JMI Minta KPK Selidiki Dugaan Korupsi Mantan Petinggi Polda Lampung

71
0

LEAD.co.id | Puluhan massa Jaringan Muda Indonesia (JMI) menggelar unjuk rasa terkait fakta persidangan di pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Aksi tersebut digelar di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (12/7/2019)

Dalam pernyataannya, JMI melihat adanya dugaan kasus aliran dana fee Proyek di Mesuji yang masih menjadi polemic sampai saat ini. “JMI meminta KPK untuk menyelidiki dugaan Korupsi mantan petinggi Polda Lampung, melalui fakta persidangan hal ini terkuak,” tegas Nurul selaku korlap Aksi JMI.

Dan Polri yang baru saja merayakan hari jadinya, dapat aktif melihat informasi, bahwa dua petinggi dimaksud adalah mantan Kepala Polda (Kapolda) Lampung Irjen Suntana dan Wakil Kapolda (Wakapolda) Brigjen Angesta Romano Yoyol, di duga terseret dalam kasus korupsi.

Baca :  Demo KPK, JMI Tuntut Kejelasan Proyek Mesuji

Menurut Nurul, Informasi yang terungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang itu, layak ditindaklanjuti, sebagai bukti permulaan dugaan tindak pidana.

Karena setiap warga negara Indonesia, sama kedudukannya Dimata hukum, tegas pengurus pusat jaringan muda Indonesia.

Pengurus Pusat Jaringan Muda Indonesia meminta penyidik KPK mengusut pengakuan saksi, agar kasus korupsi di Mesuji itu bisa tuntas dan terang benderang.

Penyidik KPK RI tidak boleh mendiamkan informasi dari saksi dimaksud. Terlebih, hal tersebut dibuka dalam persidangan yang bersifat umum.

Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam hal ini Divisi Propam (Profesi dan Pengamanan) Mabes Polri juga harus segera bersikap dalam perkara itu agar tidak menjadi polemik.

Baca :  Polemik Pilpres 2019, Ribuan Orang akan Demo KPU Kota Bogor

Polri mesti Mendukung KPK RI dalam Pengusutan

Diketahui, Sekretaris Dinas PUPR Mesuji, Wawan Suhendra, yang mengungkap dugaan itu. Dia menyebut ada aliran dana Rp200 juta untuk Polda Lampung.

Uang diberikan kepada Kapolda dan Wakapolda Lampung. 150 juta until Kapolda dan 50 juta untuk Wakapolda.

Ia bahkan menyebut, selain uang terkait fee proyek tersebut, Bupati Mesuji (nonaktif) Khamami telah menyiapkan proyek untuk Polda Lampung senilai Rp9 miliar.

Maka dari itu kami dari Jaringan Muda Indonesia (JMI) meminta kepada KPK dan Propam MABES POLRI agar segera mengusut tuntas dugaan kasus fee proyek Dinas PUPR Mesuji Kepada Mantan Kapolda dan Wakapolda Lampung (Irjen Suntana dan Brigjen Angesta Romano Yoyol), Karna ini sangan merusak nama baik POLRI.

Baca :  Waduuuh, Ratusan Mahasiswa Segel Kantor Walikota Bogor

JMI Akan kembali menggelar Aksi yg lebih besar, Bilamana belum ada tindakan Serius oleh KPK dan Kepolisian RI, atas dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang, oleh oknum pejabat polisi, dalam Kasus Fee Proyek Di Mesuji. (Dzl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here