BOGOR (LEAD.co.id) – Biskita Transpakuan resmi beroperasi di Koridor 6 yang melayani rute Parung Banteng – Air Mancur. Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama warga menjajal trayek tersebut, pada Minggu (28/11/2021).
Titik Pemberhentian Biskita Transpakuan Koridor 5 antara lain Parung Banteng 2, Baranangsiang Indah 2, Simpang Bogor Baru, Bratasena, Taman Corat Coret 1, Jambu Dua 1, SMPN 8, BPJS, Dinkes dan Air Mancur 1.
Sedangkan arah sebaliknya yaitu dari Air Mancur 2, GOR Pajajaran, Gedung DPRD, SMPN 5, Jambu Dua 2, Villa Citra Bantarjati, Taman Corat Coret 2, Simpang Cimahpar, Baranangsiang Indah 1, Griya Bogor Raya dan Parung Banteng.
Hingga akhir tahun 2021, tarif layanan bus ini masih gratis bagi penumpang. Penumpang cukup menempelkan kartu uang elektronik (non-tunai) di pintu masuk sebelum menaiki bus.
Dari 10 bus yang disuguhkan di koridor ini, satu unit diantaranya merupakan bus dengan akses ramah penyandang disabilitas pada bagian pintu belakang.
Selain bisa untuk kursi roda, space ini juga bisa dimanfaatkan untuk sepeda maupun stroller bayi. Terdapat juga kursi khusus pada kabin belakang. Kursi memanjang ini untuk pendamping penyandang disabilitas atau pembawa stroller bayi.
Bahkan, untuk mengakomodir penumpang disabilitas supaya tetap dapat melihat pemandangan di jalan raya, kaca bagian belakang dibuat luas.
Fasilitas lainnya sama dengan model yang sudah beroperasi di koridor 5 (Stasiun Bogor – Ciparigi), seperti AC, CCTV, kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, jam digital, serta tombol untuk menginformasikan penumpang hendak turun.
“Kalau CCTV ini pengawasan kita saja. Tapi kalau untuk mengetahuinya busnya sudah sampai mana, jadwalnya jam berapa, warga bisa mendownload aplikasi Biskita,” kata Bima Arya.
Menurut dia, hadirnya Biskita Transpakuan ini merupakan era baru penataan transportasi di Kota Bogor. Ke depan, masih ada koridor-koridor lain yang diluncurkan untuk memberikan pelayanan transportasi yang nyaman bagi warga.
“Ada 10 bus yang beroperasi di koridor 6 ini. Beberapa hari kedepan nambah lagi koridor lainnya. Jadi,Insya Allah sesuai rencana sampai akhir tahun ini akan beroperasi 49 bus,” kata dia.
Bima Arya juga mengaku bangga melihat antusias warga untuk menikmati layanan tersebut. Untuk koridor 5 (Stasiun Bogor – Ciparigi) per hari rata-rata 2 ribu penumpang, akhir pekan rata-rata 3 ribu.
“Sampai hari ini di koridor 5, sudah 52 ribu warga yang naik Biskita Transpakuan. Ada yang mau bekerja, ada yang mau olahraga dan lain-lain,” ungkap Bima.
Bima juga mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi dari Kemenhub, BPTJ, konsorsium dari PT Kodjari dan Lorena, PDJT serta Dishub yang terus memastikan semua tahapan-tahapan berjalan dengan baik dan lancar.
Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengaku sedang merampungkan konsep rerouting angkot untuk diusulkan menjadi feeder atau pengumpan bus BTS.
Adapun untuk proses rekrutmen pengemudi angkot menjadi pengemudi Biskita masih terus dilakukan. Meski demikian, ungkap dia, ada kendala teknis yaitu di SIM. Prosesnya harus, SIM A SIM B1 umum dan B1 biasa.
“Ini saya sampaikan ke teman-teman Organda dan sopir angkot untuk mengikuti proses karena mereka juga akan diterima,” tutupnya.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Pokimpim





