Site icon LEAD.co.id

Corona Varian Baru Terkonfirmasi di Indonesia, Jangan Panik

Presiden Jokowi, Vaksin Covid-19

Presiden Jokowi menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19, pada Rabu, 27 Januari 2021. [File: Muchlis Jr/ Biro Pers Sekretariat Presiden]

LEAD co.id | Dua kasus positif mutasi virus Corona varian baru dari Inggris (B.1.1.7) telah terkonfirmas di Indonesia. Presiden Jokowi mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang.

“Dua orang yang terpapar varian baru tersebut saat ini sudah negatif,” kata Presiden Jokowi dalam Youtube Sekretariat Presiden (Setpres) pada Kamis, 4 Maret 2021.

Penemuan corona varian baru di Inggris pada Desembar 2020 lalu, sempat memicu kepanikan dunia. Negara-negara telah menutup perbatasan mereka dengan Inggris karena kekhawatiran dengan virus tersebut.

India, Pakistan, Polandia, Spanyol, Swiss, Swedia, Rusia, Yordania dan Hong Kong menangguhkan perjalanan untuk warga Inggris setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan varian virus yang bermutasi telah diidentifikasi di negara itu.

Pemerintah Arab Saudi, Kuwait dan Oman juga menutup perbatasan mereka sepenuhnya.  Indonesia menutup sementara perjalanan bagi warga negara asing dari tanggal 1 hingga 14 Januari 2020.

“Memutuskan untuk menutup sementara dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021 masuknya warga negara asing atau WNA dari semua negara ke Indonesia,” ujar Menlu RI Retno Marsudi, pada Senin (28/12/2020).

Hingga saat ini, masih belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru tersebut lebih mematikan dari virus corona yang selama ini menular di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memandang positif pada penemuan strain baru Corona. WHO menyatakan, varian baru virus corona yang muncul di Inggris adalah bagian normal dari evolusi pandemi.

“Kami harus menemukan keseimbangan. Sangat penting untuk memiliki transparansi, sangat penting untuk memberi tahu publik seperti apa adanya, tetapi penting juga untuk menyampaikan bahwa ini adalah bagian normal dari evolusi virus,” sebut Mike Ryan dari WHO seperti dikutip Reuters pada Selasa (22/12/2020).

Presiden Jokowi meminta, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan mencegah dari penularan varian baru virus itu tetap perlu dilakukan bersama-sama.

“Untuk itu mari kita tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat,” pungkasnya.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setrpres/ Reuters

Exit mobile version