telah berkumpul di penyeberangan perbatasan di Kuznica, di sisi Belarusia. Kelompok-kelompok baru, yang selama ini berjongkok di perbatasan, bergabung dengan mereka.

“Upaya untuk secara paksa melintasi perbatasan sedang dipersiapkan. Semuanya berlangsung di bawah pengawasan pasukan Belarusia,” ungkapnya.

Baca :  Terjun ke Lebak, Tim DMC Susur Pengungsi Terisolir di Hutan

Sebelumnya, pasukan keamanan Polandia berjumlah banyak telah tiba di perbatasan untuk mencegah para pengungsi. Pihak berwenang Polandia mengklaim mencegah para pengungsi secara ilegal menyeberang ke wilayah Polandia dan Uni Eropa.

Ribuan pengungsi itu terjebak di tanah tak bertuan antara perbatasan Polandia dan Belarusia sebagai akibat dari krisis geopolitik Timur-Barat yang melibatkan Warsawa dan sekutunya, serta Minsk dan Moskow.

Menurut hukum internasional, orang yang mencari suaka memiliki hak untuk mengklaimnya di perlintasan perbatasan resmi. Namun, petugas Polandia telah menyangkal hak itu bagi banyak pengungsi yang mencoba menyeberangi perbatasan.

Baca :  Banjir Masih Merendam Daerah Kudus, 513 Jiwa Mengungsi

Sejak krisis berlangsung pada bulan Agustus, penjaga Polandia dilaporkan telah mendorong kembali orang-orang yang berhasil menyeberang ke wilayah Polandia dari Belarus.

Banyak pengungsi menghabiskan berminggu-minggu di hutan di perbatasan, mencoba meninggalkan zona perbatasan dan mencari suaka.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Al-Jazeera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *