Site icon LEAD.co.id

Biskita Transpakuan Berhenti Operasi saat Antusias Masyarakat Tinggi

Biskita Transpakuan, Transpakuan, PDJT, Koridor Transpakuan, Pusat Kota

BOGOR (LEAD.co.id) – Biskita Transpakuan berhenti beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2022, saat antusias masyarakat meningkat terhadap bus tersebut. Penghentian itu dilakukan karena Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengevaluasi program BTS di seluruh Indonesia.

Direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT), Lies Permana Lestari mengatakan, operasional Biskita Transpakuan itu dihentikan usai menerima surat dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang menyatakan program BTS akan dihentikan pada 1 Januari 2022.

“Kemenhub mengevaluasi BTS seluruh Indonesia bukan hanya di Bogor. Sehingga BTS seluruh Indonesia sementara berhenti beroperasi,” ujar Lies kepada awak media, pada Sabtu (1/1/2022).

Terkait itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku kaget dengan kebijakan mendadak dari Kemenhub. Kebijakan itu dinilainya sangat terburu-buru sehingga Pemkot Bogor tidak melakukan langkah antisipasi.

“Terus terang kami kaget dengan kebijakan ini. Karena kebijakan ini terlalu terburu-buru sehingga kami tidak sempat melakukan langkah-langkah antisipatif,” kata Bima, pada Minggu (2/12/2022).

Dia juga menyayangkan kebijakan mendadak dari Kemenhub untuk menghentikan operasional Biskita Transpakuan sehingga merugikan konsumen dan Pemkot Bogor.

“Kami sangat menyesalkan mengapa hal ini terjadi secara mendadak,” ungkap Bima.

Berdasar informasi yang diterima Bima, penghentian operasional Biskita Transpakuan itu karena Kemenhub akan mengubah sistem lelang menuju sistem E-catalog. Penghentian operasional bus itu akan berlangsung selama satu bulan ke depan.

“Berdasarkan surat yang diterima PDJT dari BPTJ, kemungkinan besar Biskita Transpakuan berhenti beroperasi selama satu bulan ke depan. Dan akan kembali beroperasi jika proses E-catalog selesai,” sebut Bima.

Sebelumnya, Pemkot Bogor bersama BPTJ, PDJT, dan Kodjari telah melakukan rapat evaluasi terkait Biskita Transpakuan, pada Senin (27/12/2021). Dalam rapat tersebut disampaikan, antusias penumpang di koridor 2 sangat tinggi dengan load factor mencapai 112 persen per hari.

“Load factor di koridor 2 rata-rata per harinya mencapai 112 persen, ini angka yang sangat bagus, karena load factor di angkutan umum bisa mencapai 60-70 persen saja sudah bagus,” ujar Perwakilan PT Kodjari, Dewiyani Tjandra

Menurut Dirut PDJT, Lies Permana Lestari koridor 2 memiliki rute kilometer paling panjang, dari Ciawi sampai Bubulak. Hal itu membuat capaian load factor atau besaran yang menyatakan tingkat kepenuhan penumpang menjadi bagus.

“Antusias, tanggapan dan respon warga Kota Bogor terhadap Biskita juga terbaik se-Indonesia,” ujar Lies.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version