LEAD.co.id | Banyak desa yang bisa menjadi inspirasi bagi Kepala Desa (Kades) di Madura. Terutama dalam mengelola BUMdes agar desanya bisa memperoleh Pendapatan Asli Desa (PAD). Salah satu desa yang menjadi inspirasi tersebut yaitu Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Diketahui, Desa tersebut mampu mengelola BUMdes dengan baik. Dari Bumdes tersebut setiap tahun desa Bojong memperoleh Pandapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp 800 juta.
“Potensi unggulannya sewa kios pasar desa. Bumdes Mengelola pasar desa sekitar 300 kios dan juga mengelola PKL lebih 400 outlet PKL,” kata Taqi selaku KAUR Perencanaan Desa Bojong Kulur, Rabu (15/1/2020).
Rata-rata masing-masing pedagang dikenakan retribusi sekitar Rp 2 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 25 ribu dalam setiap harinya. Besaran retribusi tersebut tergantung pada besaran usaha pedagang.
“Desa kami masuk sebagai indeks tetitinggi urutan ke enam di Indonesia,” terangnya saat menjadi pemateri Pekan Ngaji 5, Ponpes Mambaul Ulum, Bata-Bata (Muba).
Sementara itu kades Waru Abdus Salam Ramli menjelaskan, di Madura memamg masih sedikit desa yang mengeloka Bumdes. Hal tersebut juga tidak lepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya BUMdes.
“Kalau masyakat menilai Bumdes tidak begitu penting. Mereka menilai kades yang hebat apabila mampu memperbaiki jalan itu saja,” terangnya.
Padahal menurutnya, keberadaan BUMdes sangat penting dalam meningkatkan perekonomian Desa.
“BUMdes ini sangat penting dalam meringankan beban masyarakat, bukan menanggung beban masyarakat,” tukasnya didampingi Moh Mukri selaku Kades Bajang, Pakong yang menjadi moderator pada kegiatan tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kepala desa di Madura. Selain itu juga diikuti oleh santri, alumni dan masyarakat umum. (haz/nam)





