Site icon LEAD.co.id

Demo ke Istana Bogor, Warga Banyuwangi Minta Cabut Ijin Tambang di Gunung Salakan

Demo istana Bogor, Tambang Emas, Gunung Salakan

50 orang warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, menggunakan Sepeda Onthel untuk demo di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (26/2/2020).

LEAD.co.id | Puluhan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, mengelar aksi damai di depan Pintu Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Rabu (26/2/2020). Mereka meminta Presiden Joko Widodo mencabut ijin pertambangan emas yang berada di Gunung Salakan.

“Kami datang menggunakan sepeda onthel, dari Banyuwangi menuju Bogor, dengan tujuan untuk ketemu dengan Presiden Joko Widodo,” kata Andi Maskum, kepad Tim LEAD.co.id.

Menurut dia, dengan perjuangan ini, dirinya berharap bisa ketemu dengan Presiden Joko Widodo, untuk menyuarakan aspirasi yang selama ini dikeluhkan oleh warga. Selain itu, mereka juga menuntut agar Presiden Joko Widodo mencabut ijin pertambangan yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Damai Suksesindo (DSI).

“Kami ingin, ijin pertambangan emas ini dicabut oleh pemerintah pusat,” jelas dia.

Aksi yang dilakukan ini, warga menutup akses pintu masuk Istana Kepresidenan, oleh sepeda onthel dan kendaraam roda empat yang membawa makanan dari hasil bumi.

“Kami akan bertahan dengan aksi ini, hingga Presiden Joko Widodo bisa ketemu dengan rakyatnya, karena pertambangan ini sudah meresahkan warga, ” ujar dia.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, masih bertahan di Bogor dan di evakuasi oleh petugas kepolisian polres bogor kota.

Reporter: W. Supriatna

Editor: Fardiansyah

Exit mobile version