Budidaya Cupang: Jalan Pendidikan Lingkungan di SMPN 1 Rancabungur

0

Oleh:
Tim Adiwiyata SMPN 1 Rancabungur

Pendidikan sebagai bagian terpenting dalam pembangunan peradaban suatu bangsa itu sebabnya pendidikan harus memiliki peran lebih terhadap penataan peradaban suatu bangsa termasuk di Indonesia. Peradaban identik dengan perkembangan yang terjadi dalam tatanan kehidupan manusia. Melihat realitas yang ada perubahan akibat tindak tangan manusia tampak jelas di depan mata kita. Pergeseran terhadap tatanan sosial maupun lingkungan. Sayangnya perubahan yang dilakukan manusia juga berdampak terhadap keseimbangan lingkungan maka terjadi beberapa kerusakan lingkungan. Dan manusia memiliki peran aktif dalam kerusakan lingkungan karena sampah rumah tangga melimpah dihasilkan manusia dan juga poluisi udara akibat kendaraan yang digunakan manusia untuk beraktivitas serta limbah pabrik yang tidak tertanggulangi dengan baik.

Secara detail satu per satu permasalahan kerusakan alam di Indonesia, dirasa akan membuat kita kewalahan dan merasa terheran-heran akan data tersebut. Darat, laut dan udara semuanya telah dicemari oleh limbah limbah maupun polusi serta kerusakan lainnya. Hal ini sangat mengkhawatirkan untuk kehidupan manusia ke depannya, dilihat dari data The World Bank tahun 2018 sebanyak 87 kota di pesisir Indonesia menyumbang sampah ke laut diperkirakan sekitar 1,27 juta ton dengan komposisi sampah plastik mencapai 9 juta ton dan diperkirakan sekitar 3,2 juta ton adalah sedotan plastik. Sedangkan WHO di tahun 2017 menyebutkan bahwa daftar kota yang masuk sebagai 10 besar kota dengan pencemaran udara terburuk di Asia Tenggara di antaranya terdapat di Jakarta dan Bandung. Selain membuat kualitas udara yang dihirup semakin rendah, pencemaran udara dapat membahayakan manusia secara akut hingga kronis dan berdampak pada organ dalam tubuh manusia terutama kerusakan pada paru paru yang bisa menyebabkan penyakit ISPA dan penyakit lainnya.

Baca :  Kabar Gembira: Ada OPM di Kabupaten Bogor

Kenyataan itu yang dihadapi kita saat ini. Kedasaran manusia terhadap dampak dari rutinitas kehidupannya yang mengganggu keseimbangan lingkungan dirasa masih rendah jika kita tinjau tidak ada perbaikan dari pola hidup manusia. Maka adanya kontribusi sekolah merupakan suatu keharusan. Kurikulum sekolah harus mencakup pendidikan lingkungan demi terciptanya peradaban manusia yang selaras dengan alam. Itu pula yang sedang dijalankan oleh SMPN 1 Rancabungur. Tim Aditwiyata SMPN 1 Rancabungur giat berpikir dan bertindak meramu konsep untuk dapat menyelenggarakan pendidikan berbasis lingkungan. Dan muncullah ide untuk budidaya ikan cupang, menurut Ketua Tim Budidaya Ikan Cupang SMPN 1 Rancabungur, Pak Afuku “Awalnya kami mikir kira-kira apa yang program yang dekat dan dapat diisenangi anak. Dan Pak Zul bilang ternak cupang aja.”

Ikan cupang sebagai salah satu jenis ikan memang cukup digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa. Hal itu dibuktikan pada kegiatan Departemen Perikanan Universitas Gajah Mada tahun 2013 menyelenggarakan National Betta Contest 2013 dan diikuti oleh berbagai kalangan penghobi, pemula hingga pembudidaya yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia (dikutip dari laman faperta.ugm.ac.id). Selain itu, di laman CCNIndonesia (2020) menjelaskan bahwa ikan cupang memiliki manfaat seperti membasmi jentik nyamuk DBD, mengurangi stres, menstabilkan tekanan darah, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan produktivitss kerja, dan mempercantik rumah. Hal tersebut menjadi dasar bagi Tim Lingkungan SMPN 1 Rancabungur untuk mengembangkan budidaya ikan cupang sebagai pendekatan dalam pendidikan lingkungan.

Baca :  Berdayakan 1000 Petani ACT Buat Program Ketahanan Pangan Nasional

Melalui kegiatan yang dapat digemari oleh siswa maka pemahaman mengenai lingkungan dapat diberikan dengan mudah. Dalam upaya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan pada Jurnal UPI yang ditulis Aah Ahmad Syahid (2019) dijelaskan perlunya memilih materi, metode, dan media yang menarik. Seperti yang sudah diuraikan pada paragraf sebelumnya ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan yang digemari banyak orang. Maka budidaya ini merupakan pendekatan dan konsep yang tepat untuk diterapkan.
Ikan cupang sebagai ikan yang asli hidup di Asia Tenggara (BettaGuppy.com) dapat menjadi treatment yang tepat untuk mengenalkan keseimbangan lingkungan itu diperlukan dan harus dijaga oleh setiap manusia. Ikan cupang dikenalkan melalui bagaimana mereka hidup dan berkembang biak serta sejarahnya. Ikan ini sebenarnya berasal dari alam bebas seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan telaga (Kompas.com, Oktober 2020). Siswa dapat diberi pandangan bagaimana jika ikan tersebut kehilangan habitatnya sebenarnya? Sedangkan alam semakin hari mengalami pergerakan ke arah yang tidak baik karena ulah manusia seperti kebakaran hutan yang dapat menghilangkan rawa-rawa ataupun banyaknya alih fungsi lahan yang juga tidak kalah ramainya. Padahal dilansir Kompas.id Mei 2020, Indonesia merupakan penghasil ikan kedua terbesar di dunia. Bagaimana nanti akbat habitatnya semakin hilang? Bukan hanya ikan cupang, melainkan hewan lainpun dapat punah.

Baca :  Anggota DPRD Kabupaten Bogor Lakukan Kunker di Kecamatan Ciawi

Konsep yang diuraikan tersebut menjadi landasan upaya yang coba dibangun menjadi realitas kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Dengan pendekatan yang disenangi siswa maka akan mudah pembelajaran terjadi. Ikan cupang pun dapat dikatakan merupakan potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dan harus dilestarikan, baik populasi maupun habitatnya. Pak Afuku pun mengatakan konsep pembelajaran ini dapat berjalan dengan baik dan kokoh karena dikelola oleh seluruh pendidik, tendik serta tenaga kebersihan dan pengamanan sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Seluruh lapisan bahu-membahu untuk dapat menjalankan pembelajaran lingkungan ini sehingga keterlibatan siswa dapat terjangkau seluas-luasnya. Konsep ini bukan semata-mata teoretis tetapi aksi nyata yang dibangun atas kesadaran warga sekolah untuk menjadikannya nafas dan budaya dalam kehidupan seluruh warga sekolah dengan harapan dapat tersebar seluas-luasnya. Bukakah Ki Hajar Dewantara memiliki konsep yang jelas bahwa pendidikan merupakan tempat manusia memahami hidup sesuai dengan kondratnya. Bukankah kesadaran pentingnya menjaga alam agar alampun dapat menunjang manusia untuk tetap lestari termasuk ke dalam kodrat manusia? Kami mulai darimana dan sesempit apapun peluang itu ada karena itupun kodrat dari sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here