LEAD.co.id | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bidang kemitraan BUMN telah menyelenggarakan diskusi publik secara virtual, pada Jumat (19/2/2021). Diskusi ini mengusung tema “Peran BUMN dalam Penguatan Ekonomi UMKM masa Pandemi”.
“Ada beberapa poin yang menjadi keuntungan bagi para pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) diantaranya ada kredit usaha rakyat (KUR) yang dijalankan dan juga UMKM sebagai supply chain terhadap peran BUMN,” ujar Arya Sinulingga, Wakil Staff Khusus Kementerian BUMN.
Selain Wakil Staff Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi juga menjadi narasumber dalam kegiatan yang dipandu oleh Uswatun Hasanah ini.
Aru Prayogi selaku Ketua Pelaksana mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini dihadiri hampir 100 peserta secara daring maupun melalui live streaming di kanal YouTube.
“Alhamdulillah, telah selesai dilaksanakan kegiatan diskusi hari ini. Terimakasih kepada tim, pengurus dan partisipan sudah mengikuti kegiatan sampai selesai, serta Perusahaan Gas Negara (PGN) yang membantu dalam suksesi kegiatan ini,” sebut dia.
Dirinya menambahkan, UMKM memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan pelaku usaha sekitar 63,4 juta (98,68 persen), sehingga sektor UMKM perlu didorong pada masa pandemi ini.
“Kemudian ada beberapa program BUMN kedepan dikhususkan untuk para pelaku UMKM yang diharapkan mampu mendukung perkembangan nya dalam menghadapi tantangan dunia, sehingga dapat meningkatkan inovasi, kompetensi dan kreatifitas,” lanjutnya.
Sementara itu, Achmad Baidowi turut memaparkan perkembangan UMKM saat ini. menurutnya, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) saat ini mencapai 116 Triliun yang sebagian dikhususkan untuk para pelaku UMKM.
“Lalu ada dukungan bagi UMKM dan korporasi itu berupa potongan bunga,” tambahnya.
Dirinya juga mengatakan, upaya-upaya terus lakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan cara pelatihan secara digitalisasi. Bahkan, kata dia, terdapat bantuan pembiayaan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) sebesar Rp 662 Triliun.
“Pendekatan terus kita jalin walaupun pendampingannya berjalan secara masif ya, sehingga nantinya sampai pada tahap pengembangan usaha,” kata Baidawi.
Penulis: M Rizky
Editor: Aru Prayogi





