Bijak Menggunakan Teknologi Komunikasi

2

Oleh : Akhmad Saoqillah

Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk sosial adalah manusia yang berinteraksi dan selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Manusia akan selalu berkeinginan untuk berbicara, tukar menukar gagasan, mengirim dan menerima informasi, berbagi pengalaman, bekerja sama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Tindakan komunikasi dapat terjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang bersifat individual, di antara dua orang atau lebih, kelompok, keluarga, organisasi, publik secara lokal, nasional, regional, dan global atau melalui media massa.

Namun saat ini perkembangan teknologi komunikasi sudah semakin menggurita. Akibatnya Teknologi komunikasi sudah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan informasi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar pada segala aspek kehidupan manusia. 

Teknonologi komunikasi memiliki produk nyata seperti media, telah menjadi komoditas utama yang dibutuhkan oleh manusia setiap harinya. Dahulu, alat komuniksai sangat terbatas dan terkendala oleh jarak dan waktu. Kini, dengan berkembangnya teknologi maka semua hambatan yang dulu menjadi masalah utama dalam berkomunikasi dapat teratasi.

Di era teknologi komunikasi ini kita dimudahkan untuk melakukan sesuatu misalnya kita mau pesan ojek maka kita tidak perlu jauh-jauh ke pangkalan ojek, yang perlu kita lakukan hanya membuka aplikasi Ojek online dari rumah maka secara otomatis abang ojek akan dating sendiri ke rumah.

Secara umum perkembangan teknologi komunikasi ini dibuat dengan tujuan memudahkan segala aktifitas manusia namun pada perjalannya perkembangan teknologi komunikasi ini justru membuat kita khususnya kalangan pemuda terlena. Kita dibuat enak melakukan sesuatu akhirnya kita malas bersosialisasi dengan sesama kita. Banyak dari kita asik dengan gadjetnya dan mengabaikan orang lain disekitar kita. Apakah ini merupakan gejala kecanduan (penyakit) teknologi?. Pertanyaan tersebut mungkin dianggap sepele bagi sebagian masyarakat kita, namun jika kita merujuk ke negeri seberang, yakni china. Di sana kita bisa mendapati apa yang disebut camp kecanduan teknologi (internet)”. Di camp tersebut setiap anak akan diberi terapi selama enam bulan dan selama terapi tersebut setiap anak tidak diperkenankan membawa gadjet atau sejenisnya.

Di Indonesia belum ada pusat rehabilitasi kecanduan teknologi seperti di china padahal jika kita amati masyarakat kita banyak sekali anak-anak mulai kecanduan teknologi, buktinya jika kita sedang jalan-jalan keluar rumah maka kita akan mendapati semua orang mulai dari bayi hingga orang dewasa sibuk dengan gadjetnya.

Kecanduan teknologi (gadjet) disebut phone snubbing atau phubbing. Sebagian masyarakat kita sudah mulai terjangkit dampak dari teknologi ini, padahal awalnya teknologi itu dibuat untuk memudahkan kita namun justru sebaliknya, teknologi membuat kita lupa dan terlena, melupakan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Saatnya kita kembali berkomunikasi dengan orang-orang disekitar kita karena itulah kodrat kita sebagai manusia. Kita tidak bisa menghidar dari perkembangan teknologi komunikasi namun kita harus bijak menggunakan teknologi.

 

Baca :  Hati-hati, Politik Dinasti !

Akhmad Saoqillah

Penulis adala Pengamat Komunikasi Digital

2 KOMENTAR

  1. semoga tulisan ini menyadarkan manusia sebagai kodratnya…
    dan mari kita sebarkan pemahaman yg seharusny dipahami manusia…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here